• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Militer Thailand Melancarkan Serangan Udara di Perbatasan Kamboja
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Militer Thailand Melancarkan Serangan Udara di Perbatasan Kamboja

Redaktur III Senin, 8 Desember 2025
Share
3 Min Read
Seorang tentara Thailand di evaluasi sesaat konflik senjata Thailand dan Kamboja/foto: Al Jazeera
Seorang tentara Thailand di evaluasi sesaat konflik senjata Thailand dan Kamboja/foto: Al Jazeera

Aktual.co.id – Militer Thailand telah melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasan yang disengketakan dengan Kamboja saat negara tetangga Asia Tenggara itu saling menyalahkan atas bentrokan yang menewaskan seorang tentara Thailand dan melukai tiga warga sipil Kamboja.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, juru bicara militer Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvari, mengatakan Thailand mengerahkan pesawat itu untuk menekan serangan Kamboja setelah kematian tentara Thailand di provinsi Ubon Ratchathani.

Setidaknya empat orang lainnya juga terluka dalam insiden itu. Pernyataan Thailand mengatakan tentara Kamboja telah “menembakkan senjata ringan dan senjata melengkung” sejak sekitar pukul 5:05 pagi (22:00 GMT pada hari Minggu), dengan laporan bahwa salah satu tentaranya telah tewas diterima sekitar pukul 7 pagi (00:00 GMT).

Baca Juga:  Pidato Dipuji Trump, Prabowo: Kadang Gak Sadar Seperti Itu

Namun, Kamboja membantah pernyataan Thailand tersebut. Militer Kamboja, dalam sebuah pernyataan di Facebook, mengatakan bahwa pasukan Thailand-lah yang melancarkan serangan pertama pada pukul 5 pagi waktu setempat pada hari Senin (8/12).

Militer menambahkan bahwa bentrokan tersebut menyusul berbagai tindakan provokatif selama berhari-hari yang dilakukan oleh pasukan Thailand.

Kemudian pada hari itu, wakil gubernur wilayah perbatasan Kamboja, Oddar Meanchey, mengatakan tiga warga sipil, termasuk seorang wanita, terluka dalam serangan Thailand.

Met Measpheakdey tidak merinci apakah warga sipil terluka oleh serangan udara atau tembakan. Bentrokan itu terjadi sehari setelah episode pertempuran singkat lainnya di daerah Phu Pha Lek–Phlan Hin Paet Kon di provinsi Sisaket, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan.

Baca Juga:  PT Sritex Tutup, Nama Noel Melambung di Media Sosial

Militer Thailand mengatakan tembakan Kamboja melukai dua tentara Thailand dan pasukan Thailand membalas, yang mengakibatkan baku tembak yang berlangsung sekitar 20 menit.

Kamboja mengatakan bahwa pihak Thailand melepaskan tembakan terlebih dahulu dan pasukannya sendiri tidak membalas.

Bentrokan tersebut mengakibatkan kembali terjadinya pengungsian di kedua negara. Wilayah Angkatan Darat Kedua Thailand mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sekitar 35.000 orang telah dievakuasi dari daerah-daerah di sepanjang perbatasan, sementara juru bicara pemerintah provinsi Oddar Meanchey Kamboja mengatakan “sejumlah penduduk desa yang tinggal di dekat perbatasan melarikan diri ke tempat aman.”Provinsi Kamboja juga menangguhkan sekolah pada hari Senin akibat pertempuran tersebut.

Perdana Menteri Malaysia, menyatakan keprihatinan yang mendalam. “Kami mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin, menjaga komunikasi tetap terbuka, dan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme yang ada,” ujarnya dalam sebuah postingan di X. “Malaysia siap mendukung langkah-langkah yang dapat membantu memulihkan ketenangan dan mencegah insiden lebih lanjut. Kawasan kami tidak mampu membiarkan perselisihan yang telah berlangsung lama terjerumus ke dalam siklus konfrontasi,” tambahnya.

Baca Juga:  AJI Surabaya Kecam Polisi Pukul dan Intimidasi Jurnalis Saat Meliput Demo Tolak UU TNI

Thailand dan Kamboja selama lebih dari satu abad memperebutkan kedaulatan di titik-titik yang tidak dibatasi di sepanjang perbatasan darat sepanjang 817 km (508 mil).

Yang pertama kali dipetakan pada tahun 1907 oleh Prancis saat negara itu memerintah Kamboja sebagai koloni. Ketegangan yang membara kadang-kadang meledak menjadi pertempuran kecil, seperti baku tembak artileri selama seminggu pada tahun 2011. (ndi/Al Jazeera)

SHARE
Tag :ASEANKambojaKonflik ThailandThailand
Ad imageAd image

Berita Aktual

bendera Amerika dan Iran/ Foto: Ist
Berikut Bocoran Pertemuan Tim AS dan Iran yang Kembali Digelar di Islamabad
Sabtu, 18 April 2026
Madonna dan Sabrina Carpenter/ Foto: variety
Madonna Berkolaborasi dengan Sabrina Carpenter Bikin Heboh di Coachella
Sabtu, 18 April 2026
Anjungan kilang minyak/ Foto: Ist
Pembukaan Selat Hormuz Menurunkan Harga Minyak Mentah Dunia
Sabtu, 18 April 2026
Samsung Galaxy Tab A11+ / Foto: GSM Arena
Samsung Meluncurkan Galaxy Tab A11+ Kids Edition Khusus buat Anak
Sabtu, 18 April 2026
Peta Selat Hormuz/ Foto: ANTARA
Kapal Mulai Beroperasi Pasca Dibukanya Teluk Hormuz oleh Iran
Sabtu, 18 April 2026

Mental Health

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang oleh Kejakgung RI

Zeda Salim Memutuskan Lepas Hijab untuk Bekerja Menafkahi Anak

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

More News

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) menyaksikan penandatanganan kesepakatan perdamaian Kamboja–Thailand antara Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (dua kanan) dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (dua kiri), bertepatan dengan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia/ Foto: capture ANTARA

Kamboja dan Thailand Sudah Melakukan Pembicaraan dengan Donald J Trump

Minggu, 16 November 2025
Presiden AS Donald Trump saat hadir dalam KTT ke 13 ASEAN / Foto: Setneg

Trump Mengapresiasi Prabowo Atas Peran Perdamaian di Timur Tengah

Minggu, 26 Oktober 2025
Ketua PB PGRI Teguh Sumarno / Foto : net

Ketua PB PGRI Menanggapi Statement Menkeu Tentang Guru Beban APBN

Selasa, 19 Agustus 2025
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/ Foto: capture Aljazeera

Serangan Israel Diduga Berkaitan dengan Kepemimpinan Ayatollah Khamenei

Sabtu, 28 Februari 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id