Aktual.co.id – Hari Permen Karet dirayakan setiap tahun pada hari Jumat pertama bulan Februari. Permen karet pada dasarnya tidak bergizi dan orang tua enggan memberikan permen karet kepada anak-anak karena dapat membahayakan kesehatan gigi mereka.
Banyak sekolah melarang karena limbah permen karet dianggap menjijikkan. Namun, hanya sedikit yang tidak menikmati permen karet saat tumbuh dewasa.
Tidak jarang orang dewasa mengonsumsi permen mint dalam bentuk permen karet, terutama untuk mengatasi bau mulut atau kecanduan nikotin.
Hari Permen Karet pertama kali dirayakan pada tahun 2006 oleh penulis Ruth Spiro. Ia memutuskan bahwa dunia membutuhkan hari yang menyoroti pentingnya pendidikan, filantropi. Dan yang terpenting, permen karet.
Perayaan ini sukses sejak kali pertama diadakan, dan orang-orang cepat menyukai tujuan mulia di balik hari tersebut.
Hari Permen Karet mendorong anak-anak untuk bermurah hati dan memotivasi sekolah untuk mendukung badan amal yang selaras dengan keyakinan mereka.
Perayaan Hari Permen Karet Nasional juga tidak terbatas hanya pada sekolah. Orang dewasa merayakan dengan mengajak bisnis dan pusat komunitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi memberikan kepada masyarakat.
Anak-anak membayar 50 sen untuk hak istimewa mengunyah permen karet di sekolah pada hari permen karet, yang kemudian disumbangkan ke badan amal.
Walter Diemer bereksperimen dengan resep permen karet baru. Dia menemukan resep yang disebut Blibber Blubber. Permen karet ini kurang lengket daripada permen karet biasa, dan juga lebih mudah diregangkan.
Permen karet ini menjadi populer dan dinamai Dubble Bubble. Permen karet ini tetap menjadi merek permen karet yang dominan hingga setelah Perang Dunia Kedua.
Di pasar baru, permen karet Bazooka semakin populer. Merek pertama di Amerika yang menggunakan bahan dasar permen karet sintetis adalah Hubba Bubba dan Bubble Yum.
Permen karet paling umum tersedia dalam warna merah muda. Warna merah muda yang khas tersebut berasal dari resep asli yang digunakan Diemer.
Anak-anak lebih menyukai rasa seperti stroberi dan raspberry biru, sementara mereka skeptis terhadap rasa yang lebih kompleks.
Permen karet modern terdiri dari karet alami seperti chicle dan beberapa bahan berbasis permen karet sintetis. (ndi/national today)
