Aktual.co.id – Miliarder David Tepper baru-baru ini menjadi berita karena menjual tiga saham AI sambil berinvestasi di Nvidia.
Tepper, 67 tahun, dikenal sebagai pengusaha yang cerdik, pemilik Carolina Panthers, salah satu investor terbaik Wall Street dan pria yang tidak mudah melupakan kesalahan.
Pada tahun 2010, miliarder pengelola dana lindung nilai asal Amerika Serikat ini membeli rumah milik mantan bosnya yang telah mengabaikannya demi promosi jabatan.
Menurut laporan di Sydney Morning Herald, Tepper membayar lebih dari $43 juta (Rp699 Miliyar) untuk rumah Jon Corzine, mantan CEO Goldman Sachs, di Long Island .
Setelah ia memiliki properti atas namanya, Tepper merobohkannya dan membangun rumah besar dua kali lebih besar.
Jon Corzine pernah melewatkan Tepper untuk promosi di Goldman Sachs. Hal ini terjadi setelah kejatuhan pasar saham tahun 1989, yang berhasil diatasi Goldman sebagian besar berkat Tepper, menurut sebuah laporan di majalah The New York.
Corzine saat itu menjabat sebagai CEO, tetapi ia memilih meninggalkan Tepper demi sebuah kemitraan. Tak lama kemudian, Tepper keluar dari perusahaan investasi tersebut dan mendirikan Appaloosa Management, sebuah perusahaan dana lindung nilai global yang berbasis di Miami Beach, Florida.
Bertahun-tahun kemudian, Tepper membeli rumah musim panas mantan bosnya di Hamptons dan merobohkannya. Ia membayar $43 juta (Rp699 Milyar) kepada mantan istri Corzine untuk properti tersebut.
Menurut Daily Mail, rumah itu adalah rumah termahal yang dijual di Hamptons saat itu. Setahun setelah kesepakatan properti di tahun 2010, ia merobohkan rumah seluas 6.165 kaki persegi itu hingga rata dengan tanah dan membangun rumah yang dua kali lebih besar.
Pembangunannya memakan waktu empat tahun dan didokumentasikan secara luas pada saat itu. Rumah besar baru Tepper meliputi area seluas 11.268 kaki persegi dan memiliki pemandangan laut, kolam renang, dan lapangan tenis.
Ketika ditanya tentang ‘balas dendamnya’ oleh New York Magazine pada tahun 2010, Tepper menyeringai dan berkata, “Bisa dibilang begitu. Bisa dibilang ada sedikit keadilan di dunia ini.” (ndi/TheHindustaniTimes)
