Aktual.co.id – Per Rabu 26 November 2025 Rais Aam mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang ditandantangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Khatib PBNU Ahmad Tajul Mafakir, berisi memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU).
Atas keputusan ini banyak yang bertanya tentang fungsi dan kedudukan Rais Aam dalam kepengurusan PBNU. Mengutip dari laman NU, istilah rais ‘aam digunakan menyebut pemimpin tertinggi di dalam jam’iyah NU.
Lengkapnya disebut Rais ‘Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dikutip dari Ensiklopedia NU, fungsi rais ‘aam adalah sebagai kepala Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
Sebagai pemimpin tertinggi jam’iyah NU, rais ‘aam memiliki lima wewenang yang termaktub di dalam ART NU Bab XVIII Pasal 58 ayat 1.
Pertama, mengendalikan kebijakan umum organisasi. Kedua, mewakili PBNU baik keluar maupun ke dalam yang menyangkut urusan keagamaan baik dalam bentuk konsultasi, koordinasi, maupun informasi.
Ketiga, bersama ketua umum mewakili PBNU dalam hal melakukan tindakan penerimaan, pengalihan, tukar-menukar, penjaminan, penyerahan wewenang penguasaan atau pengelolaan dan penyertaan usaha atas harta benda bergerak dan/atau tidak bergerak milik atau yang dikuasai NU dengan tidak mengurangi pembatasan yang diputuskan oleh muktamar baik di dalam atau di luar pengadilan.
Keempat, bersama ketua umum menandatangani keputusan-keputusan strategis PBNU. Kelima, bersama ketua umum membatalkan keputusan perangkat organisasi yang bertentangan dengan AD dan ART NU.
Di ayat berikutnya, masih di bab dan pasal yang sama, rais ‘aam memiliki empat tugas. Pertama, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar dan kebijakan umum PBNU.
Kedua, memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi tugas-tugas di antara pengurus besar syuriyah. Ketiga, bersama ketua umum memimpin pelaksanaan muktamar, musyawarah nasional alim ulama, konferensi besar, rapat kerja, rapat pleno, rapat harian syuriyah dan tanfidziyah. Keempat, memimpin rapat harian syuriyah dan rapat pengurus lengkap syuriyah. (ndi/NUonline)
