Aktual.co.id – Banyak yang mencari tahu mengapa menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Beberapa orang lebih sulit mengatasi boros daripada yang lain. Berikut kebiasaan orang yang sulit mengendalikan boros seperti ditulis oleh Alex Navaro penulis dan psikolog tinggal di Barcelona.
Sensasi Mengejar Sesuatu
Bagi individu yang cenderung mengeluarkan uang berlebihan, sensasi mengejar menjadi kekuatan yang kuat untuk mendorong kebiasaan belanja. Ini tentang merasakan sensasi terkait dengan perolehan ketika mendapatkan barang tersebut meski tidak digunakan.
Kebutuhan Kepuasan Instan
Ini sifat umum bagi penyuka belanja berlebihan. Kepuasan instan terasa nikmat untuk dilewatkan. Namun, mengenali perilaku ini dapat membantu untuk berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian impulsif.
Mengkaitkan Harga Diri dengan Harta Benda
Penelitian menunjukkan beberapa orang menyamakan nilai dengan harta benda. Berpikir bahwa memiliki banyak barang dianggap lebih baik membuat lebih penting atau dapat diterima. Persepsi ini menyebabkan pengeluaran berlebihan, karena berusaha mengikuti gaya hidup orang lain.
Mengisi Kekosongan
Berbelanja sering kali dapat berfungsi obat mujarab emosional. Merasa sedih? Membeli sesuatu. Merasa stres? Belanja yang bisa meredakan depresinya. Begitulah proses berpikirnya. Namun, pola ini hanya memberikan kelegaan sesaat dan menyebabkan lingkaran setan pengeluaran berlebihan.
Mengabaikan Anggaran
Seseorang yang sering mengeluarkan uang secara berlebihan cenderung mengabaikan anggaran. Ketersediaan uang yang ada di tabungan diabaikan sehingga tidak memiliki kemampuan menahan untuk berbelanja.
Daya Tarik Penjualan
Ini adalah jebakan yang umum. Ilusi mendapatkan diskon membuat seseorang merasa seperti sedang menghemat uang, padahal sebenarnya menghabiskan uang untuk barang yang tidak perlu. Jadi daya tarik diskon bisa menjadi faktor yang peningkatan belanja yang tidak perlu.
Salah Menilai Kebutuhan dan Keinginan
Orang yang sering mengeluarkan uang secara berlebihan sering kali salah menilai kebutuhan dan keinginan. Banyak yang meyakinkan bahwa membutuhkan sesuatu padahal sebenarnya hanyalah keinginan.
Kurangnya Kesadaran Finansial
Inti dari pengeluaran berlebihan adalah kurangnya kesadaran finansial. Kesadaran finansial adalah landasan pengeluaran yang bertanggung jawab. Kesadaran ini dapat membantu mencegah pengeluaran berlebihan dan membuka jalan bagi masa depan finansial yang aman. (ndi)
