Aktual.co.id – Museum Louvre tetap tutup pada hari Senin, sehari setelah perhiasan bersejarah dicuri dari museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut.
Staf museum meminta puluhan pengunjung yang mengantre di depan pintu masuk piramida kaca untuk keluar.
Dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial, Louvre menyatakan bahwa pengunjung yang telah memesan tiket akan mendapatkan pengembalian uang.
Pihak museum tidak memberikan detail lebih lanjut. Pada hari Minggu, pencuri menaiki kereta gantung ke fasad Louvre , mendobrak jendela, memecahkan etalase, dan melarikan diri membawa perhiasan Napoleon yang tak ternilai harganya.
Pencurian tersebut terjadi sekitar 30 menit setelah museum dibuka, dengan pengunjung sudah berada di dalam, dan merupakan salah satu pencurian museum paling terkenal yang pernah tercatat.
Menteri Kebudayaan Rachida Dati mengatakan penyelidik sedang menyelidiki bukti-bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
“Kami menemukan sepeda motor dan mereka memiliki pelat nomor,” kata Dati kepada stasiun berita CNews.
Pihaknya juga ingin memberikan penghormatan kepada petugas keamanan yang mencegah dengan pembakaran lift keranjang. “Salah satu pelaku mencoba membakarnya, tetapi mereka memaksanya melarikan diri. Hal ini memungkinkan kami menemukan bukti di tempat kejadian,” kata Dati.
Delapan benda diambil yakni sebuah diadem safir, kalung dan anting-anting tunggal dari set yang serasi yang terkait dengan ratu Prancis abad ke-19 Marie-Amélie dan Hortense;.
Sebuah kalung dan anting-anting zamrud dari set yang serasi milik Permaisuri Marie-Louise, istri kedua Napoleon Bonaparte.
Sebuah bros relikui; dan diadem Permaisuri Eugénie dan bros pita korsase besarnya, sebuah ansambel kekaisaran abad ke-19 yang berharga. (ndo/ApNews)
