• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kebiasaan Aneh Seseorang Korban Pelecehan Sikap Arogan Narsisistik
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kebiasaan Aneh Seseorang Korban Pelecehan Sikap Arogan Narsisistik

Redaktur III Minggu, 8 Juni 2025
Share
5 Min Read
Dampak korban dari narsisistik adalah depresi dan tidak percara pada diri sendiri / Foto : Freepik
Dampak korban dari narsisistik adalah depresi dan tidak percara pada diri sendiri / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Hidup dalam penyiksaan narsistik dapat mengubah seseorang menjadi sosok pribadi yang dianggap aneh oleh psikologi.

Ada beberapa kebiasaan kecil yang seharusnya tidak dilakukan oleh seseorang namun karena mendapat pelecehan dari narsisistik menjadi kebiasaan dalam kehidupannya.

Psikolog Isabella Chase  membeberakan beberapa kebiasaan yang diangap aneh orang yang dilecehkan oleh narsisistik dalam kehidupannya.

Kelelahan Emosional

Kebiasaan yang paling signifikan adalah kelelahan emosional. Menurut Isabella Chase menjelaskan jika korban pelecehan narsisistik membuat depresi karena kelelahan emosi yang sangat tinggi.

“Kelelahan ini berasal dari stres dan gejolak emosi yang terus-menerus akibat hubungan yang tidak sehat. Sikapnya bagai pelari maraton tanpa garis finis yang terlihat,” katanya.

Dirinya menyarankan agar korban narsisistik untuk meluangkan waktu untuk dirinya sendiri seperti bersantai dan beristirahat guna memulihkan keadaan mentalnya.

Berpikir Berlebihan

Berpikir berlebihan kebiasaan lain dialami setelah mengalami pelecehan narsistik. Setiap percakapan dengan narsisistik akan tersimpan dalam ingatan sehingga selalu terancam dan memunculkan ketakutan tanpa alasan.

“Keadaan ini akibat taktik manipulasi dan gaslighting yang digunakan oleh para narsisis. Bila terus-menerus terpapar manipulasi maka akan mengarah siklus berpikir berlebihan dalam segala hal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penelitian : Penggunaan ChatGPT Dikhawatirkan Menurunkan Kemampuan Berpikir Kritis

Dampak dari kebiasaan inin dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Isabella Chase menyarankan untuk melakukan teknik mindfulness dan latihan grounding dapat menjadi cara mengelola stress dan depresi seseorang.

Terlalu Menyenangkan Orang Lain

Bertahun-tahun lalu, setelah keluar dari hubungan yang beracun, korban narsisistik akan berusaha menyenangkan semua orang.

“Korban akan berusaha keras membuat orang lain bahagia dan mengorbankan kebutuhan dirinya sendiri,” katanya. Upaya ini dilakukan utuk menghindari konflik dengan orang narsisistik yang secara kepribadian sangat melelahkan.

Merasa Tidak Layak untuk Dicintai

Salah satu hal tersulit yang dihilangkan korban narsistik adalah perasaan tidak layak untuk dicintai. Narsisis punya bakat membuat korbannya merasa rendah diri, seolah-olah tidak pantas mendapatkan kasih sayang atau rasa hormat.

Hal ini dapat meninggalkan luka yang dalam sehingga sulit untuk percaya bahwa individu tersebut pantas mendapatkan cinta. “Harga diri adalah segalanya maka cintai diri sendiri dan mulai melepaska berbagai tekanan dari narsisistik,” ungkapnya.

Pemulihan dari perasaan ini bisa jadi merupakan perjalanan yang panjang, tetapi perjalanan tersebt layak ditempuh untuk mengembalikan kondisi semula.

Baca Juga:  Berikut Cara Mengobati Luka Akibat Ditinggal Pasangan

Kesulitan Mempercayai Orang Lain

Korban pelecehan narsistik sering kali mengalami kewaspadaan terhadap orang lain. Hal ini sering kali terwujud dalam bentuk kesulitan mempercayai orang lain, meskipun terhadap orang yang bisa dihandalkan.

“Pengkhianatan dari seorang narsisis dapat menghancurkan kepercayaan, sehingga sulit mempercayai bahwa ada orang yang benar-benar baik dan tulus,” katanya.

Membuka diri untuk kepercayaan butuh waktu namun harus tetap dilakukan untuk menuju penyembuhan. Menetapkan batasan dan menjalani segala sesuatunya secara perlahan dapat membantu melewati perjalanan yang penuh tantangan ini.

