Aktual.co.id – Para ahli teori konspirasi yakin bahwa Vladimir Putin sebenarnya tidak bertemu Donald Trump di Alaska. Sebaliknya, para pemerhati ini mengklaim bahwa presiden Rusia tersebut mengirim salah satu dari sekian banyak kembarannya ke tanah Amerika.
Menurut kutipan Hindustan Times, Teori konspirasi mendasarkan asumsi pada penampilan dan gaya berjalan Putin. Warganet, mengklaim orang yang mendarat di Alaska memiliki tulang pipi yang lebih penuh dan tampak lebih periang daripada pemimpin Rusia yang sebenarnya.
“Saya rasa itu kembaran Putin nomor 5. Tidak persis seperti dia. Pipinya lebih bulat dan cara berjalannya tidak seperti biasanya, yaitu gerakan tangan kanan yang rendah. Gaya berjalan khas KGB yang biasa dia lakukan,” kata seorang pengguna media sosial.

“Siapa pun yang masih tidak mengerti bahwa ini adalah kembaran Putin yang paling mudah dikorbankan,” tulis yang lain.
“Pipinya terlalu tembam dan dia terlalu banyak tersenyum. Sepertinya dia berusaha menahan tawa sepanjang waktu,” klaim seorang ahli teori konspirasi.
“Dia terlalu bersemangat. Putin yang asli lebih berwajah datar, sangat sedikit emosi,” komentar yang lain.
Spekulasi seputar Putin yang menggunakan tubuh ganda bukanlah hal baru. Bahkan, ada satu artikel Wikipedia yang membahas “Dugaan Kembaran Vladimir Putin”.
Para pendukung teori doppelganger percaya kembaran Putin telah menjalani operasi agar lebih mirip dengan pemimpin Rusia berusia 72 tahun tersebut.
Namun, para pendukung menduga ada sedikit perbedaan dalam gaya berjalan dan penampilan. Salah satu perbedaan tersebut adalah gaya berjalan khas Putin yang khas, yang tidak dapat ditiru oleh para pemeran pengganti.
Para ahli saraf mengatakan hal ini bukan disebabkan oleh masalah medis, kemungkinan besar berasal dari pelatihan KGB-nya.
Di dinas keamanan Soviet, para agen diajari menjaga tangan kanan agar tetap dekat dengan dada atau di dekat sarung senjata saat berjalan, sehingga dapat dengan cepat menarik senjata jika diperlukan. (ndi/Hindustan times)
