Aktual.co.id – Dua eksperimen menggunakan gambar wajah manusia pria dan wanita di Jepang menunjukkan bahwa wajah cenderung dominan saat ditampilkan latar belakang merah daripada latar belakang hijau atau abu-abu. Penelitian ini dipublikasikan dalam Evolutionary Psychology.
Manusia melihat dunia yang penuh warna dan memperoleh informasi penting dari warna-warna tersebut. Mereka menafsirkan warna melalui lensa biologis dan kultural, mengaitkannya dengan emosi, simbolisme, dan respons fisiologis.
Merah sering dikaitkan dengan gairah, bahaya, atau urgensi. Warna menarik perhatian dan sering digunakan untuk menandakan larangan. Biru dikaitkan ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas, menjadikannya pilihan populer dalam pencitraan merek perusahaan dan ruang relaksasi.
Kuning melambangkan energi, optimisme, dan kehangatan, tetapi juga menunjukkan kehati-hatian atau peringatan dalam konteks tertentu. Hijau dikaitkan dengan alam, pertumbuhan, dan kesehatan, yang sering kali membangkitkan perasaan keseimbangan dan pembaruan.
Hijau juga menandakan izin atau menunjukkan suatu tindakan yang diperbolehkan seperti lampu lalu lintas hijau). Hitam melambangkan kekuatan, misteri, atau duka cita, dengan interpretasi yang bervariasi di berbagai budaya.
Putih sering dikaitkan dengan kemurnian, kebersihan, dan kesederhanaan, meskipun dalam beberapa budaya, putih melambangkan duka cita.
Penulis studi Na Chen dan rekan-rekannya secara khusus tertarik bagaimana orang menafsirkan warna merah dalam interaksi manusia. Mereka melakukan studi yang mengeksplorasi menempatkan gambar wajah manusia dengan latar belakang warna merah dengan persepsi dominasi wajah tersebut.
Mereka melakukan dua eksperimen menggunakan gambar wajah manusia yang dihasilkan komputer dengan berbagai tingkat fitur dominan, mulai dari yang sangat dominan hingga yang sepenuhnya patuh. Eksperimen pertama menggunakan gambar wajah wanita Asia Timur, sedangkan yang kedua menggunakan gambar wajah pria. Wajah-wajah ini ditampilkan kepada peserta dengan latar belakang merah, hijau, dan abu-abu.
Para peneliti berhipotesis bahwa warna merah akan berinteraksi dengan isyarat dominasi wajah untuk meningkatkan persepsi dominasi pada wajah pria dan wanita. Selain itu, mereka melakukan dua survei. Survei pertama bertujuan menentukan apakah efek yang diamati dari latar belakang merah pada penilaian dominasi meluas ke bentuk geometris sederhana atau khusus untuk wajah.
Kuesioner kedua mengeksplorasi apakah efek merah pada dominasi terbatas pada warna persepsi itu sendiri atau juga diterapkan pada representasi semantik warna di latar belakang.
Peserta dalam eksperimen pertama mencakup 28 mahasiswa sarjana Jepang dari Universitas Waseda, dengan usia rata-rata 20 tahun; 14 di antaranya adalah perempuan. Eksperimen kedua melibatkan 27 mahasiswa sarjana Jepang lainnya dari universitas yang sama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wajah lebih dianggap dominan saat ditampilkan dengan latar belakang merah daripada ditampilkan dengan latar belakang abu-abu atau hijau. Efek ini diamati pada wajah pria dan wanita.
Lebih jauh, survei tersebut mengungkapkan bahwa persepsi dominasi juga meningkat untuk bentuk yang ditampilkan dengan latar belakang merah, bukan hanya untuk wajah manusia.
Studi ini menjelaskan cara manusia mengartikan warna merah. Namun, perlu dicatat bahwa studi ini dilakukan pada dua kelompok kecil mahasiswa S1 Jepang. Studi pada budaya dan kelompok demografi lain mungkin tidak menghasilkan hasil yang identik. (ndi/psypost)
