Aktual.co.id – Pasca penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung RI, nama Riza Chalid terus disebut oleh media maupun warganet di media sosial.
Di platfrom X sendiri berdasarkan analisan dari trend24in Indonesia menduduki posisi 32 besar dan mendapat respon 240 tweet dari berbagai sumber akun.
Di dunia pertambangan nama Riza bukan hal baru. Jika boleh dibayangkan seperti seorang yang memiliki pengaruh yang luar biasa serta kekayaan yang melimpah.
Berdasarkan tulisan Bloombergtechnoz, bahwa bisnis Riza kebanyakan tidak terdaftar atas namanya dalam struktur perusahaan, melainkan melalui jaringan kompleks perusahaan cangkang (shell company), proksi, dan entitas yang tersebar di berbagai surga pajak (tax havens).
Namanya juga sempat muncul dalam dokumen Panama Papers dan Pandora Papers. dua bocoran data keuangan terbesar dalam sejarah yang mengungkap bagaimana para elite dunia menyembunyikan kekayaannya.
Hal ini menjadi bukti kuat bahwa gurita bisnisnya beroperasi secara global dan dirancang untuk sulit dilacak. Meski dikenal saudagar minyak, Riza Chalid tidak hanya fokus pada bisnis energi.
Dia juga merambah ke sektor lain, seperti mode ritel, perkebunan sawit, dan industri minuman. Salah satu unit bisnisnya yang cukup terkenal adalah KidZania, taman bermain anak-anak.
Riza juga mendirikan Sekolah Islam Internasional Al Jabr di Jakarta Selatan pada tahun 1994 bersama sang istri. Selain itu, namanya juga pernah dikaitkan dengan kepemilikan maskapai penerbangan.
Beberapa laporan menyebutkan ia mengendalikan sejumlah perusahaan lepas pantai untuk memfasilitasi transaksi minyak global.
Struktur bisnisnya sering kali menggunakan perusahaan shell company atau special Purpose Vehicle (SPV).
Jejak terbaru, pertemuan Riza dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Agustus 2023 sempat menimbulkan spekulasi terkait penambangan logam tanah jarang (rare earth elements). Namun, Anwar Ibrahim membantah bahwa pertemuan tersebut ada kaitannya dengan bisnis tersebut. (ndi/Bloomberg)
