Aktual.co.id – Banyak yang menganggap kelas atas identik dengan uang: jas mahal, penerbangan kelas satu, pesta makan malam yang diatur dengan cermat.
Namun kelas sejati memiliki makna yang lebih dalam. Menurut Isabella Chase, kelas seseorang bukan dilihat dari pakaian atau harta yang dimiliki, melainkan sikap serta perilaku yang dijalankannya.
Berikut orang berkelas berdasarkan analisa psikolog Isabella Chase yang dituangkan dalam geediting yang bisa dijadikan referensi.
Membangkitkan Semangat Orang Lain Meski Tidak Ada yang Melihat
Orang ini memuji seseorang di balik layar, seperti memberi tips atau membantu tanpa ada yang melihat kehadirannya.
Kadang orang ini memberikan pesan penuh perhatian untuk memberikan kepastian kepada teman – temannya dalam kondisi yang baik.
Orang ini mengirim pesan yang penuh perhatian bukan ingin dipuji melainkan ingin teman – temannya dalam kondisi aman..
Hidup Berlandaskan Nilai Kepatutan
Di saat dunia terobesesi denga napa yang viral, orang yang berkelas hidup dengan sesuatu yang tenang. Dia lebih memilih hidup dalam integritas, kesabaran dan kasih saying.
Dirinya tidak perlu mengejar hal besar karena sudah berlandaskan pada apa yang penting saja. Jiwanya tenang karena lebih mengutamakan kekuatan internal.
Meminta Maaf dengan Baik
Permintaan maaf yang sesungguhnya membutuhkan kerendahan hati. Orang kelas atas lebih mengutmakan kerendahan hati untuk kedamaian bersama.
Meminta maaf membutuhkan kekuatan mental agar bisa menyampaikan dengan baik. Tidak perlu ragu atau merasa rendah ketika meminta maaf, karena car aini bagian dari orang yang berkelas.
Membuat Orang Lain Merasa Nyaman
Ada jiwa yang murah hati dalam diri orang-orang kelas atas. Dirinya tidak berkuasa untuk merasa superior. Sebaliknya, menciptakan ruang bagi orang lain untuk merasa diperhatikan.
Sikapnya yang membuat nyaman kepada orang lain menjadi mudah diterima tanpa merendahkan siapapun.
Memiliki Pengendalian Diri
Ada sesuatu yang luar biasa tentang seseorang yang tidak perlu mengisi keheningan. Seseorang yang lebih banyak mendengar daripada berbicara. Yang tidak terburu-buru mengoreksi orang lain atau mendominasi pembicaraan.
Sikapnya tidak terburu – buru, namun memberikan arti dia mudah didekati oleh siapa saja. “Dia berbicara seperlunya dan tidak memotong ketika orang lain berbicara,” katanya.
Ramah Kepada Siapa Saja
Beberapa orang menunjukkan rasa hormat saat berbicara dengan seseorang yang “penting.” Namun, orang yang tinggi memperlakukan kepada siapa saja.
“Salah satu momen paling berkesan dalam karier saya adalah menyaksikan seorang editor mode dengan lembut membantu seorang pekerja magang yang gugup menjalani pemotretan pertamanya,” ketik Isabella memberikan contoh.
Bahkan editor ini meluangkan waktu untuk memandu anak magang tersebut agar bisa mengoperasikan semua alat. Itulah keanggunan yang tenang yang meninggalkan kesan abadi.
Tidak Perlu Pembuktian Apapun
Orang ini tidak suka membanggakan diri atau memamerkan prestasinya. “Saat saya berusia awal 20-an, saya pergi ke sebuah pesta makan malam yang diselenggarakan seorang wanita sukses,” cerita Isabella.
Isabella baru tahu kalau orang tersebut adalah pemilik firma. Kepribadiannya ramah karena lebih banyak bertanya kepada tamu – tamunya sebagai bentu melibatkan dalam acara tersebut. (ndi)
