Aktual.co.id – Pasukan Israel telah membombardir pinggiran selatan Beirut dan mengklaim telah membunuh Malek Balou, seorang komandan Pasukan Radwan Hizbullah.
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan, menargetkan Ghobeiri di pinggiran selatan, demikian dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah, diiringi ledakan keras dan kerusakan luas di daerah tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan serangan itu, dan mengatakan bahwa ia dan Menteri Pertahanan Israel Katz telah menginstruksikan tentara melakukan serangan tersebut.
“Teroris Radwan bertanggung jawab atas penembakan di permukiman Israel dan melukai tentara [tentara Israel]. Tidak ada teroris yang kebal – tangan panjang Israel akan menangkap setiap musuh dan pembunuh,” kata Netanyahu dalam sebuah unggahan di Telegram.
“Kami berjanji untuk memberikan keamanan kepada warga di wilayah utara – inilah cara kami melakukannya dan inilah cara kami akan terus melakukannya!” tambahnya. Sementara Hezbollah belum menanggapi klaim Israel tersebut.
Pasukan Israel terus menyerang wilayah selatan dan timur Lebanon meskipun ada gencatan senjata, sehinga menewaskan sedikitnya 13 orang pada hari Rabu.
Serangan Israel di Lembah Bekaa, Lebanon timur, menewaskan empat orang, sementara tentara Israel mengatakan mereka menyerang target Hizbullah di selatan, setelah memperingatkan penduduk di selusin kota untuk mengungsi.
Sementara itu, Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa operasi yang menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan, serta serangan terhadap Israel utara.
Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.700 orang sejak 2 Maret 2026, termasuk puluhan orang sejak gencatan senjata 17 April 2026 yang ditengahi oleh Washington antara perwakilan Israel dan Lebanon.
Militer Israel mengatakan mereka juga kehilangan 17 tentara dan seorang kontraktor sipil dalam pertempuran tersebut. (ndi/Aljazeera)
