Aktual.co.id – Guna mengoptimalkan potensi wisata dan ekonomi lokal, tim dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Wisata Kopi Kluncing, Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung pada Agustus 2025 ini berfokus pada pemetaan kebutuhan komunikasi, konsultasi strategi branding, hingga pelatihan singkat pengelolaan media sosial berbasis Instagram.
Kampung Kopi Kluncing selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi rakyat di Desa Sukorejo, Sumberwringin, dan semakin populer berkat kopi arabika berlabel Indikasi Geografis (IG) Java Ijen–Raung. Selain menjadi lokasi edukasi proses kopi bagi wisatawan, kawasan ini juga kerap menjadi titik singgah wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum menuju Kawah Ijen. Di tempat ini, pengunjung dapat mengalami langsung perjalanan kopi dari kebun hingga sajian di cangkir.
Berdasarkan potensi besar inilah, tim dosen Ilmu Komunikasi UPN Jatim tergerak untuk turut serta memberdayakan masyarakat. “Dari kunjungan sebelumnya, kami melihat Kampung Kopi Kluncing sudah memiliki cita rasa kopi dan pengalaman wisata yang unggul. Tantangannya terletak pada bagaimana mem-branding dan memposisikan produk ini dengan lebih kuat di pasar, terutama melalui media digital,” ujar Ratih, salah satu tim pengabdian.
Dalam pertemuan dengan Ishak, pemilik kafe Kampung Kopi Kluncing yang berada di rest area utama kawasan tersebut, tim melakukan komunikasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun Kluncing memiliki produk kopi berkualitas dan pengalaman wisata yang kaya, upaya branding dan publikasi digital masih belum optimal.
Melalui sesi pendampingan singkat, tim dosen kemudian memberikan pelatihan dasar pengelolaan Instagram sebagai media promosi, termasuk pengenalan prinsip storytelling visual, strategi unggahan, hingga mengoptimalkan user generated content (UGC). Salah satu output penting dari kegiatan tersebut adalah terciptanya logo resmi Kampung Kopi Kluncing, yang langsung digunakan sebagai foto profil di akun media sosialnya.
“Kami berharap dengan adanya logo baru dan pemahaman dasar pengelolaan media sosial ini, Kampung Kopi Kluncing dapat semakin dikenal luas. Logo adalah elemen fundamental dalam brand identity yang akan memperkuat ingatan dan pengakuan konsumen,” tambah Zara, salah satu tim pengabdian.
Pendampingan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan, mengingat Kluncing semakin sering menjadi lokasi penelitian dan pengabdian dari berbagai universitas. Pada waktu yang bersamaan, KKN mahasiswa UGM yang mengembangkan inovasi pengolahan asap sampah menambah dinamika kolaboratif yang tumbuh di kawasan tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi, memperkuat daya tarik wisata, dan menegaskan Kampung Wisata Kopi Kluncing sebagai salah satu wajah unggulan Bondowoso dalam wisata kopi. (Penulis: Zahrotul Munawwaroh)
