Aktual.co.id – Awas bau mulut bisa menjadi pertanda ada gangguan pada paru-paru, karena organ tubuh yang masih terkases dengan aktivitas luar adalah paru-paru.
Hal ini disampaikan oleh Dr.dr. Agus Hidayat, Sp.P (K), dokter spesialis paru konsultan, saat mengisi Ngaji Sehat dengan tema Paru – Paru Sehat Ibadah Mantab di Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis 29 Agustus 2025.
“Salah satu gejala infeksi paru paru adalah baunya busuk. Di dalam paru-paru ada racun yang menyebabkan bau mulut tidak enak. Jika bau tidak enak menandakan ada gangguan dari paru-paru,” kata dr Agus.

Dampak ketika paru-paru tidak sehat tidak hanya dirasakan diri sendiri, namun bisa berdampak orang yang ada di sektarnya. “Ketika paru-paru tidak sehat maka akan mengganggu aktifitas ibadah. Orang di sebelahnya merasa tidak nyaman ketika bau mulutnya tidak sedap,” ujarnya.
Menurutnya, bagi yang memiliki bau mulut yang tidak enak, maka segera periksakan ke dokter. BIsa jadi karena rongga mulut, saluran pernapasan, atau paru-parunya ada masalah, sehingga mengeluarka bau yang tidak enak.
Dalam kesempatan tersebut dr. Agus menyampaikan tentang penyakit paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yakni penyakit paru menular dan yang tidak menular.
“Contoh penyakit paru yang menular adalah Covid19, TBC, pnemunia, infeksi bakteri paru-paru, SaRS, Flu Burung, Leptospirosis, peyakit cacing” jelasnya.
Penularan penyakit paru – paru ini umumnya melalui batuk, waktu berbicara, bersin di mana pada aktifitas tersebut bisa menstransfer ludah ke orang lain. Oleh sebab itu pada saat batuk disarankan agar ditutup atau dijauhkan agar tidak terjadi pemindahan ludah ke orang lain.
Selain penyakit paru yang menular, katanya, ada penyakit paru-paru yang tidak menular. “Contoh penyakit paru-paru yang tidak menular antara lain, kanker paru-paru, asma, paru paru kerja, alergi terhadap binatang, Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK),” tambahnya.
Ditambahkan oleh dr Agus, kasus kanker paru bisa menurun kepada anak dan cucunya. Oleh sebab itu bagi orang yang memiliki riwayat orang tua atau kakek nenek kanker paru, maka punya risiko memiliki kasus yang sama.
“Maka segera hindari konsumsi makanan yang bisa mencetuskan sel kanker paru untuk aktif sehingga mengganggu organ yang diturunkannya,” ujar dr Agus.
Dikatakan jika rokok memiliki sumbangan terbesar menyebabkan risiko penyakit paru. Bagi anak yang sudah merokok sejak awal, maka efek sampingnya bisa terjadi 20 atau 10 tahun kemudian. “Bagi perokok aktif akan muncul penyakit Paru Paru Obstetrik Kronis (PPOK),” tambahnya.
Diceritakan, jika masih muda mungkin imun masih kuat mungkin rokok tidak langsung berdampak, namun ketika memasuki usia 40 tahun baru terasa ngos-ngosan dan napas pendek.
“Alergi terhadap binatang bisa menyebabkan persoalan pada paru. Misalnya memelihara kucing kemudian diajak ke tempat tidur, mungkin satu sampai dua tahun tidak apa-apa, namun lama – lama akan menumpuk gangguan asma,” jelasnya.
Bagi pekerja di pabrik rokok, keramik, otomotif, pabrik semen, juga memiliki risiko peyakit paru karena setiap hari terpapar oleh kandungan kimia yang masuk ke dalam tubuhnya.
Untuk deteksi jika paru-paru bermasalah, tambahnya, maka akan muncul batuk dengan dahak kental atau batuk kering bahkan batuk mengeluarkan darah.
“Jika muncul batuk berdahak hingga berdarah maka segera periksakan ke dokter untuk dilihat apa yang terjadi di dalam paru-parunya,” ungkapnya.

Ketika paru-paru tidak sehat maka akan mengganggu aktifitas ibadah. Pada saat salat batuk sehingga membuat tidak nyaman. Bagi lansia batuk bisa membuat ngompol sehingga harus berwudhu kembali.
“Oleh sebab itu Agama Islam mengajarkan agar umatnya selalu menjaga kesehatan. Mulai menggunakan siwak, berwudhu, hingga berpuasa,” katanya.
Dasar agar umat Islam menjaga kesehatan adalah Al Quran surat Al A’raf ayat 30 yang artinya Hai ana kadam pakailah pakaian yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih – lebihan. Sesugguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

Sementara Hadis Riwayat Ibnu Majah menjelaskan diriwayatkan oleh Ibnu Sa’id, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, mandi pada hari Jumat wajib bagi laki-laki muslim yang telah mencapai usia balig dan juga menggosok gigi dengan siwak dan pergunakan parfum dengan baik. (HR Ibnu Majah).
Perumpamaan umat Islam itu seperti lebah madu jika ia makan ia memakan yang baik. Bila mengeluarkan sesuatu maka yang dikeluarkannya itu sesuatu yang baik. Bila ia hingap di atas ranting yang rapuh sekalipun ia tidak merusaknya. (HR Ibu Mubarak). (ndi/ADV)
