Aktual.co.id – Selain memperingati Hari Natal, tanggal 25 Desember juga cocok menikmati kue pai labu yang diyakini sebagai hari lahir kue tersebut.
Pai labu, yang memiliki dasar kulit pai berisi custard labu, dihias dan disajikan dengan berbagai rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan jahe.
Meskipun tidak pasti asal usul perayaan Hari Pai Labu dimulai, sajian ini sendiri memiliki sejarah yang cukup kaya. Nama tersebut berasal dari kata Yunani ‘pepon’, yang berarti ‘melon besar’.
Kata ini diadopsi oleh orang Prancis sebagai ‘pompon’ dan akhirnya diubah menjadi ‘pumpion’ oleh orang Inggris.
Para peziarah pertama yang menetap di Koloni Plymouth telah membuat semacam pai labu. Dengan labu yang dibawa oleh penduduk asli Amerika, para pemukim pertama mampu membuat custard labu menggunakan susu, madu, dan rempah-rempah.
Inilah yang menyebabkan penyajian pai labu pada perayaan Thanksgiving pertama. Pada tahun 1651, koki terkenal Prancis, François Pierre de la Varenne, menerbitkan buku masak Prancis terpentingnya, “Le Vrai Cuisinier François” (Koki Prancis Sejati).
Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1653 dan menampilkan resep pai labu dengan nama ‘Tourte of Pumpkin’.
Resep ‘pumpion pie’ mulai masuk ke dalam buku masak Inggris pada tahun 1670-an. Resep eksperimental berkurang, dan versi yang terdefinisi mulai muncul, dengan penambahan rempah-rempah. Bahan opsional lainnya termasuk kismis, apel, dan kismis hitam.
Tahun 1796, pai labu terbentuk “American Cookery” ditulis dalam buku yang dibuat oleh Amelia Simmons, seorang yatim piatu Amerika.
Ini adalah buku pertama yang berisi resep-resep yang sesuai dengan selera Amerika dan memiliki resep puding labu, yang dipanggang dalam kulit pai. Rasanya mirip dengan pai labu yang dimakan saat ini.
Saat ini, inspirasi resep pai labu sangat banyak, berkat Pinterest dan sumber lainnya. Sebagai hidangan penutup utama di Halloween, Thanksgiving, dan Natal, pai labu benar-benar merupakan suguhan liburan yang sempurna. (ndi/national today)
