Aktual.co.id – Sebuah desa Shakshouk di sekitar Danau Qarun Mesir, mengeluarkan bau busuk yang berasal dari air menyengat.
Danau yang terletak di Oasis Fayoum, sebuah cekungan di gurun pasir sekitar 80 kilometer (50 mil) di sebelah barat daya Kairo, telah lama terkenal karena kelimpahan ikannya.
Akibat bau tersebut aktivitas penangkapan ikan menjadi minim. Perahu-perahu terparkir di sepanjang pantai, dengan satu atau dua perahu yang menyeberangi danau setiap beberapa jam sekali.
Puluhan restoran ikan yang berjejer di tepi pantai sebagian besar tutup, dan beberapa yang buka pun tidak ada pelanggan di dalamnya.
Bau tersebut, dan kurangnya aktivitas penangkapan ikan, saling berkaitan. Saluran drainase kecil membelah jalan-jalan di Shakshouk dan membuang limbah yang tidak diolah ke danau.
“Bau danau ini menjadi sangat busuk, terutama di musim panas. Baunya tak tertahankan karena polusi,” kata seorang nelayan.
Situasi di Shakshouk, dan wilayah Danau Qarun lainnya, sangat berbeda dari narasi yang muncul di Mesir selama beberapa minggu terakhir.
Pada bulan Desember, para fotografer mengabadikan gambar menarik perhatian nasional: kawanan flamingo yang mengarungi perairan dangkal di danau tersebut.
Gambar-gambar tersebut segera dimuat oleh surat kabar pemerintah sebagai bukti keberhasilan proyek restorasi danau yang dipimpin pemerintah, bahkan kantor perdana menteri Mesir menyebut Kembalinya flamingo ke Danau Qarun sebagai titik balik dalam pemulihan lingkungan danau. “[Burung flamingo] tidak akan kembali ke habitat mana pun kecuali kondisi lingkungan tertentu terpenuhi, termasuk air bersih, makanan berlimpah, dan stabilitas biologis,” kata kantor perdana menteri.
Eid el-Raghy, seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Mesir, mengklarifikasi kepada Al Jazeera bahwa burung-burung migran tidak pernah sepenuhnya menghilang dari Danau Qarun.
Tetapi dia mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah flamingo yang tiba, dan lamanya masa tinggal mereka, sebagai perubahan setelah bertahun-tahun mengalami penurunan.
Namun, seperti yang terlihat dari air limbah yang mengalir di Shakshouk, dan kurangnya aktivitas penangkapan ikan, tingkat polusi Danau Qarun jelas tinggi yang berarti kembalinya flamingo ke Oasis Fayoum mungkin hanyalah fatamorgana di padang pasir. (ndi/Al Jazeerah)
