Pada setiap bencana alam pasti ada dampak bencana bagi kesehatan baik yang bersifat Akut seketika ataupun kronis (jangka panjang).
Pada peristiwa robohnya gedung bertingkat, bisa membawa dampak trauma fisik yang bersifat ringan sampai berat, bahkan bisa berakibat kematian. Selain itu dapat pula berdampak psikologis atau gangguan kejiwaan paska trauma.
Di bidang kesehatan Paru/Respirasi dampak akut dapat berupa trauma thorak, misalnya : Pneumothorak (Paru paru bocor), Contusio Pulmonum, Flail chest, Oedem Paru (Paru paru bengkak) atau bahkan batuk darah.
Di samping itu pada bangunan gedung yang roboh juga menimbulkan berhamburannya partikel berbahaya ke udara, misal debu yang mengandung pasir, silika, asbes dan partikel atau polutan non organik lainnya.
Pada kondisi akut, partikel non organik yang terhirup dalam dosis besar maka akan menimbulkan gangguan pernapasan seperti: batuk,sesak nafas akut, oedem paru (Paru2 bengkak) dan infeksi (Pneumonia, Lower Respiratory Tractus Infection, ISPA dan lain-lain).
Partikel non organik yang terhirup ke dalam saluran pernafasan dalam jangka panjang (melewati masa akut) juga bisa menimbulkan penyakit di kemudian hari seperti penyakit Ashma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),Penyakit Paru Interstitial / ILD (Interstitial Lung Diseases), rentan terhadap penyakit Tuberculosis/TB, dan dapat memicu terjadinya Kanker Paru.
Bagaimana solusi yang dapat dilakukan paska bencana tersebut ? :
1.Pemeriksaan secara berkala kesehatan respirasi
2.Skrining tanda dan gejala penyakit paru & pernafasan
3.Pemeriksaan foto thorak pertama sebagai data dasar profil kesehatan Respirasi para santri korban bencana (dapat diulang 6 bulan lagi atau bila ditemukan gangguan respirasi).
4.Pemeriksaan Spirometri/test faal paru pertama sebagai profil data dasar para santri korban bencana (dapat diulang setiap 6 bulan).
5.Pemeriksaan Laboratorium dahak/sputum untuk deteksi dini penyakit infeksi Tuberculosis/TB
6.Pemberian nutrisi yang optimal sesuai standart gizi
7.Olahraga teratur minimal 2 kali sepekan selama 20-30menit
8.Pemulihan trauma psikologis / kejiwaan paska bencana.
Perlu dipertimbangkan untuk kelangsungan pendidikan para santri Ponpes Al Khoziny dapat dialihkan ke pondok pesantren di tempat lain sesuai saran dan masukan pengasuh ponpes lainnya. Demikian sekilas tentang dampak bencana terhadap kesehatan Respirasi,semoga bermanfaat.

Dr. Agus Hidayat, dr., SpP(K)FISR
Anggota PDNU
Staf Medis RSUD Dr Soetomo Surabaya
