• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ucapan Orang yang Sebenarnya Tidak Bahagia, Menurut Psikologi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Ucapan Orang yang Sebenarnya Tidak Bahagia, Menurut Psikologi

Redaktur III Minggu, 30 Maret 2025
Share
3 Min Read
Banyak orang menutupi lelah mental dengan lewat kata baik - baik saja/ Foto : Freepik
Banyak orang menutupi lelah mental dengan lewat kata baik - baik saja/ Foto : Freepik

Aktual.co.id – Kata – kata merupakan cerminan hati seseorang. Namun kata – kata bisa menjadi kamuflase suasana hati seseorang yang tidak bahagia. Psikolog Farley Ledgerwood memberikan ciri – ciri orang yang merasa tidak bahagia dengan kata – kata.

“Saya Baik – Baik Saja”

Ketika seseorang tidak bahagia menggunakan frasa seperti “Saya baik-baik saja” sebagai cara untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.

Carl Jung, seorang psikiater dan psikoanalis Swiss terkenal mengatakan, “Hal yang paling menakutkan adalah menerima diri sendiri sepenuhnya.”

Jadi, ketika mendengar seseorang berulang kali mengatakan, “Saya baik-baik saja”, mungkin ada baiknya meluangkan waktu menyelidikinya lebih dalam. Bisa jadi ungkapan tersebut untuk menutupi fakta batin yang sedang dirasakan.

“Segalanya Selalu Salah Bagi Saya”

Baca Juga:  Kepribadian Sehat Ketika Menjalin Sebuah Hubungan Menurut Psikolog

Ini adalah kasus klasik dari apa yang oleh psikolog disebut ‘distorsi kognitif‘ yakni perspektif bias yang diambil terhadap diri sendiri dan dunia di sekitar yang sering kali tidak rasional dan condong ke arah negatif.

Jika menemukan seseorang yang mengulang kalimat ini atau kalimat serupa, mungkin sedang berjuang melawan nasib buruk. Mungkin sedang berjuang melawan perasaan tidak bahagia dan pesimisme yang tidak dipahami atau tidak diakui.

“Saya Tidak Butuh Siapa Pun”

Tidak jarang orang mengalami ketidakbahagiaan dengan menjauhkan diri dari orang lain, menggunakan frasa seperti “Saya tidak butuh siapa pun”. Kalimat ini gambaran perasaan kesepian dan putus asa.

Jika mendengar seseorang berkata, “Saya tidak butuh siapa pun,” ketahuilah hal tersebut teriakan minta tolong yang tersembunyi di balik tembok pertahanan.

Baca Juga:  Kebiasaan Sehari Hari Orang yang Hidup Bahagia

Itu adalah tanda sedang berjuang melawan ketidakbahagiaan dan dapat memperoleh manfaat dari pengertian, kesabaran, dan dukungan.

“Saya Selalu Lelah”

Sebuah penelitian menemukan bahwa individu yang melaporkan merasa lelah cenderung memiliki tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih tinggi.

Jika bertemu orang yang terus-menerus mengeluh tentang kelelahan, mungkin ada baiknya mempertimbangkan apa yang terjadi di balik permukaannya.

Kelelahan yang dirasakan tersebut berpotensi menjadi gejala ketidakbahagiaan atau kekacauan emosional.

“Saya Tidak Cukup Baik”

Psikolog terkenal Albert Ellis, yang dikenal mengembangkan Terapi Perilaku Emosional Rasional (REBT), pernah berkata, “Seni cinta sebagian besar adalah seni kegigihan.”

Jika mendengar seseorang berulang kali berkata, “Saya tidak cukup baik”, mungkin sedang berjuang menerima diri sendiri dan dapat memperoleh manfaat dari kepastian, pengertian, dan bantuan profesional.

Baca Juga:  Cara Menghindari Orang Manipulatif dengan Cara Elegan

“Saya Hanya Ingin Bahagia”

Ketika seseorang mengungkapkan keinginan untuk bahagia, itu menunjukkan mereka kehilangan perasaan saat ini.

Mengejar kebahagiaan tanpa henti terkadang menyebabkan kekecewaan dan frustrasi ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.

Ketika seseorang “Saya hanya ingin bahagia,” bisa menjadi tanda sedang berjuang menemukan kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini Semua Salahku”

Orang yang menggunakan frasa ini sedang memikul beban tanggung jawab yang tidak adil. Hal ini dapat menyebabkan persepsi diri yang negatif dan memperparah perasaan ketidakbahagiaan.

Ketika seseorang “Ini semua salahku,” itu menunjukkan sedang berjuang melawan perasaan bersalah dan ketidakbahagiaan, yang tidak disadari. (ndi)

SHARE
Tag :Mental healthmental sehatpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Presiden Prabowo melihat motor listrik nasional/ Foto: setneg
Motor Listrik Nasional Perkuat Kemandirian Transportasi Dalam Negeri
Kamis, 13 Agustus 2026
Pegawai Negeri Sipil/ Foto: Ist
Anggota Komisi III DPR RI Indrajaya Minta Pembayaran PPPK Harus Tuntas
Kamis, 13 Agustus 2026
Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost
Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi
Kamis, 13 Agustus 2026
Gun-il/ Foto: Soompi
Gun-il dari Xdinary Heroes Secara Resmi Meninggalkan Grup
Kamis, 13 Agustus 2026
Ilustrasi kekeringan/ Foto: freepik
BMKG Mengingatkan Agar Lebih Bijak Memanfaatkan Air di Musim Kemarau
Kamis, 13 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Ciptakan Inovasi Kelola Sampah, Mahasiswa UPNVJT Hadirkan Teknologi Bottle Press di Bali

MUI Kecam Aksi Tantangan Booth Minuman Keras Newport di Jakarta

Bangunan Tiga Lantai Runtuh Total Akibat Gempa Magnitudo 7,4 di Cali

Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,4 Menyebabkan 111 Korban Meninggal di Kolombia

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,710 Juta Per Gram

More News

Ilustrasi ketenangan / Foto: freepik

Hentikan Pola Pikir Ini Akan Memperbaiki Kualitas Hidup

Senin, 23 Februari 2026
Menelepon sambil bergerak memiliki kepribadian tertentu / Foto : Freepik

Mondar – Mandir saat Sedang Menelepon, Berikut Psikologi Kepribadiannya

Selasa, 27 Mei 2025
Ilustrasi remaja melihat ponsel / Foto : freepik

Penelitian: Menonton Video Pendek Membuat Remaja Tidak Puas dengan Postur Tubuhnya

Sabtu, 28 Juni 2025
Skrol media sosial memicu perasaan sepi/ Foto : Freepik

Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

Senin, 24 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id