• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Seni Melepaskan Salah Satu Cara untuk Menyembuhkan Diri
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Seni Melepaskan Salah Satu Cara untuk Menyembuhkan Diri

Redaktur III Selasa, 3 Maret 2026
Share
4 Min Read
Meditasi salah satu cara melepaskan/ Foto: freepik
Meditasi salah satu cara melepaskan/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Ada kalanya dalam hidup kita berdiri di depan sebuah jendela yang terbuka, memandang sesuatu yang indah namun perlahan melukai.

Pemandangannya menenangkan, warnanya memikat, kenangannya hangat. Namun setiap kali angin masuk melalui celah itu, ada perih yang tak terucap menyusup ke dalam dada.

Secara psikologis, manusia cenderung bertahan pada apa yang terasa familiar, bahkan ketika ia menyakitkan.

Banyak yang takut kehilangan keindahan semu daripada menghadapi kenyataan bahwa sesuatu itu tidak lagi sehat bagi jiwa.

Dalam kehidupan sosial, diajarkan mempertahankan hubungan, pekerjaan, atau keadaan yang terlihat baik dari luar. Orang lain hanya melihat pemandangannya, bukan luka yang dirasakan.

Tutuplah jendela yang menyakiti meski seindah apapun pemandangannya. Kalimat ini bukan tentang lari dari masalah, melainkan keberanian menjaga diri.

Baca Juga:  Berikut Perilaku Orang Bersikap Ramah Namun Aslinya Pembenci

Tidak Semua Keindahan Membawa Ketenangan

Ada pemandangan yang memanjakan mata tetapi menguras hati. Secara filosofis, keindahan sering kali bersifat subjektif dan sementara.

Ia memikat di permukaan, tetapi tidak selalu memberi kedamaian yang mendalam. Ketika mulai membedakan antara yang indah dan yang menyehatkan, maka bisa dikatakan naik satu tingkat dalam kedewasaan batin.

Menutup jendela bukan berarti membenci keindahannya, melainkan mengakui bahwa jiwa membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar tampilan luar.

Melepaskan Bentuk Mencintai Diri Sendiri

Secara psikologis, manusia sulit melepaskan karena ada keterikatan emosional yang telah tumbuh. Kenangan, harapan, dan bayangan masa depan membuat kita bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Namun wah, ada momen ketika melepaskan justru menjadi tindakan paling penuh kasih terhadap diri sendiri. Menutup jendela berarti memilih kesehatan mental daripada nostalgia, memilih ketenangan daripada kebiasaan yang melukai perlahan.

Baca Juga:  Jika Hal Kecil Sering Mengganggu Bisa Jadi Tanda Depresi

Luka yang Dibiarkan Membentuk Pola Penderitaan

Dalam dinamika sosial, sering kali kita menoleransi hal hal yang menyakitkan demi menjaga citra atau hubungan. Banyak yang berkata pada diri sendiri bahwa semua akan membaik, padahal luka terus berulang.

Kesadaran bahwa pola ini harus dihentikan adalah titik balik yang menguatkan. Menutup jendela berarti memutus siklus penderitaan yang selama ini dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan.

Keberanian Tidak Selalu Terlihat Heroic

Banyak orang mengira keberanian adalah bertahan dalam badai. Padahal keberanian terletak pada keputusan sederhana untuk berhenti membuka diri pada sumber luka.

Secara sosial, keputusan ini mungkin disalahpahami. Orang lain bisa saja tidak mengerti mengapa kita memilih menjauh dari sesuatu yang tampak indah.

Baca Juga:  Pemiliki Kepribadian Narsisistik Cenderung Dikucilkan Karena Arogan

Namun keberanian sejati tidak selalu membutuhkan pengakuan. Ia lahir dari kesadaran bahwa kita berhak hidup tanpa terus menerus disakiti.

Di Balik Jendela yang Tertutup Ada Ruang untuk Cahaya Baru

Ketika satu jendela ditutup, ruangan mungkin terasa lebih sunyi untuk sementara. Namun justru dalam kesunyian itu memberi kesempatan bagi cahaya lain untuk masuk.

Secara eksistensial, hidup selalu menyediakan kemungkinan baru bagi yang berani membuat ruang. Menutup jendela yang menyakitkan bukan akhir keindahan, melainkan awal pemandangan yang lebih selaras dengan ketenangan jiwa.

Sekarang tanyakan diri sendiri, berapa banyak jendela dalam hidup yang masih terbuka hanya karena takut kehilangan pemandangannya, padahal setiap hari ia diam diam melukai hati. (fb)

SHARE
Tag :Gangguan Cemasgangguan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Salah satu ilustrasi game miliki Sony/ Foto: engagatged
Sony Akan Melakukan Perubahan Multiplatform untuk Game PC dan PS5
Kamis, 5 Maret 2026
Tangkapan layar postigan youtube Isyana Saraswati/ Foto: youtube
Video Teaser Lagu Isyana Mendapat Tanggapan Negatif dari Warganet
Kamis, 5 Maret 2026
Kapal tanker di Selat Hormuz/ Foto: The Guardian
Penutupan Selat Hormuz Bisa Mengancam Ketersediaan Pertanian Pangan Dunia
Kamis, 5 Maret 2026
Tampilan cheez keju/ Foto: national today
Camilan Cheez Keju Akibat Kesalahan Pemanggangan yang Mendatangkan Makanan Enak
Kamis, 5 Maret 2026
Tampilan Mac Book Neo/ Foto: engagatged
MacBook Neo: Laptop Apple Seharga Rp10 Jutaan Sudah Terasa Sangat Hebat.
Kamis, 5 Maret 2026

Mental Health

ilustasi / Foto: freepik

Berikut Perbedaan Kepribadian Introvert dan Covert Narsisistik Personality Disorder (NPD)

Ilustrasi mendidik anak/ Foto: freepik

Perbedaan Anak Patuh dengan Anak yang Penuh Tantangan Kreativitas

Ilustrasi mendengarkan/ Foto: freepik

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Sikap yang Menguras Energi Mental

Meditasi salah satu cara melepaskan/ Foto: freepik

Seni Melepaskan Salah Satu Cara untuk Menyembuhkan Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gerhana Bulan Darah Menakjubkan Berlangsung di Beberapa Negara

Panduan Salat Gerhana Bulan yang Terjadi pada 3 Maret 2026

BTS Merilis Album Arirang di Platform Media Sosial

KPK Periksa 10 Pejabat di Pemerintah Kabupaten Pekalongan

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Sikap yang Menguras Energi Mental

More News

Kelas dan kelompok diskusi di SMP Negeri 1 Subang menjadi ruang aman untuk belajar dan berpendapat/istimewa

Guru SMPN 1 Subang Pelopori Metode Pembelajaran ISEL, Berhasil Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa Pascapandemi

Jumat, 28 November 2025
Ilustrasi gejala awal stroke / Foto: Freepik

Mencegah Gejala Stroke Ringan Seperti yang Diderita oleh Kak Seto

Rabu, 29 Oktober 2025
Sikap tidak konsisten orang tua bisa menyebabkan anak tidak hormat / foto : Istimewa

Sikap Orang Tua yang Menyebabkan Tidak Dihormati Oleh Anak

Kamis, 6 Maret 2025
Cemas bisa mengganggu produktifitas / foto : freepik

Mengenal Gangguan Neurotisme pada Orang Dewasa

Minggu, 1 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id