• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Begadang Sampai Dini Hari Memicu Kehadiran Depresi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Begadang Sampai Dini Hari Memicu Kehadiran Depresi

Redaktur III Jumat, 21 Maret 2025
Share
2 Min Read
Begadang sampai malam memicu kehadiran depresi./ Foto : Freepik
Begadang sampai malam memicu kehadiran depresi./ Foto : Freepik

Aktua.co.id – Para ilmuwan di University of Surrey baru-baru ini menemukan hubungan antara preferensi tidur, keterampilan kesadaran, dan gejala depresi dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di PLOS ONE.

Tim peneliti menemukan bahwa orang yang suka begadang mendapat skor lebih rendah pada kemampuan kesadaran tertentu. Mereka memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga rentan mengalami gejala depresi dibanding orang yang tidur di awal malam.

Orang yang bangun pagi dan yang begadang berbeda tidak hanya dalam hal waktu tidur saja. Namun “Kronotipe” ikut mempengaruhi kinerja kognitif hingga pemrosesan emosional. Kecenderungan bawaan ini memiliki akar genetik yang bisa berubah sepanjang hidup.

Baca Juga:  Cara Orang yang Diliputi Kesulitan Merawat Kekecewaan dan Kegagalan

Kebanyakan, orang yang menyukai begadang di malam hari memiliki rentang usia remaja atau awal dua puluhan. Hampir setengah dari mahasiswa dalam penelitian tersebut, tergolong tipe malam, menempatkan mereka pada risiko rentan depresi.

Studi ini melibatkan 546 mahasiswa dengan usia rata-rata 19,8 tahun. Setiap peserta menyelesaikan kuesioner yang mengukur kronotipe, gejala depresi, lima aspek mindfulness, merenung, kualitas tidur, dan konsumsi alkohol.

Tipe malam melaporkan kualitas tidur yang buruk daripada tipe pagi dan menengah. Mereka juga mengonsumsi banyak alkohol dan mendapat skor lebih rendah pada aspek “bertindak dengan kesadaran” dari mindfulness.

Baca Juga:  Kebiasaan Orang yang Akan Dijauhi oleh Masyarakat Sosial

Salah satu temuan yang mengejutkan adalah peran alkohol. Meskipun orang yang suka begadang minum alkohol lebih banyak, namun jika dikaitkan gejala depresi pada sampel ini, peran alkohol hanya sebagai penghubung sosial.

Artinya mereka meminum alkohol sebatas syarat ketika melakukan aktifitas sosial, bukan konsumsi harian di saat mengalami depresi. Temuan ini melingkupi mahasiswa yang hanya 8,3% melakukan gaya hidup seperti itu.

Dengan peningkatan kesadaran tentang bahaya begadang di malam hari, maka secara efektif mengurangi gejala depresi pada populasi siswa. Mereka bisa mengikuti berbagai terapi untuk menghilangkan kebiasaan begadang sampai malam. (ndi)

SHARE
Tag :Kesadaran Jiwakesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Logo YouTube/ Foto: Techcrunch
YouTube Menggunakan AI untuk Kebutuhan Perjalanan Pengguna Aplikasi
Selasa, 28 April 2026
Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik
Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn
Selasa, 28 April 2026
Kereta Api/ Foto: Ist
PT KAI Pastikan Refund Biaya Tiket 100 Persen Dampak Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026
Tangkapan layar kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur/ Foto: Ist
Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati
Selasa, 28 April 2026
Taksi GreenSM saat menghalangi KRL di Bekasi / Foto: Ist
Taksi Green SM Mendukung Proses Investigasi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026

Mental Health

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Kelelahan mental bisa menyebabkan depresi / Foto : freepik

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Jamuan Makan Malam Donald Trump Diwarnai Teror Penembakan

Pelaku Penembakan Jamuan Makan Malam Presiden Donald J Trump Diperiksa Pihak Keamanan

Ada Surat dari Kedutaan Besar AS Terkait Kasus Bang Si Hyuk

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

More News

Ilustrasi narsisistik dengan kemewahan / Foto : Freepik

Ciri Jaringan Otak Kepribadian Narsisistik dan Antisosial Sama, Namun Berbeda

Sabtu, 23 Agustus 2025
Kekecewaan akan menjadi kuat dikemudian hari / Foto : freepik

Sikap yang Bisa Mengobati Rasa Sakit Setelah Dikhianati Orang Terdekat

Selasa, 13 Mei 2025
Perlu komunikasi ketika diabaikan

Menghadapi Orang yang Mengabaikan

Minggu, 9 Februari 2025
Harga diri rendah ditandai dengan pandangan negatif terhadap orang lain

Seseorang Memiliki Harga Diri Rendah Bisa Dilakukan Terapi Berikut Ini

Kamis, 13 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id