Aktual.co.id – Orang yang sulit tidur sering menyalahkan pekerjaan atau kesibukan hidupnya. Tidak cukup tidur bukan hanya membuat stres, tetapi juga sangat berbahaya .
Namun, sebuah tulisan di yourtango menjelaskan bahwa tidak cukup istirahat berkaitan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.
Karena ada alasan yang sangat spesifik membuat orang yang cerdas sulit tidur. Pikirannya yang cemerlang membuatnya tidak bisa istirahat dengan baik.
Ingin Memanfaatkan Perdamaian
Sangat jarang orang brilian mendapat kesempatan untuk bernapas. Kecerdasannya memborbardir pikiran dan masalah yang perlu diselesaikan.
Ketika sampai di rumah ada keinginan untuk tidur, namun kenyataannya memilih bermain game untuk mengalihkan keruwetan yang ada di otaknya.
Maka para psikolog menyarakan untuk berdama pada saat sampai di rumah. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti menulis jurnal tentang hal bisa disyukuri, atau bermeditasi untuk menyingkirkan pemikiran negatif.
Berpikir Berlebih
Orang-orang yang cerdas selalu memiliki sejuta skenario berbeda yang berputar-putar. Mulai dari mengkhawatirkan pekerjaan hingga bagaimana hubungan dengan orang lain.
Pikirannya terjebak pada kalimat bagaimana jika. Orang ini mengkhawatirkan segalanya, karena banyak orang yang mengandalkan pekerjaannya.
Menurut American Psychological Association , stres memengaruhi semua sistem tubuh, yang berarti dapat menimbulkan konsekuensi yang luas.
Menganalisis dan memikirkan konsekuensi tindakan memang bagus, namun tidak perlu melibatkan kekhawatiran karena orang tidak bisa mengendalikan masa datang.
Merasa Bertanggung Jawab Atas Permasalahan Dunia
Otaknya terus bertanya apakah bisa membantu orang lain atau betapa buruknya segala sesuatu, yang menyebabkan dirinya kehilangan kendali.
Dan tanggung jawab yang besar ini pasti akan membuatnya terisolasi dan sulit disalahpahami. Menurut Asosiasi Psikologi Amerika , isolasi menyebabkan depresi dan kualitas tidur yang buruk.
Jadi meskipun merasa hebat karena menjadi brilian, orang ini cenderung terlalu khawatir terhadap hal-hal yang berada di luar kendalinya.
Berkembang Karena Ketidakpastian
Psikolog klinis Angelica Shiels berteori bahwa orang dengan IQ tinggi 130 cenderung melakukan hal-hal yang berisiko. Karena orang ini ingin lebih hidup, akibat kehidupan sehari-harinya dianggap tidak menantang.
Ketidakpastian seperti ini dapat menyebabkan stress. Perilaku ini perlu mendapat bantuan profesional. Banyak terapis yang mengkhususkan diri menangani orang-orang yang cerdas dan membantu menenangkan diri ketika dalam kedaan kacau.
Burung Hantu Malam
Tidak semua orang dirancang untuk bangun pagi atau bersemangat di pagi hari. Sebagian orang ada yang menjadi burung hantu malam, artinya suka begadang hingga dini hari.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam BMJ Public Health , orang yang tidur larut malam cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih tinggi.
Sedangkan orang-orang yang cerdas lebih suka begadang di malam hari daripada bangun pagi. Keadaan ini tidak dibenarkan, istirahat pada malam hari sangat dibutuhkan untuk persiapan kebugaran esok hari.
Terlalu Menganalisa Segala Hal
Orang-orang intelektual adalah orang yang paling suka berpikir berlebihan tentang segala hal. Dari pekerjaan hingga hubungan asmara, pikiran bekerja sangat cepat.
Lebih buruk lagi, berpikir berlebih ini berlangsung sampai malam hari. Orang ini kesulitan mematikan otaknya yang menganalisis berbagai hal.
Hal ini berbahaya, karena menurut jurnal healthcare, kurang tidur menyebabkan peningkatan diabetes, obesitas, hingga kecelakaan di tempat kerja.
Kreativitas Mencapai Puncaknya di Malam Hari
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology , para peneliti menemukan hubungan antara kreativitas dan kecerdasan tinggi.
Orang dengan kecerdasan di atas rata-rata cenderung lebih kreatif. Namun, ada sisi buruknya, pikiran-pikiran kreatif tersebut muncul pada saat menjelang istirahat malam.
Bagi yang tidak dapat tidur di malam hari karena pikiran kreatif , mungkin ada baiknya untuk bangun dan menghabiskan 15 menit menuliskan pikiran. (ndi)
