• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Gemar Menonton Drama TV Realitas, Menurut Psikolog Memiliki Kepribadian Seperti Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Gemar Menonton Drama TV Realitas, Menurut Psikolog Memiliki Kepribadian Seperti Ini

Redaktur III Selasa, 10 Juni 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi menyaksikan drama di TV / Foto : Freepik
Ilustrasi menyaksikan drama di TV / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikolog Oliva Reid mengemukakan bahwa seseorang yang gemar terhadap drama realitas di TV menunjukkan beberapa perilaku unik.

Perilaku ini tidak mengartikan salah, namun kebiasaan ini bisa menjadi parameter tentang sisi dalam dari seseorang yang menyukasi drama televisi.

Menggunakan Cerita Emosional untuk Melepas Lelah

Ketika disibukkan dengan pekerjaan, keluarga dan beban mental, maka menikmati cerita yang menyentuh hati dapat memberikan perpaduan yang tepat untuk mengalihkan perhatian.

“Saya menemukan orang yang teratur terlibat dengan narasi emosional termasuk acara TV realitas cenderung memiliki tingkat kejelasan emosional yang lebih tinggi dari waktu ke waktu,” kata Olivia Reid.

Temuan ini bisa menjadi kesimpulan dari penelitiannya bahwa konten drama yang emosional bisa menjadi pelepas lelah sebagian orang.

Cenderung Berpikir Kritis

Pemirsa TV realitas sering kali mendapati dirinya menganalisis perilaku, membedah motivasi, dan memprediksi hasil.

Olivia mencoba menceritakan tentang dirinya ketika meniduran anaknya. Dirinya sedang menonton tayangan di mana adegan adalah suami istri yang sedang bertengkar

Baca Juga:  Penyebab Orang Boros Menghabiskan Uang Tanpa Kontrol

“Di tengah tayangan itulah saya berpikir siapa yang akan memenangkan perdebatan tersebut. Dari situlah dia mengambil kesimpulan bahwa tayanga yang emosional bisa memancing orang untuk berpikir kritis,” katanya

Ternyata banyak orang yang berlatih berpikir kritis secara diam-diam dengan latar belakang sambil menonton acara-acara ini.

Terpesona oleh Kontradiksi Manusia

Orang yang gemar menyaksikan drama TV dengan realitas kehidupan sering menjadi mudah berubah karena pengaruh dari konten drama TV tersebut.

Perubahan cerita pada drama TV ikut berpengaruh pada pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari – hari diri seseorang.

Mengamati Perilaku Tanpa Tekanan untuk Merespons

Salah satu alasan mengapa acara TV realitas terasa memuaskan adalah karena dapat menyaksikan dinamika yang rumit tanpa harus ikut memperbaikinya.

“Bagi siapa pun yang terbebani secara emosional, ini bisa menjadi bentuk pelepas lelah. Bisa menjadi relaksasi setelah seharian membuat keputusan penting untuk lembaga,”kata Olivia Reid.

Baca Juga:  Sikap yang Bisa Mengobati Rasa Sakit Setelah Dikhianati Orang Terdekat

Menyaksikan drama realitas menurut Olivia bagaikan melepaskan ransel berat yang selama seharian membebani pundaknya.

IKut Berempati Tanpa Disadari

Ketika menyaksikan drama di TV, secara tidak sadar ikut berempati terhadap adegan atau tokoh yang dimainkan di dalam televise tersebut.

“Seseorang bisa tertawa, meringis, atau menggelengkan kepala. Secara tidak langsung terlibat emosional dalam cobaan dan kesengsaraan yang dialami dalam drama tersebut,” ungkapnya

Dengan ikut merasakan apa yang terjadi dalam drama tersebut, secara tidak sadar melatih empati seseorang untuk ikut merasakan psikologis orang lain.

Menghargai Keaslian

Dengan menikmati jalan cerita dari drama tersebut secara tidak sengaja menghargai keaslian. “Jika menikmati tayangannya, maka orang tersebut mendambakan keaslian,” katanya.

