• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Alasan Orang Kesulitan Meminta Dukungan Emosional
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Alasan Orang Kesulitan Meminta Dukungan Emosional

Redaktur III Sabtu, 19 April 2025
Share
3 Min Read
Hargai setiap emosi yang dicurahkan seseorang / Foto ; Freepik
Hargai setiap emosi yang dicurahkan seseorang / Foto ; Freepik

Aktual.co.id – Tidak sedikit orang kesulitan meminta dukunga emosional karena pengalaman masa kecil. Banyak yang menganggap kesedihan, menangis adalah bentuk kelemahan. Berikut ciri kepribadian yang kesulitan menerima pengalaman emosi karena masa kecilnya yang dirilis oleh geediting.

Mendapat Kritikan Ketika Menangis

Ketika menangis atau menunjukkan kesedihan keluarga akan mengkritik sebagai orang yang lemah. Akibatnya di masa dewasa menangis adalah sikap yang berisiko.

Akhirnya di masa dewasa lebih kuat menyimpan rahasia serta membangkitkan depresi di dalam dirinya. Cemoohan saat usia anak-anak meninggalkan jejak yang bertahan lama, membuatnya berhati-hati dalam mengungkapkan perasaan.

Harus Menjadi Orang Kuat Dalam Keluarga

Baca Juga:  Menurut Penelitian, Aktivitas Ini Dikaitkan dengan Risiko Insomnia 59%

Beberapa anak berperan sebagai pengasuh, menjaga saudara kandung, atau menghadapi tekanan rumah tangga.

Seiring waktu ketika dewasa menginternalisasi keyakinan bahwa membiarkan dirinya menjadi rentan akan mengecewakan orang lain. Meminta dukungan emosional terasa seperti mengkhianati peran yang dimainkan begitu lama.

Setiap “Masalah” Harus Ditangani Secara Internal

Beberapa keluarga memiliki aturan yang tidak tertulis: masalah pribadi harus dirahasiakan, dan tidak boleh membebani orang lain.

Anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga seperti ini belajar kelak di masa dewasa akan merahasiakan masalahnya.

Tidak Pernah Menerima Bantuan Ketika Meminta

Salah satu hal yang menyedihkan adalah mengumpulkan keberanian meminta dukungan tetapi malah diabaikan dan diremehkan.

Baca Juga:  Kebiasaan yang Membuat Seseorang Dijauhi Teman atau Masyarakat Sosial

Mungkin orang tua menganggapnya “terlalu sensitif” sehingga mencoba menyimpan rahasia kesedihan di dalam dirinya. Mengubah pola pikir itu butuh waktu, tetapi memahami akarnya bisa memecahkan persoalannya.

Menghubungkan Harga Diri dengan Kemandirian

Banyak orang yang tumbuh dengan mendengar pesan-pesan seperti “Berdirilah dengan kedua kakimu sendiri” atau “Jadilah kuat, jangan bergantung pada siapa pun.”

Pernyataan-pernyataan ini tampak memberdayakan, tetapi menunjukkan membutuhkan bantuan tanda kelemahan.  Jika tidak pernah diajarkan keseimbangan, maka kehidupan akan beralih ke kehidupan yang ekstreme.

Takut Membebani Orang Lain

Beberapa anak terbiasa orang dewasa di sekitarnya berjuang terhadap masalah kesehatan, atau gejolak emosi. Dampak di masa dewasa orang seperti ini melihat semua orang penuh beban, sehingga kesulitan untuk meminta bantuan.

Baca Juga:  Penelitian Memberikan Rekomendasi Melindungi Diri dari Orang dengan Narsisistik

Di masa dewasa akan memendam rasa tidak ingin menjadi “beban”. Bahkan jika memiliki teman dan keluarga yang peduli, orang seperti ini berasumsi tidak akan sanggup mengatasinya.

Kesulitan Mengidentifikasi Kebutuhan Diri

Orang tidak yakin dukungan seperti apa yang dibutuhkan. Karena lama terputus dengan emosinya, sehingga kesulitan memaknai dalam diri.

Di sinilah terapi, jurnal, atau percakapan jujur ​​sering kali berperan. Mengidentifikasi kebutuhan adalah keterampilan seperti keterampilan lainnya, dan dapat dipelajari atau ditingkatkan. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Bunga bangkai, Ordorysseus dan Odora, dipajang di Huntington di San Marino/ Foto: The Guardian
Bunga Bangkai Asal Sumatera Dipamerkan di Lembaga Penelitian California
Rabu, 15 Juli 2026
NCT127/ Foto: Soompi
NCT 127 Melanjutkan Kontrak Bersama SM Entertaintment
Rabu, 15 Juli 2026
Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya mengunjungi Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung/ Foto: ANTARA
Tim Penyidik Polri Menyerahkan Administrasi Kasus Korupsi dan Pencucian Uang
Selasa, 14 Juli 2026
Seorang pelayat berdiri di luar pub di Bangkok tempat puluhan orang tewas dalam kebakaran pada hari Senin/ Foto: The Guardian.
Jumlah Korban Kebakaran Pub di Bangkok Bertambah 30 Orang
Selasa, 14 Juli 2026
Ilustrasi pembatasan medsos untuk anak-anak/ Foto: GSM Arena
Komisi Eropa Mengusulkan Aturan Baru Pembatasan Media Sosial untuk Anak-Anak
Selasa, 14 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Aplikasi Waze Makin Pintar dengan Menggunakan Gemini

Tesla Siap Menghadirkan Kembali Model Y ke Pasar Tiongkok

Nilai Tukar Rupiah Melemah 25 Poin Menjadi Rp18.090 Per Dollar

Menkeu Purbaya Memastikan Pemerintah Tidak Akan Menaikkan Tarif Pajak

Komisi Eropa Mengusulkan Aturan Baru Pembatasan Media Sosial untuk Anak-Anak

More News

Orang yang rapuh dtandai rentan terhadap kritik

Berikut Sikap Orang yang Menyembunyikan Kurang Percaya Diri.

Senin, 24 Februari 2025
Gangguan depresi harus segera mendapatkan bantuan agar segera ditangani dengan baik / foto : freepik

Segera Kenali, Kelelahan Mental Adalah Awal Gangguan Depresi

Sabtu, 24 Mei 2025
Ilustrasi anak-anak mengakses media sosial/ Foto: freepik

Perancis Menerapkan Larangan Anak Usia di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial

Kamis, 11 Desember 2025
Kelelahan mental bisa diakibatkan aktifitas digital yang tanpa batas / Foto : freepik

Kekacauan Hidup yang Bisa Menguras Energi Tanpa Disadari oleh Orang

Minggu, 25 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id