Aktual.co.id – Bulan Sya’ban diperkirakan jatuh pada akhir Januari hingga pertengahan Februari tahun 2026.
Bulan Sya’ban bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah global (hisab), 1 Sya’ban 1447 H diperkirakan jatuh pada, Selasa, 20 Januari 2026 dan berakhir sekitar 17 atau 18 Februari 2026
Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban) diperkirakan jatuh pada 3 Februari 2026 sedangkan awal Ramadhan 1447 H diperkirakan mulai 18 atau 19 Februari 2026
Meski demikian, penetapan resmi awal bulan Ramadhan tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang diumumkan oleh otoritas keagamaan masing-masing negara.
Dalam sejarah Islam, bulan Sya’ban mencatat sejumlah peristiwa penting, di antaranya perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Makkah pada tahun ke-2 Hijriyah serta turunnya kewajiban puasa Ramadhan.
Dikutip dari laman UNESA, Pertengahan bulan Sya’ban atau Nisfu Sya’ban kerap dimaknai malam yang baik memperbanyak doa, istighfar.
Banyak umat Islam mengisinya dengan ibadah sunnah seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir. Meski terdapat perbedaan pendapat ulama terkait bentuk perayaannya, secara umum Nisfu Sya’ban dipahami momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia .
Bulan Sya’ban sering disebut sebagai bulan latihan sebelum Ramadhan. Umat Islam dianjurkan mulai mengatur pola ibadah, menjaga konsistensi salat, serta mempersiapkan fisik dan mental untuk menjalankan puasa wajib.
Dengan memaksimalkan ibadah di bulan Sya’ban, diharapkan umat Islam menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat ibadah yang lebih kuat. (ndi/UNESA)
