Aktual.co.id – Tidak ada bukti pasti tentang penemuan pembuatan keju. Namun legenda mengatakan kemungkinan besar seseorang menciptakan keju secara tidak sengaja.
Ribuan tahun yang lalu, orang-orang mengangkut susu dan menyimpannya di dalam perut domba. Setelah dibiarkan beberapa hari, protein akan terpisah menjadi dadih dan whey.
Dari situ, mengawetkan padatan dengan garam mungkin tampak sebagai langkah logis selanjutnya. Garam adalah pengawet yang sangat berharga di zaman kuno.
Catatan tertua tentang pembuatan keju berasal dari tahun 5500 SM di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Polandia. Saat ini terdapat lebih dari 1.400 varietas keju.
Prinsip dasar pembuatan keju cukup sederhana. Biarkan susu menjadi asam (atau secara ilmiah, menggumpalkan protein kasein).
Kemudian pisahkan dadih (padatan) dari whey (cairan). Dadih kemudian diberi garam dan dibiarkan matang. Bakteri, enzim, atau jamur dapat ditambahkan pada berbagai tahap.
Semua ini, serta jenis susu, suhu, waktu, dan kadar air, dikendalikan untuk menghasilkan rasa, warna, dan tekstur yang diinginkan.
Pembuat keju juga menambahkan rempah-rempah dan bumbu untuk menambah variasi dan cita rasa. Nilai gizi keju bervariasi tergantung pada jenisnya.
Keju cottage dan mozzarella memiliki kandungan lemak dan kalori per porsi yang rendah, sedangkan mascarpone dan cream cheese memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Mascarpone membuat hidangan penutup seperti tiramisu menjadi kaya dan lembut.
Bagi para pencinta keju yang merasa satu hari saja tidak cukup untuk merayakan keju, National Day Calendar menyajikan kalender yang penuh dengan perayaan bertema keju.
Nikmati keju bersama makan siang atau sebagai camilan. Bagikan resep atau lelucon bertema keju favorit. Cobalah paduan keju baru. (ndi/national day)
