Aktual.co.id – Penelitian baru yang diterbitkan di Nature Communications menjelaskan bahwa individu dengan kecemasan dan depresi sering kali kurang percaya diri dengan kemampuannya.
Studi tersebut menemukan bahwa orang dengan gejala kecemasan-depresi kurang responsif terhadap rasa percaya diri sehingga dapat mencegah untuk membangun kepercayaan pada dirinya.
Menariknya, orang-orang ini masih merespons secara normal terhadap umpan balik eksternal dan menunjukkan kurang kepercayaan diri kepada publik.
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana orang yang memiliki kecemasan depresi membentuk keyakinan dalam dirinya hingga membentuk ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.
Pertanyaannya adalah apakah orang-orang ini salah menafsirkan kepercayaan dirinya, mengabaikan kesuksesan, atau menerima umpan balik negatif yang berlebihan?
“Pekerjaan sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan gejala kecemasan dan depresi subklinis dapat memiliki kepercayaan diri yang rendah secara tidak masuk akal dalam kemampuannya meskipun mampu melakukan sebaik orang lain,” kata penulis studi Sucharit Katyal, seorang peneliti pascadoktoral di Universitas Kopenhagen.
Pihaknya ingin mempelajari bagaimana kepercayaan diri dapat dipertahankan karena bisa berpengaruh kepada kesehatan mentalnya.
Untuk menyelidikinya, para peneliti menjalankan dua eksperimen besar dengan total lebih dari 500 peserta yang direkrut secara online.
Peserta diukur dua jenis kepercayaan: kepercayaan “lokal” dan “global”,
Kepercayaan lokal seberapa yakin peserta dalam uji coba secara individu.
Kepercayaan global mengacu pada seberapa baik menjalankan seluruh uji coba yang dijalankan.
Peserta juga memanipulasi umpan balik selama tugas untuk menguji bagaimana memperbarui kepercayaan globalnya berdasarkan isyarat internal (kepercayaan lokal) atau evaluasi eksternal (umpan balik). Hasilnya bahwa orang-orang dengan gejala depresi kecemasan telah gagal memasukkan pengalaman kepercayaan diri ke dalam keyakinannya.
Orang ini lebih terpengaruh oleh umpan balik negatif daripada yang lain. Dia juga tidak menunjukkan kecenderungan umum untuk meremehkan diri sendiri di seluruh papan.
Temuan ini membantu menjelaskan mengapa orang dengan kecemasan dan depresi sering kali memiliki pandangan negatif tentang kompetensi yang dimiliki dan menghindari tantangan baru, meski memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan baru tersebut.
“Kekurangan kepercayaan diri ini lebih disebabkan tidak mengenali atau menginternalisasi ketika dirinya merasa mampu,” katanya
Studi ini menunjukkan bahwa intervensi umpan balik diterima dengan baik oleh orang dengan kecemasan dan depresi.
Efek dari umpan balik tersebut sangat luas bahkan memengaruhi keyakinan diri lebih dalam sehingga bisa mengintervensi masa depan.
“Beberapa orang memiliki kepercayaan diri yang rendah namun dapat bekerja dengan baik sering kali dikenal sebagai sindrom penipu,” kata Katyal. (ndi)
