Aktual.co.id – Sepulang dari Abu Dabi, Presiden Prabowo langsung mengunjungi banjir yang menerja Denpasar, Bali. Didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo menyusuri area pemukiman dekat Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali.
Dalam tayangan yang diposting Sekretariat Presiden di youtube, Presiden Prabowo menyapa pedagang di Pasar Badung dan masyarakat di sepanjang Jalan Gajah Mada, Denpasar, kemudian berjalan kaki menuju area pemukiman.
Presiden sempat berhenti sejenak untuk mengganti sepatunya dengan sepatu boot berwarna kuning, mengingat jalanan depan rumah warga masih licin karena lumpur.
Presiden Prabowo mendatangi rumah milik salah seorang warga korban banjir dan duduk selama beberapa waktu untuk mendengar curhatan dari pemilik rumah.
“Habis barang-barangnya, untung nyawanya gakikut abis. Itu barang-barang bisa dibeli (lagi), biarin, ndakada satu pun tersisa, kompor ndakada habis semua dilarikan air, gakapa-apa yang penting saya selamat,” kata salah seorang ibu yang curhatlangsung dengan Presiden Prabowo.
Ibu itu bercerita diselamatkan warga lainnya saat banjir terus meluap hingga hampir mencapai setinggi kepala orang dewasa. “Saya capek, kaki, saya digendong, saya dibawa lari, digendong saya gakkuat jalan, strokesaya. Saya jualan kopi, sekarang gimana modalnya sudah habis,” kata ibu korban banjir kepada Presiden.
Presiden Prabowo mendengarkan keluhan dan cerita yang disampaikan di teras rumah ibu tersebut, kemudian Presiden memerintahkan jajarannya membantu memperbaiki rumah ibu itu beserta warga lainnya yang rumahnya rusak akibat banjir.
“Rumahnya juga, barang-barangnya juga ya,” kata Presiden Prabowo memberikan instruksi kepada jajarannya. Beberapa pejabat yang mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya mengecek dampak bencana itu, diantaranya Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
“Ya sudah, nanti kita bantu semua ya,” kata Presiden kepada ibu korban banjir itu dan keluarganya sambil berpamitan.
“Terima kasih, Pak, janjinya,” kata ibu pemilik rumah yang rusak akibat banjir.
Presiden Prabowo kemudian lanjut berjalan mengecek kondisi rumah lainnya. Jalanan yang dilalui Presiden, berlumpur, tetapi masih dapat dilewati.
Di sepanjang jalan itu, warga dari teras rumahnya pun menyapa Presiden. Ada pula sejumlah anak-anak yang memanggil-manggil nama Presiden, “Pak Prabowo, Pak Prabowo!”
Presiden pun menghentikan langkahnya dan menghampiri warga dan anak-anak tersebut. “Kalian gak sekolah? Oh ini hari Sabtu ya,” kata Presiden kepada anak-anak tersebut yang menyalami tangan Presiden.
Dalam pertemuannya dengan anak-anak itu, Presiden sempat bertanya apakah telah menerima makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya masing-masing.
Beberapa dari mereka menjawab sudah menerima, tetapi ada juga yang belum. “Sabar ya, sebentar lagi,” kata Presiden kepada anak-anak tersebut.
Presiden kemudian lanjut mendekat ke arah sempadan Tukad Badung yang airnya telah surut. Sejumlah prajurit TNI di sisi seberang terlihat bergotong-royong membersihkan sisa lumpur sisa banjir.
Dari sisi seberang, sejumlah warga juga memanggil-manggil nama Presiden. “Bapak Prabowo, Pak Prabowo, bantu kami Pak,” kata beberapa warga dari arah seberang.
Presiden pun membalas sapaan warga, dan menunjukkan gesture meminta maaf karena tidak dapat menemui mereka di rumahnya. Presiden kemudian berjanji akan membantu warga yang rumahnya rusak akibat banjir. Untuk menghibur warga, Presiden juga sempat menunjukkan gesture seperti orang berenang, yang seolah-olah dirinya menyeberangi sungai untuk menemui mereka.
Presiden Prabowo tiba di Bali pada Sabtu siang dan bergerak menuju area dekat Pasar Badung-Kumbasari, dan rumah-rumah di sekitar area pasar dan sempadan Tukad Badung yang rusak akibat banjir. Selepas itu, Presiden melanjutkan perjalanan ke Istana Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, pada Sabtu sore. (ndi/ANTARA)
