• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Baru Bertemu 10 Menit Pertama Langsung Cerita Kesana Kemari, Berikut Kepribadian Orang Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Baru Bertemu 10 Menit Pertama Langsung Cerita Kesana Kemari, Berikut Kepribadian Orang Ini

Redaktur III Jumat, 20 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ada kepribadian unik baru bertemu langsung cerita kesana kemari / Foto : Freepik
Ada kepribadian unik baru bertemu langsung cerita kesana kemari / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Pernahkah bertemu seseorang yang menceritakan seluruh kisah hidupnya dalam 10 menit pertama percakapan?

Orang-orang yang terlalu banyak berbagi ini sering kali memiliki pengalaman masa kecil yang sama. Meski terlihat membocorkan rahasia tanpa peduli, namun ada rahasia dibalik sikapnya yang mudah bercerita tersebut.

Apa yang mendasari orang ini menjadi mudah bercerita di menit awal. Berikut analisa Isabella Chase terkait orang yang mudah bercerita di awal pertemuan.

Keinginan Selalu Terhubung

Bagi banyak orang yang memiliki kebiasaan banyak berbagi adalah cara untuk menjalin hubungan dengan lingkungan sosial tersebut.

Orang ini hanya mencoba membangun jembatan, untuk menciptakan pemahaman bersama. Jadi orang ini berusaha menjangkau, mencari koneksi dengan cara bercerita di menit awal pertemuan.

Baca Juga:  Cara Melindungi Diri dari Orang Pemilik Sifat Racun

Peran Pengasuh

Hidup dalam pengasuhan orang lain membuat orang ini kesulitan mengontrol pembicaraan ketika bertemu dengan orang lain.

Apalagi peran pengasuh lebih banyak mendengarkan daripada menjadi teman untuk berbagi pendapat, sehingga mengakibatkan orang tersebut lebih banyak mendominasi.

Saat dewasa, kebiasaan ini berlanjut, dan mengarah pada kecenderungan untuk berbagi informasi pribadi secara berlebihan.

Kebutuhan akan Keaslian

Bisa jadi kehidupan orang ini terbiasa berbagi dengan keluarga sehingga tidak ada batasan untuk saling bercerita di menit awal.

Kebiasaan ini menjadi identitas diri yang terbentuk keaslian sifat dasar orang tersebut. Keaslian ini akan terus melekat hingga dewasa sehingga sulit untuk dikendalikan ketika beranjak dewasa.

Baca Juga:  Pelatihan Kognitif dapat Mengurangi Persepsi Negatif pada Orang Depresi dan PTSD

Jika bertemu dengan seseorang yang ‘suka berbagi berlebihan’ bisa jadi sikapnya ini mempertahankan keaslian yang dimiliki.

Pengaruh Gaya Keterikatan

Teori keterikatan , yang pertama kali dikemukakan oleh psikolog John Bowlby, menyatakan bahwa hubungan awal dengan pengasuh dapat membentuk interaksi di kemudian hari.

Individu dengan gaya keterikatan tidak aman, misalnya, mungkin mengalami perawatan atau perhatian yang tidak konsisten selama tahun-tahun pembentukan dirinya.

Hal ini dapat mengakibatkan berbagi informasi secara berlebihan sebagai upaya menjalin koneksi cepat dan menghindari penolakan yang dirasakan.

Lingkungan Validasi

Banyak yang mempercayai komunikasi terbuka merupakan hal baik, meski kadang mengarah menjadi hal yang berlebihan.

Baca Juga:  Lebih Memilih Kegiatan Bersantai, Menjadi Ciri Orang yang Hidup Penuh Kekacauan

Orang ini akan berbagi detail intim tentang kehidupan, perjuangan, atau pencapaiannya dengan harapan akan divalidasi.

Bila bertemu dengan orang yang ‘suka berbagi’, ingatlah mungkin mencari validasi. Memahami kebutuhan orang ini dapat membantu mengarahkan percakapan dengan lebih baik.

Tidak Adanya Batas

Bagi banyak orang, kebiasaan ini berakar dari masa kanak-kanak, terutama di rumah yang batasannya terlalu longgar atau tidak ada sama sekali.

Saat tumbuh dewasa, orang ini terpapar pada percakapan dewasa. Pengaburan batasan usia ini sering kali menyebabkan persepsi yang keliru tentang pribadi.

Karena terbiasa berkumpul dengan orang dewasa, maka akan terbentuk pola bercerita Panjang lebar tanpa batasan yang seharusnya. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan Depresikesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi pertambangan minyak/ Foto: anadolu
Harga Emas Melonjak Sementara Harga Minyak Turun Pasca Perdamaian AS dan Iran
Senin, 15 Juni 2026
Kapal tangker di Selat Hormuz/ Foto: Aljazeera
Kesepakatan Perdamaian AS dan Iran Tercapai dengan Pembukaan Selat Hormuz
Senin, 15 Juni 2026
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender menuruni tangga pesawat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta/ Foto: capture ANTARA
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Berkunjung ke Indonesia
Senin, 15 Juni 2026
EJAE/ Foto: Allkpop
EJAE Mendapat Respon Positif Saat Memakai Sepatu Kets di Pembukaan Piala Dunia 2026
Senin, 15 Juni 2026
Ilustrasi pria tersenyum/ Foto: freepik
Berikut Kebiasaan Kecil yang Dilakukan Orang dengan Mental Sehat
Senin, 15 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pria tersenyum/ Foto: freepik

Berikut Kebiasaan Kecil yang Dilakukan Orang dengan Mental Sehat

Ilustrasi bekerja di depan komputer/ Foto: gemini

Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

Ilustrasi mengelola keuangan/ Foto: freepik

Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kehidupan Lebih Tenang

Ilustrasi media sosial/ Foto: freepik

Postingan Media Sosial Bukan Cerminan Diri Mental Seseorang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

DJI Menggugat Insta360 Luna Ultra Karena Memiliki Kemiripan dengan DJI Osmo Pocket 4P

BMKG Memperkirakan Hujan Ringan di Wilayah Indonesia

Hujan Ringan dan Lebat Masih Terjadi Periode 12 sd 18 Juni 2026 di Indonesia

Harga Emas Antam Mengalami Kenaikan Menjadi Rp2,7 Juta Per Gram

AS Klaim Akan Ada Perjanjian Perdamaian dengan Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

More News

Orang cerdas akan berfikir sebelum berbicara / Foto : Freepik

Kebiasaan Orang Cerdas Dibandingkan Orang Tidak Tahu Sama Sekali

Selasa, 25 Maret 2025
Gambaran ketika asam urat kambuh / Foto: net

Lakukan Ini Jika Penyakit Asam Urat Kambuh

Senin, 25 Agustus 2025
Ilustrasi mendidik anak/ Foto: freepik

Berikut Pola Asuh yang Bisa Merusak Mental Psikologi Anak

Minggu, 1 Maret 2026
Olahraga tidak perlu berat tapi rutin / Foto : freepik

Kebiasaan Sehari-hari yang Melindungi Otak dari Penurunan Kognitif

Kamis, 3 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id