Aktual.co.id – Miliarder terkenal karena membawa balapan Formula One ke Singapura, Ong Beng Seng mengaku bersalah terkait skandal pemberian hadiah mewah kepada salah satu politikus paling senior di negara kota tersebut.
Seperti dikutip pada Bloomberg, Senin (4/8), pria berusia 79 tahun itu mengaku membantu Menteri Transportasi Singapura S Iswaran merintangi proses hukum, sedangkan dakwaan lainnya sedang dipertimbangkan.
Kedua dakwaan tersebut terkait pemberian perjalanan pada Iswaran dengan jet pribadinya ke Doha tahun 2022, penginapan di Four Seasons di sana, dan tiket pulang pergi kelas bisnis senilai S$5.700 (US$4.422,3).
Iswaran, yang merupakan mantan Menteri Perhubungan Singapura, saat itu menjabat sebagai ketua komite pengarah untuk balapan F1.

Ong akan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Singapura paling cepat hari ini atau pada tanggal lain. Ia menghadapi hukuman penjara hingga tujuh tahun, termasuk denda.
Proses pengadilan sebelumnya dihentikan dua kali karena adanya alarm kebakaran. Kuasa hukum Ong meminta hakim mempertimbangkan kondisi medisnya dalam menjatuhkan vonis, merekomendasikan hukuman penjara selama enam pekan dengan pengakuan bersalah. Jaksa mengakui diagnosis kanker Ong sebagai faktor yang meringankan hukuman.
Skandal korupsi terburuk di Singapura dalam beberapa dekade itu menggemparkan negara kota tersebut, yang berusaha membangun reputasi global sebagai negara tanpa toleransi terhadap korupsi.
Bagaimana pengusaha kelahiran Malaysia ini dijatuhi hukuman juga akan mempengaruhi kendalinya atas kerajaan bisnis yang membentang dari pusat keuangan Asia Tenggara hingga pengembangan mewah di pusat London dan resor di Maladewa.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, Ong memiliki kekayaan bersih sebesar US$1,5 miliar. Pada tahun 2024, Iswaran dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menerima hadiah dari Ong, yang juga mencakup barang-barang seperti sepeda Brompton dan tiket balapan.
Ong masih memiliki pengaruh yang signifikan di Singapura. Perusahaannya terus menyelenggarakan balapan Grand Prix tahunan, yang ia bantu hadirkan ke kota tersebut pada 2008 berkat persahabatan dekatnya dengan mantan bos F1 Bernie Ecclestone.
Perpanjangan kontrak balapan multitahun yang disepakati dengan Kementerian Pariwisata Singapura dijadwalkan berakhir pada 2028.
Hotel Properties juga mengantongi persetujuan awal untuk mengembangkan aset-aset unggulan di bagian penting kawasan perbelanjaan utama Singapura, Orchard Road, pada tahun 2023.
Namun, Bloomberg News melaporkan bahwa perusahaan tersebut sedang berusaha menjual sahamnya. Hukuman berat bisa mempersulit Ong untuk mempertahankan kendali atas kerajaan bisnisnya. (ndi/Bloomberg)
