Aktual.co.id – Studi menunjukkan bahwa 94 persen dari semua jalan di AS menggunakan aspal, dan 80 persen atap rumah tinggal di AS menggunakan genteng aspal.
Fakta tersebut meningkatkan kesadaran tentang produk atap dan perkerasan aspal sekaligus menunjukkan ketahanan dan keberlanjutannya.
Ketahanan aspal terlihat dari kemampuannya merespons kondisi iklim dan bencana alam. Aspal memperbaiki jalan dengan cepat setelah bencana alam dan kerusakan akibat peristiwa terkait cuaca.
Perancang jalan menggunakan aspal untuk membangun jalan yang lebih baik agar tahan terhadap suhu tinggi, salju, es, dan cuaca ekstrem.
Genteng aspal memberikan perlindungan terbaik bagi rumah dan orang-orang di dalamnya menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Kemajuan teknologi membantu membuat atap aspal menjadi lebih kedap air.
Bahan jalan aspal didaur ulang lebih banyak daripada kaleng aluminium dan koran di AS. Manfaat aspal sebagai produk yang paling banyak didaur ulang di AS meliputi dampak lingkungan dan kemajuan menuju ekonomi sirkular yang lebih baik.
Industri ini berkomitmen memproduksi dan membangun perkerasan aspal dengan emisi karbon nol bersih dalam 25 tahun.
Industri atap aspal berupaya mengurangi dan akhirnya menghilangkan pembuangan bahan atap berbasis aspal ke tempat pembuangan sampah. Genteng daur ulang digunakan dalam konstruksi jalan, perbaikan jalan, produk atap, dan banyak lagi. (ndi/national today)
