Aktual.co.id – Secara psikologis, orang Narcissistic Personality Disorder (NPD) terlihat percaya diri, dominan, bahkan seperti tidak punya rasa bersalah.
Namun di balik citra tersebut, banyak penelitian kesehatan mental menjelaskan bahwa ada rasa rapuh yang dalam yang menutupi berbagai mekanisme pertahanan diri.
Rasa rapuh ini berkaitan dengan harga diri yang tidak stabil. Di luar, terlihat kuat tapi di dalam, sangat sensitif terhadap kritik, penolakan, atau apa pun yang menyentuh kelemahannya.
Ketika seseorang mulai mengenali pola NPD, mempertanyakan inkonsistensi, atau menyentuh luka lama yang disembunyikan, sistem pertahanan langsung aktif.
Inilah mengapa reaksinya sering terlihat ekstrem atau tidak proporsional. Beberapa reaksi yang sering muncul ketika titik lemah Narsisistik Personality Disorder (NPD) tersentuh:
Tiba-Tiba Marah
Kemarahan menjadi cara tercepat menghentikan percakapan. Dengan membuat situasi tegang, fokus langsung bergeser dari kelemahan mereka.
Menyerang Balik atau Menyalahkan
Alih-alih menjawab, pemilik NPD akan memutar situasi sehingga terlihat sebagai pihak yang salah.
Menghindar atau Menghilang
Jika merasa terlalu terancam, NPD bisa mendadak menjauh, tidak membalas pesan, atau memutus komunikasi sementara.
Gaslighting
NPD bisa membuat meragukan apa yang orang lain lihat atau rasakan agar kontrol tetap berada di tangan mereka.
Panik Secara Emosional
Meski tidak selalu terlihat jelas, banyak NPD mengalami kecemasan atau kepanikan internal saat citra diri terancam. Hal ini terjadi karena bagi dia, citra diri adalah segalanya. Ketika seseorang terlalu dekat dengan kebenaran yang disembunyikan, rasanya seperti topeng yang selama ini dipakai mulai retak. Itulah sebabnya, ketika mulai melihat pola dengan jelas, reaksinya sering kali bukan dialog yang sehat, melainkan pertahanan yang semakin kuat.
Memahami dinamika ini bukan untuk menyerang siapa pun, tetapi untuk membantu melihat situasi dengan lebih sadar, menjaga batasan diri, dan melindungi kesehatan mental. (fb)