Di dalam drama akan ditampakkan mana orang protagonist dan antagonis. Di sanalah seseorang bisa melihat keaslian orang dengan karakter yang ditetapkan oleh sutradara.

Baca Juga:  Perilaku Anak Tunggal yang Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi

Bagi sebagian orang penggambaran ini bisa menjadi jembatan untuk mengenali keaslian karakter seseorang, dengan berbagai karakter yang dimainkan.

Memproses Emosi Diri

Menonton orang lain mengamuk di pesta makan malam, memungkinkan untuk refleksi terhadap emosi diri.

“Ada sesuatu yang aneh ketika menyaksikan orang asing menyelesaikan pertengkaran yang seolah olah terjadi di alam kenyataan,” katanya.

Acara realitas yang mengekspresikan emosi menawarkan kepada penonton semacam eksplorasi diri secara tidak langsung.

Peka Terhadap Dinamika Sosial

Orang-orang yang gemar menyaksikan konflik dan ketegangan sering kali memiliki minat pada cara kerja terutama bagian yang tidak terucap.

“Tidak disadari ekspresi mikro, hierarki sosial, aliansi yang berubah-ubah, dan taktik manipulasi yang ditampilkan aktor dalam drama tersebut,” katanya.

Dari pengalamannya, pemirsa TV realitas cenderung mendapat nilai lebih tinggi dalam keingintahuan sosial dan kesadaran relasional dibandingkan dengan yang menyukai drama dengan naskah terstruktur. (ndi)

 

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi zakat/ Foto: Ist
Berikut Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah Sebelum Salat Idul Fitri
Minggu, 8 Maret 2026
Titik gempa di Aceh/ Foto: BMKG
Gempa 5,6 Magnitudo Akibat Subduksi Lempang Indo-Australia di Aceh
Minggu, 8 Maret 2026
Pemeriksaan mata / Foto: national hospital
Peringatan Glaukoma untuk Meningkatkan Kesadaran Kondisi Medis Pasien
Minggu, 8 Maret 2026
Sampul resmi "Ruby (The Complete Collection)/ Foto: koreantimes
Jennie BLACKPINK Buka Toko Pop Up untuk Merayakan Ultah Album Ruby
Minggu, 8 Maret 2026
Sundar Pichai / Foto: techcrunch
Paket Gaji Sundar Pichai Bisa Bernilai Rp11 Trilyun
Minggu, 8 Maret 2026

Mental Health

Ilustrasi depresi / Foto : Freepik

Awas Masa Tua Depresi Jika Tidak Melepaskan Hal Ini

ilustasi / Foto: freepik

Berikut Perbedaan Kepribadian Introvert dan Covert Narsisistik Personality Disorder (NPD)

Ilustrasi mendidik anak/ Foto: freepik

Perbedaan Anak Patuh dengan Anak yang Penuh Tantangan Kreativitas

Ilustrasi mendengarkan/ Foto: freepik

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Sikap yang Menguras Energi Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Awal Mula Hari Perempuan International 8 Maret 2026

Mengenal Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano

Rudal Israel Menghantam Depo Penyimpanan Minyak di Teheran

Awas Masa Tua Depresi Jika Tidak Melepaskan Hal Ini

Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

More News

Introvert diidentikkan dengan kesendirian

Kenali Empat Jenis Introvert yang Dikemukakan Pakar, Kamu Golongan yang Mana?

Rabu, 19 Februari 2025
ilustrasi berbicara dalam / foto : freepik

Hindari Tidak Diceritakan Detail Tentang Diri Meski Kepada Teman, Berikut Ini

Minggu, 6 Juli 2025
Ilustrasi/ foto: freepik

Ciri Orang Bertahan Hidup di Tengah Kesulitan

Kamis, 12 Februari 2026
Sifat asli seseorang terlihat ketika dalam tekanan / Foto : freepik

Situasi dalam Hidup yang Bisa Membuka Sifat Asli Seseorang Terungkap

Selasa, 20 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id