• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang-orang yang Tertutup Terhadap Perubahan Sering Menunjukkan Perilaku Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang-orang yang Tertutup Terhadap Perubahan Sering Menunjukkan Perilaku Ini

Redaktur III Rabu, 26 Maret 2025
Share
3 Min Read
Segera identifikasai orang tertutup yang enggan menerima perubahan/ Foto : Freepik
Segera identifikasai orang tertutup yang enggan menerima perubahan/ Foto : Freepik

Aktual.co.id – ada fenomena menarik di mana seseorang yang bertambah usia cenderung menutup diri dan menghindar perubahan. Perlu mengenali ciri – ciri seseorang yang menutup diri terhadap perubahan terutama menuju pertambahan usia berdasarkan penelitian psikolog  Eliza Hartley yang dimuat di geediting.

Lebih Banyak Mengenang Daripada Merencanakan

Saat orang mulai menolak perubahan, mereka tidak sadar sibuk mengenang masa lalu. Lebih banyak berbicara tentang pengalaman sewaktu dahulu, daripada merencanakan masa depan.

Kuncinya adalah keseimbangan, artinya tidak apa-apa melihat kembali masa lalu, tetapi jangan lupa melihat ke depan dan merencanakan agenda berikutnya.

Menghindari Teknologi

Ketika masa muda seseorang sangat lincah menggunakan peralatan gadged. Namun menginjak usia lanjut usia, mulai enggan menggunakan perangkat teknologi, karena mulai diliputi keputusasaan dan menutup diri.

Baca Juga:  Penelitian Memberikan Rekomendasi Melindungi Diri dari Orang dengan Narsisistik

Melihat perilaku ini membuat sadar bahwa betapa mudahnya terjebak dalam pola menutup diri pada perubahan tanpa disadarai. Tandanya sangat halus namun penting untuk diperhatikan.

Menjadi Kaku Tidak Luwes

Sebuah penelitian dari American Psychological Association menemukan bahwa orang yang kurang terbuka terhadap perubahan biasanya memiliki sifat kaku.

Menyukai rutinitas dan cara yang mapan daripada mencoba sesuatu yang baru. Suka berpegang pada metode yang sudah terbukti dan enggan mengadopsi pendekatan teknik yang berbeda. Ini tanda seseorang bertahap menutup diri terhadap pengalaman dan perubahan baru.

Enggan Mempelajari Hal Baru

Salah satu tanda paling jelas seseorang menjadi enggan terhadap perubahan seiring bertambahnya usia adalah keengganan mempelajari hal-hal baru.

Baca Juga:  Jika Ingin Memiliki Ketangguhan Mental Lakukan Hal Berikut Ini

Penolakan ini sering kali berasal dari rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui. Dengan menolak untuk belajar dan berkembang, secara tidak sengaja membatasi kemampuan beradaptasi.

Bersikap terbuka terhadap pembelajaran merupakan bagian penting untuk tetap fleksibel dan menerima perubahan. Jika mendapati seseorang menolak pengalaman baru mungkin merupakan tanda menjadi tertutup terhadap perubahan.

Menghindari Mengambil Risiko

Menghindari risiko sama halnya membatasi pertumbuhan dan potensi pengalaman baru. Ini perilaku  penolakan terhadap perubahan, meskipun tidak menyadarinya pada awalnya.

Berpegang Sesuatu

Hal ini bisa berupa harta benda, dendam masa lalu, atau kebiasaan dan rutinitas lama. Misalnya, menolak merapikan rumah, berpegang pada barang yang tidak di butuhkan.

Kecenderungan berpegang teguh pada sesuatu ini sering kali didorong oleh rasa nyaman dan aman terhadap sesuatu yang sudah dikenal.

Baca Juga:  Mengelola Stres Ketika Patah Hati

Mengenali perilaku ini dapat menjadi langkah penting memahami dan mengatasi penolakan terhadap perubahan. Ingat, melepaskan merupakan bagian penting dari menyambut yang baru.

Kritis Terhadap Hal Baru

Ketika seseorang resisten terhadap perubahan, bukan hal aneh jika menjadi kritis terhadap hal baru. Baik itu teknologi, ide, atau cara baru dalam melakukan sesuatu. Selalu mencari kesalahan dan kekurangan daripada melihat potensi manfaatnya.

Kritik sering berasal dari rasa takut atau ketidakpercayaan terhadap hal yang tidak diketahui. Jika mendapati diri atau orang lain bersikap kritis terhadap hal baru, mundurlah sejenak dan evaluasi rasa takut terhadap perubahan tersebut. (ndi)

SHARE
Tag :Mental healthpsikologisehat jiwa
Ad imageAd image

Berita Aktual

iPhone 17 / Foto: GSM Arena
Menurut Rumor Bobot iPhone 18 Pro Lebih Tebal 2 Milimeter
Jumat, 10 Juli 2026
Jet tempur F-16 / Foto: anadolu
Pesawat Jet Tempur F-16 Milik Angkatan Udara Yunani Mengalami Kebakaran Saat Terbang
Jumat, 10 Juli 2026
Joko Widodo/ Foto: ANTARA
Joko Widodo Bertakziah ke Rumah Duka Rachmat Gobel di Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
Rahmat Gobel/ Foto: Kompas
Almarhum Rahmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
IU dan Lee Jong Suk/ Foto: soompi
IU dan Lee Jong Suk Dikabarkan Putus
Jumat, 10 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Polisi Menyita Batangan Emas, Mata Uang Asing dan Uang Tunai Rp479 Miliar dari Rumah Sentul

Nadiem Makarim Resmi Mendaftarkan Pengajuan Banding Kasus Chromebook ke PN Jakpus

Militer AS Kembali Melakukan Serangan Terhadap Obyek Vital di Iran

Johnson Menghadiri Pemutaran Perdana Film Moana Bersama Keluarga

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.643 Juta Per Gram

More News

Wanita ada yang memilih sendiri untuk meminimalisir kekecewaan/ foto : Freepik

Perilaku Wanita Kesepian Tapi Tidak Mengakui Kesendirian

Sabtu, 1 Maret 2025
Ilustrasi ngobrol bersama teman / Foto: freepik

Berikut Cerita yang Harus Dihindari Meski Kepada Teman Dekat

Selasa, 16 September 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Ilustrasi serangan asma/ Foto: national today

Hari Asma se Dunia Memperingatkan Bahaya Kesehatan Pernapasan

Senin, 4 Mei 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id