• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Testosteron Meningkatkan Kepekaan Pria Terhadap Harga Diri dan Hubungan Sosial
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Testosteron Meningkatkan Kepekaan Pria Terhadap Harga Diri dan Hubungan Sosial

Redaktur III Senin, 2 Juni 2025
Share
3 Min Read

Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan dalam Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging menunjukkan bahwa testosteron mempengaruhi bagaimana pria merespons umpan balik sosial, membuatnya lebih sensitif terhadap persetujuan dan ketidaksetujuan dari orang lain.

Penelitian ini menjelaskan bagaimana testosteron membentuk apa yang oleh para psikolog disebut “harga diri negara bagian” yakni rasa harga diri sementara seseorang yang berfluktuasi sebagai respons terhadap isyarat sosial. 

Hasilnya dapat membantu menjelaskan mengapa pria dengan harga diri yang lebih rendah terkadang menunjukkan peningkatan kerentanan terhadap gangguan suasana hati atau perilaku antisosial. 

Studi ini juga membuka pintu bagi potensi strategi pengobatan baru yang menggabungkan pendekatan hormonal dan perilaku untuk meningkatkan kesehatan mental.

Baca Juga:  Kekacauan Hidup yang Bisa Menguras Energi Tanpa Disadari oleh Orang

Para psikolog membedakan antara sifat harga diri, yang mencerminkan harga diri seseorang secara keseluruhan, dan harga diri negara, yang dapat naik atau turun sebagai tanggapan terhadap pengalaman baru. 

Fluktuasi ini dapat memiliki konsekuensi yang nyata. Orang dengan harga diri rendah atau tidak stabil lebih mungkin mengalami kecemasan, depresi, dan bahkan perilaku agresif.

Harga diri pria, lebih sensitif terhadap perubahan status sosial atau penolakan yang dirasakan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa testosteron, hormon seks yang diketahui mempengaruhi perilaku dominasi dan kepekaan terhadap status bisa memengaruhi harga diri. 

Baca Juga:  Studi Baru Mengidentifikasi Kepribadian Narsisistik yang Kontradiksi

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa testosteron meningkatkan harga diri pada kelompok tertentu. Sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang jelas.

Penelitian ini dirancang untuk memberikan bukti yang tepat dengan berfokus pada testosteron mengubah proses pembaruan harga diri. 

Dengan kata lain, apakah pria dengan testosteron merespons secara berbeda ketika menerima persetujuan atau tidak ada persetujuan? 

Para peneliti menemukan bahwa testosteron mengubah cara peserta membentuk harapan tentang umpan balik sosial. 

Pria yang menerima testosteron lebih optimis mengantisipasi persetujuan dari penilai persetujuan tinggi. Tetapi juga lebih pesimis dengan memberikan umpan balik negatif pada hubungan sosial. 

Baca Juga:  Kata yang Digunakan Orang Cerdas untuk Mengatakan 'Diam' dengan Sopan

Penelitian ini juga memiliki implikasi klinis. Harga diri yang rendah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan penarikan diri sosial. 

Dalam beberapa kasus, terapi testosteron telah digunakan untuk mengobati gejala suasana hati pada pria dengan testosteron rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa menggabungkan testosteron dengan lingkungan sosial yang positif atau terapi berbasis umpan balik dapat meningkatkan harga diri lebih baik.

Para peneliti tidak mengukur kadar testosteron alami peserta sebelum percobaan. Karena tingkat dasar dapat mempengaruhi orang merespons testosteron tambahan. 

Penelitian di masa depan dapat memeriksa apakah perbedaan individu dalam kadar hormon mengubah efek pengobatan. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikologPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Tim SAR sedang mencari korban di bekas longsor di Nepal/ Foto: Vietnam
Biaya Pembangunan Pasca Banjir Mencapai Miliaran Dollar di Nepal
Minggu, 30 Agustus 2026
Area yang hancur akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal/ Foto: Vietnam
Badan Penanggulangan Bencana Nepal Menyebutkan 675 Jenazah Ditemukan di Daerah Longsor Lumpur
Minggu, 30 Agustus 2026
Suasana Muktamar ke -35 NU di Jombang/ Foto: Ist
Disepakati Pemilihan Ketum PBNU Melalui Mekanisme Ahlu Halli wal Aqdi
Minggu, 30 Agustus 2026
Suasana Muktamar ke -35 Nahdlatul Ulama / Foto: ANTARA
Sidang Pleno Muktamar ke 35 NU Memutuskan Pemungutan Suara untuk Ketua PBNU
Sabtu, 29 Agustus 2026
Gedung KPK/ Foto: KPK
Gedung KPK Dipastikan Aman dari Kebakaran Usai Muncul Asap Putih dari Bawah Tanah
Sabtu, 29 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Misi Penyelamatan Ditunda Karena Bendungan Jebol Perbatasan Tiongkok dan Nepal

Teaser Grand Theft Auto VI Akhinya Tayang di Netflix

KATSEYE Batal Tampil di Daisy Chain Fields karena Megan Cidera

Samsung Mengumumkan Galaxy S26 FE dengan Chipset yang Lebih Baru

Polri Sebut Keamanan Ketertiban Kembali Normal Pasca Demonstrasi

More News

Ilustrasi orang yang tenang/ Foto: freepik

Ciri – Ciri Orang yang Tenang dan Terhindar dari Tekanan Mental

Sabtu, 20 Desember 2025
Ilustrasi orangyang berkelas memberikan kenyamanan kepada orang lain / Foto : Freepik

Sikap Seseorang yang Menunjukkan Memiliki Kualitas Tinggi, Berdasarkan Psikologi

Jumat, 27 Juni 2025
Menatap mata serta memperhatikan orang bicara bentuk penghargaan kepada orang lain / Foto : Freepik

Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Menghormati Anda, Menurut Psikologi

Kamis, 24 April 2025
Hasil penelitan Gen Z lebih banyak menggunakan chatting untuk komunikasi ketimbang bicara tatap muka / Foto : Freepik

Sebagian Besar Gen Z Lebih Suka Berkirim Pesan Teks Daripada Berbicara Langsung

Rabu, 9 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id