Kewaspadaan Berlebihan

Setelah mengalami pelecehan narsistik, bukan hal yang aneh mengembangkan rasa kewaspadaan yang tinggi. Hal ini ditandai dengan gelisah sebagai bentuk mengantisipasi adanya bahaya psikologis yang mengancamnya.

Ini adalah cara otak mencoba melindungi dari bahaya. Ahli saraf berpendapat bahwa otak terprogram untuk mengingat pengalaman menyakitkan sehingga melakukan penghindaran di masa mendatang.

“Inilah sebabnya menjadi sangat berhati-hati atau curiga, terutama dalam situasi yang menyerupai trauma masa lalu sering dilakukan korban narsisistik,” ungkap Isabella Chase.

Baca Juga:  Cara Orang Cerdas Menghadapi Pertemuan dengan Kerabat yang Beracun

Keraguan Terhadap Diri Sendiri

Bagaimana bisa terjadi ? Karena narsisistik punya cara untuk merendahkan korban dan membuatnya mempertanyakan persepsi dan keyakinannya.

“Ini adalah taktik manipulatif yang dikenal sebagai gaslighting, dan ini dapat mengguncang kepercayaan diri  korban. Maka penyembuhannya perlu waktu dan pendampingan profesional jika tidak bisa menguasai diri sendiri,” katanya.

Butuh diagnose untuk menetapkan orang tersebut mengalami keraguan terhadap diri sendiri agar mendapatkan terapi yang sesuai.

Terlalu Banyak Meminta Maaf

Setelah selamat dari pelecehan narsistik, dampak jangka panjang adalah sering mengucapkan kalimat maaf. Bahkan permintaan maaf ini diucapkan meski tidak berkaitan dengan benar atau salah.

“Orang narsisistik sering menyalahkan korban atas kesalahan dan kekeliruannya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan respons terkondisi di mana perlu meminta maaf bahkan ketika melakukan kesalahan apa pun,” katanya Isabella Chase.

Memahami akar penyebab kebiasaan ini adalah langkah pertama untuk menghentikannya. Maka Isabella mengingatkan bahwa tidak perlu meminta maaf secara berlebihan atas tindakan kepada orang lain selama tidak merugikan orang tersebut. (ndi)

SHARE
Tag :depresigangguan kepribadianMental healthNarsisistikPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Pusat gempa bumi di Cianjur/ Foto: BMKG
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,3 Terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Selasa, 1 September 2026
Seorang petugas penyelamat bekerja di pintu masuk terowongan di pembangkit listrik tenaga air Chilime di Rasuwa, Nepal/ Foto: The Guardian
Tim Penyelamat Berupaya Menjangkau 900 Orang Terjebak Terowongan di Banjir Nepal
Senin, 31 Agustus 2026
Grup E'LAST / Foto: Soompi
Grup E’LAST Mengakhiri Aktivitasnya Setelah Enam Tahun Berkarir
Senin, 31 Agustus 2026
Ibrahim Arief/ Foto: courtesy KOMPAS
Ibrahim Arief Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Senin, 31 Agustus 2026
Lahan terbakar di kawasan Gunung Rinjani / Foto : Capture ANTARA
Kemenhut Menutup Sementara 9 Pendakian Taman Nasional di Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Lee Know dari Stray Kids Memberikan Donasi Korban Bencana di Nepal

Badan Penanggulangan Bencana Nepal Menyebutkan 675 Jenazah Ditemukan di Daerah Longsor Lumpur

Mengenal Gus Kikin yang Memiliki Kemampuan Bisnis Bidang Pelayaran

Biaya Pembangunan Pasca Banjir Mencapai Miliaran Dollar di Nepal

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026 – 2031

More News

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Kamis, 9 April 2026
Penyuka membersihkan rumah memiliki perilaku ketertiban / Foto : Freepik

Ciri Orang yang Membersihkan Rumah Merupakan Terapi

Selasa, 29 April 2025
Ilustrai orag yang percaya diri / Foto : Freepik

Hal yang Dilakukan Orang Berkualitas Menunjukkan Harga Diri Tanpa Mengatakan Apapun

Rabu, 11 Juni 2025
Ilustrasi dimensia /Foto: freepik

Awal Demensia yang Tidak Berhubungan dengan Hilangnya Memori

Rabu, 24 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id