Aktual.co.id – Seorang penerjun payung berpengalaman, Jade Damarell, 32 tahun, meninggal dunia setelah jatuh dari ketinggian 15.500 kaki (4.800 meter) ke sebuah ladang di Shotton Colliery, County Durham, pada 27 April 2025.
Ia menderita luka trauma tumpul yang fatal. Investigasi masih berlangsung, dan pada hari Kamis 21 Agustus 2025, petugas koroner, Leslie Hamilton, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut dilakukan dengan disengaja.
Jade Damarell penerjun payung berpengalaman dengan lebih dari 500 lompatan atas namanya. Dilaporkan The Guardian, Damarell mengambil bagian dalam lebih dari 500 lompatan selama karier terjun payungnya dan menyelesaikan enam penyelaman sehari sebelum kematiannya.

Di Crook Civic Centre, bukti mengungkapkan dia telah mengakhiri hubungannya pada malam sebelum lompatan terakhirnya.
Menurut laporan Daily Mail, pasangan itu telah berpacaran selama lebih dari enam bulan dan tinggal di sebuah properti yang disewakan kepada penerjun payung i dekat lapangan terbang selama.
“Mereka berdua tak terpisahkan. Mereka menghabiskan seluruh waktu bersama,” ujar seorang teman kepada Daily Mail.
Pada penerjunan terakhir, ia sengaja membiarkan parasut utamanya tidak terbuka, meskipun parasut itu dibuka pada ketinggian 5.000 kaki.
Penyelidik mengonfirmasi bahwa kedua peralatan itu berfungsi dengan baik. Bukti polisi menunjukkan bahwa Damarell mengenakan kamera selama terjun payung tetapi memutuskan untuk tidak menggunakannya pada hari itu.
Inspektur Detektif Andrew Stephenson dari Kepolisian Durham mengatakan kepada pemeriksaan bahwa dia telah meninggalkan petunjuk di teleponnya tentang cara mengaksesnya setelah kematiannya.
Catatan yang ditulis untuk keluarganya ditemukan di perangkat itu, yang di dalamnya dia meminta maaf, berterima kasih atas dukungan mereka, dan memberikan rincian keuangannya. (ndi)
