Aktual.co.id – Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi pengingat bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental.
Dikutip dari laman World Health Organitation (WHO), kampanye tahun ini berfokus pada kebutuhan mendesak untuk mendukung kesehatan mental dan kebutuhan psikososial masyarakat yang terdampak darurat kemanusiaan.
Krisis seperti bencana alam, konflik, dan kedaruratan kesehatan masyarakat menyebabkan tekanan emosional, dengan satu dari lima orang mengalami kondisi kesehatan mental.
“Mendukung kesejahteraan mental individu selama krisis semacam itu tidak hanya penting tetapi juga menyelamatkan nyawa, memberi kekuatan untuk bertahan, ruang untuk menyembuhkan, memulihkan, dan membangun kembali, tidak hanya sebagai individu tetapi juga sebagai komunitas,” tulis WHO.
Itulah mengapa sangat penting bagi semua orang, termasuk pejabat pemerintah, penyedia layanan kesehatan dan sosial, staf sekolah, dan kelompok masyarakat untuk bersatu.
“Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan mereka yang paling rentan memiliki akses ke dukungan yang mereka butuhkan sekaligus melindungi kesejahteraan semua orang,” ulas WHO.
Disampaikan, dengan berinvestasi dalam bukti dan intervensi berbasis komunitas, semua dapat mengatasi kebutuhan kesehatan mental yang mendesak, mendorong pemulihan jangka panjang, dan memberdayakan masyarakat dan komunitas untuk membangun kembali kehidupan mereka dan berkembang.
“Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, marilah kita tingkatkan upaya kita untuk menciptakan dunia di mana kesehatan mental dihargai, dilindungi, dan dapat diakses oleh semua orang, terutama saat menghadapi kesulitan,” pungkas tulisan tersebut. (ndi/WHO)
