• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Tanda Orang yang Berpura – Pura Baik Menurut Analisa Psikologi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Tanda Orang yang Berpura – Pura Baik Menurut Analisa Psikologi

Redaktur III Kamis, 15 Mei 2025
Share
3 Min Read
Orang yang berpura - pura baik sulit mengakui kesalahan / Foto : geediting
Orang yang berpura - pura baik sulit mengakui kesalahan / Foto : geediting

Actual.co.id – Fakta psikologi memberikan wawasan menarik tentang tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang berpura-pura menjadi orang baik. Ada indikator dan perilaku yang dapat mengungkapkan orang ini dalam kepura-puraan.

Psikolog Issabela Case memberikan pandangan bagaimana tanda orang yang berpura – pura baik untuk menutupi kekurangan pada dirinya.

Kurang Memiliki Ketertarikan Tulus Terhadap Orang Lain

Jika seseorang hanya berpura-pura baik, memiliki potensi untuk tidak tertarik kepada pasanngan atau orang lain.

Jika berinteraksi dengan seseorang yang tidak tertarik maka akan ditandari dengan mengalihkan fokus ke dirinya sendiri, tanda ini dianggap bentuk menutupi kepura purannya.

Kebaikan Dalam Bentuk Harga

Kebaikan seharusnya tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri. Namun, bagi orang yang berpura – pura baik, kebaikan dilambangkan dalam simbol harga uang.

Baca Juga:  Ciri – Ciri Orang yang Tenang dan Terhindar dari Tekanan Mental

Hal ini mengacu pada gagasan bahwa tidak semua tindakan kebaikan semurni kelihatannya. Jika mendapati kebaikan selalu disertai dengan harga, bisa jadi tanda hanya berpura-pura baik.

Cepat Menunjukkan Kekurangan Orang Lain

Ini adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang yang memiliki kepura-puraan dalam kebaikan. Orang ini selalu siap menunjukkan kesalahan orang lain, tetapi jarang mengakui kesalahannya sendiri.

Orang yang berpura-pura sering kali mencoba mengalihkan perhatian dari kekurangan sendiri dengan menonjolkan kekurangan orang lain. Ini mekanisme pertahanan yang dirancang untuk menjaga citra dirinya.

Jarang Mengakui Kesalahannya

Hal ini terkait dengan kebutuhan untuk menjaga citra tertentu. Mengakui kesalahan dapat merusak citra tersebut, sehingga orang seperti ini sering menghindarinya. Bahkan ketika bukti dengan jelas menunjukkan kesalahan dirinya, orang seperti ini selalu berkelit.

Baca Juga:  Ciri Pasangan Sosok Berkualitas Rendah Menurut Psikologi

Jika berhadapan dengan seseorang yang tidak pernah mengakui kesalahan, bahkan ketika dihadapkan dengan bukti yang jelas, itu bisa jadi merupakan tanda tidak baik seperti yang ditampilkan.

Ketidakkonsistenan dalam Tindakan

Ketidakkonsistenan ini bisa jadi pertanda bahaya. Orang yang berpura-pura sering mengatakan satu hal yang tidak konsisten dengan perkataannya, karena mempertahankan citra diri.

Abraham Maslow, psikolog ternama yang dikenal menciptakan hierarki kebutuhan Maslow, berkata , “Yang diperlukan untuk mengubah seseorang adalah mengubah kesadarannya terhadap dirinya sendiri.”

Kurang Empati

Empati sejati bukanlah tentang memaksakan perasaan atau solusi diri sendiri kepada orang lain;

Baca Juga:  Penelitian : Fobia Laba-Laba Menilai Binatang Tersebut Lebih Besar dari Lalat

melainkan tentang memahami dan berbagi emosi.

Jika kebaikan tidak pernah melampaui basa-basi di permukaan atau tampak tidak peduli saat menceritakan perasaan, ini merupakan tanda bahwa orang tersebut hanya berpura-pura baik.

Pesona yang Berlebihan

Dalam dunia interaksi manusia, pesona bisa menjadi pedang bermata dua. Tentu saja, banyak yang tertarik pada orang yang karismatik dan menarik. Orang seperti ini menyenangkan untuk diajak bergaul dan membuat merasa senang.

Namun menurut psikologi, pesona yang berlebihan bisa menjadi penyamaran bagi kenyataan yang lebih menyeramkan. Meskipun tidak berarti semua orang yang menawan adalah psikopat, perlu dicatat bahwa individu kecenderungan manipulatif sering menggunakan pesona sebagai senjata untuk mencapai tujuannya. (ndi)

 

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Febria Ardiansyah/ Foto: ANTARA
JPU Mendakwa Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Melakukan Pemerasan
Rabu, 7 Oktober 2026
Jam Casio AQ-240EG-3A dan AQ-230GA-3AMQY / Foto: Gizmochina
Casio Meluncurkan Jam Tangan Vintage dengan Warna Hijau Tua
Rabu, 7 Oktober 2026
Wapes Gibran Rakabumingraka/ Foto: capture Tiktok
Gibran Akan Merespon Terkait Ijazah yang Tidak Ditemukan oleh MK
Rabu, 7 Oktober 2026
Wapres Gibran Rakabumingraka / foto: capture TikTok
Gibran: Jika Tidak Lulus SMA Tidak Mungkin Melanjutkan Jenjang S1 di Singapura
Rabu, 7 Oktober 2026
Pusat gempa bumi di NTB/ Foto: BMKG
Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Melanda Nusa Tenggara Barat
Rabu, 7 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Melanda Nusa Tenggara Barat

Gunung Semeru Mengalami Erupsi dengan Tinggi Letusan 900 Meter

Aktor Song Ji Ho dan Aktris Kim So Ri Mengumumkan Akan Menikah

Polisi: Diduga Ledakan Akibat Kebocoran Gas di San Antonio, Pakuwon City

MK Tidak Menemukan Bukti Gibran Memiliki Ijazah SMA Sederajat

More News

Ilustrasi menyaksikan drama di TV / Foto : Freepik

Gemar Menonton Drama TV Realitas, Menurut Psikolog Memiliki Kepribadian Seperti Ini

Selasa, 10 Juni 2025
Terapi virtual diyakini mengurangi kecemasan berbicara di publik/ Foto : psynews

Terapi Platform Virtual Diyakini Membantu Kecemasan Berbicara di Depan Umum

Senin, 17 Maret 2025
Jarang bertanya memilikiciri khas pada kepribadian seseorang / Foto : Freepik

Jika Seseorang Tidak Pernah Bertanya, Menurut Psikologi Menyimpan Sifat Berikut Ini

Rabu, 28 Mei 2025
Remaja yang pernah mengalami cidera otak cenderung memiliki perilaku psikopat kekerasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Remaja dengan Cidera Otak Menunjukan Sifat Psikopat Lebih Tinggi

Rabu, 16 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id