Aktual.co.id – Banyak orang mengalami kelelahan secara mental namun tidak disadari. Justru kelelahan tersebut diabaikan dan membentu kecemasan yang menumpuk hingga menunculkan depresi.
Psikolog Olivia Reid memberkan gambaran tanda awal depresi yang bisa mengganggu kualitas kehidupan seseorang. Dengan mengenali gejala ini diharapkan memandu seseorang untuk mengambil langkah mencari pertolongan.
Mengabaikan Perawatan Diri Sendiri
Salah satu tanda depresi adalah pengabaian perawatan diri. Menurut Olivia Reid, perawatan diri salah satu bagian dari orang yang memiliki kesehata mental. Misalnya melakukan olah raga rutin, banyak minum air putih ataupun beristirahat di awal waktu.
Bagi orang yang terpapar depresi akan mengabaikan rutinitas seperti di atas. Dirinya akan menenggelamkan diri pada lamunan yang tidak beralasan.
Pikirannya melayang – layang tanpa kepastian padahal banyak hal yang bisa dilakukan untuk kontrol diri sendiri menjadi lebih baik. Segera cari pertolongan jika mulai mengabaikan perawatan diri akibat kelelahan mental.
Merasa Terlalu Emosional
Semua orang pernah mengalami rasa emosional tertentu seperti menonton film yang mengharukan kemudian menangis karena adegan di dalamnya. Emosional seperti wajar karena semua orang berhak untuk sedih.
Namun jika sedih tanpa sebab, layaknya naik roller coaster, maka kategori depresi. Ketika sumber daya emosional terkuras, maka dapat menjadi lebih rentan terhadap perubahan emosi.
Jika emosi tampak tak terkendali, bersikaplah lembut pada diri sendiri. Apabila tidak dapat dikendalikan maka butuh bantuan profesional seperti psikolog atau kedokteran kesehatan jiwa untuk dibantu pengobatan.
Kehilangan Minat pada Aktivitas yang Pernah Dinikmati
Keadaan emosional yang tidak stabil bisa berdampak pada minat dan hobi. Saat kelelahan emosional, aktivitas mulai menurun.
Fenomena ini dikenal sebagai anhedonia, suatu kondisi yang dikaitkan dengan depresi dan masalah kesehatan mental lainnya. Rasanya seperti dunia kehilangan warnanya, dan semua tampak abu-abu.
Jika menyadari adanya penurunan dalam antusiasme terhadap aktivitas yang dulu membawa kegembiraan, ada baiknya mempertimbangkan untuk konsulasi ke profesional.
Merasa Terpisah
Ketika sedang duduk di ruangan yang penuh orang, seperti teman, keluarga, atau rekan kerja semua tertawa, terlibat dalam percakapan, bersenang-senang.
Kemudan merasa sendiri dan tertinggal, di sinilah ada gangguan depresi mulai memasuki kejiwaan seseorang. Keterpisahan ini bukan hanya melamun atau tenggelam dalam pikiran, namun merasa ditinggal juga bagian dari depresi.
Mudah Tersinggung
Rasa jengkel yang meningkat bukan sekadar fase suasana hati yang buruk. Itu adalah tanda kelelahan emosional. Sumber daya emosional yang terkuras membuat kesabaran menghadapi gangguan menjadi tidak stabil.
Jika merasa terus-menerus gelisah atau kesal karena hal-hal kecil yang tidak pernah terjadi mungkin kelelahan secara emosional. Dengan mengenali hal ini bisa menjadi langkah untuk menanangai depresi kepada psikolog atau psikiater.
Selalu Lelah
Merasa lelah fisik bukanlah hal yang aneh apalagi ketika berolah raga. Namun menjadi berbahaya apabila lelah emosional. Sebab lelah emosional bisa mempengaruhi lelah secara fisik.
Jika rasa lelah ini berlangsung lama, mungkin itu cara tubuh memberi tahu bahwa ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang terjadi.
Jika merasa kesulitan untuk tetap terjaga atau kekurangan energi melakukan aktivitas yang biasa nikmati, mungkin waktunya berhenti sejenak dan memeriksa kesehatan emosional (ndi).
