Aktual.co.id – Tyler Robinson, pria yang diduga membunuh aktivis sayap kanan Charlie Kirk pada bulan September, tampil kali pertamanya di pengadilan pada hari Kamis, 11 Desember 2025.
Mengutip dari people, Robinson, mengenakan kemeja berkerah biru muda dan dasi warna-warni, tampak tenang dan sesekali tersenyum saat berbicara dengan pengacaranya sebelum sidang dimulai di Gedung Pengadilan Distrik Keempat di Provo, Utah, pada hari Kamis.
Pria berusia 22 tahun itu didakwa dengan satu dakwaan pembunuhan berencana, satu dakwaan penggunaan senjata api secara ilegal, dan satu dakwaan kekerasan di hadapan anak, serta dua dakwaan masing-masing menghalangi keadilan dan mengintimidasi saksi.
Dia belum memberikan pernyataan pembelaan, dan jaksa penuntut untuk memberikan tuntutan hukuman mati.
Selama sidang pada hari Kamis, argumen difokuskan pada potensi media merekam jalannya persidangan yang akan datang dan akses publik terhadap informasi kasus.
Salt Lake Tribune melaporkan bahwa sebagian dari sidang direkam namun publik, termasuk keluarga Robinson, dilarang memasuki ruang sidang selama percakapan tertentu, hal ini sesuai perintah hakim.
Pihak berwenang menduga Robinson menembak Kirk hingga tewas pada 10 September dari sebuah bangunan yang berjarak 200 yard (sekitar 60 meter) selama unjuk rasa Turning Point USA di kampus Utah Valley University di Orem.
Robinson diduga melarikan diri dari tempat kejadian tetapi meninggalkan sebuah senapan yang menurut jaksa penuntut umum mengandung jejak DNA-nya.
Robinson ditangkap setelah Gubernur Utah Spencer Cox mengatakan ada seorang anggota keluarga melihat gambar yang dirilis FBI. Anggota keluarga tersebut memberi tahu pihak berwenang tentang keberadaan gambat tersebut. Sejak saat itu Robinson menyerahkan diri dengan bantuan seorang teman keluarga.
Robinson diduga mengatakan kepada teman sekamarnya bahwa dia telah merencanakan penembakan itu selama lebih dari seminggu.
Hal ini berdasarkan pesan teks yang dibacakan oleh Cox selama konferensi pers. Ketika ditanya mengapa dia membunuh aktivis sayap kanan itu, Robinson diduga menjawab, “Saya sudah muak dengan kebenciannya. Beberapa kebencian tidak bisa dinegosiasikan,” katanya.
Kini dia sedang menjalani persidanan di Utah dengan didampingi pengacara. Penuntut umum telah memberikan Gambaran Tengan tuntutan hukuman yang diberikan adalah mati. (ndi/people)
