• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ciri-Ciri Kepribadian Narcissistic yang Sering Disamarkan Jadi “Percaya Diri Tinggi”
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Ciri-Ciri Kepribadian Narcissistic yang Sering Disamarkan Jadi “Percaya Diri Tinggi”

Redaktur III Sabtu, 28 Maret 2026
Share
4 Min Read
Ilustrasi kesehatan mental/ Foto: freepik
Ilustrasi kesehatan mental/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Banyak orang mengagumi sosok yang kelihatan percaya diri: selalu bicara lantang, nggak ragu ambil panggung, dan seolah punya segalanya.

Banyak yang bilang “dia keren, pede banget, beda dari yang lain”. Tapi di balik itu, sering ada pola yang lebih dalam dan lebih merusak.

Awalnya dipuji sebagai kepercayaan diri tinggi, lama-lama terasa egois, manipulatif, dan bikin orang sekitar capek.

Yang membedakan narcissistic terselubung dari percaya diri asli bukan penampilan luar, melainkan motif di balik perilaku dan cara memperlakukan orang lain.

Orang yang punya ciri ini biasanya tidak sadar atau tidak mau sadar, tapi orang di sekitarnya yang paling merasakan. Mari lihat tanda-tandanya satu per satu.

Orang Ini Butuh Jadi Pusat Perhatian

Dalam obrolan, topik apa pun akhirnya balik ke dirinya. Ketika orang cerita susah, dia langsung cerita susahnya lebih parah.

Baca Juga:  Kenali Vibrasi Negatif Agar Sehat Mental

Orang lain senang, dia langsung cerita pencapaian lebih besar. Orang percaya diri sehat senang mendengar dan merayakan orang lain.

Narcissistic terselubung merasa terancam kalau bukan yang paling menonjol, jadi dia alihkan fokus supaya tetap jadi bintang.

Dia Memuji Diri Sendiri Secara Halus Tapi Terus-Menerus

Bukan sombong terang-terangan, tapi lewat kalimat seperti “orang biasa sih nggak ngerti”, “aku emang beda level”, atau cerita sukses yang diselipkan di mana-mana.

Dirinya pakai kalimat tersebut untuk memastikan orang lain mengakui kehebatannya. Kalau nggak dipuji, dia merasa kurang dihargai, meski sudah dipuji berkali-kali.

Kritik Kecil Saja Dianggap Serangan Pribadi

Beri masukan ringan, dia defensif berat: marah, diam membeku, atau balik nyerang dengan kritik lebih pedas. Dia tidak bisa bedain feedback dengan penghinaan. Narcissistic lihat kritik sebagai ancaman terhadap citra sempurna yang mereka jaga mati-matian.

Baca Juga:  Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Dia Punya Empati Selektif, Hanya Kalau Menguntungkan

Dia perhatian kalau berguna atau bisa dipamerkan. Tapi pas lagi down dan tidak bisa kasih apa-apa, perhatian hilang seketika.

Itu bukan empati asli, melainkan alat untuk menjaga hubungan yang menguntungkan. Orang di sekitar sering merasa dipakai, bukan dicintai.

Susah Minta Maaf yang Tulus

Kalau terpaksa minta maaf, biasanya “maaf kalau kamu tersinggung” atau “maaf ya, tapi sebenarnya kamu yang salah paham”.

Tanggung jawab selalu dialihkan. Dia nggak mau mengakui kesalahan karena itu berarti citra “sempurna” retak.  Maaf yang tulus butuh kerendahan hati, sesuatu yang mereka hindari.

Dia Iri Terhadap Kesuksesan Orang Lain

Di depan bilang “selamat ya, keren”, tapi di belakang nyinyir, meremehkan, atau cari-cari kekurangan. Dia tidak bisa benar-benar senang atas keberhasilan orang lain. Narcissistic merasa kesuksesan orang lain mengurangi nilai diri, jadi harus direndahkan.

Baca Juga:  Hati – hati dengan Pria yang Memiliki Ciri Seperti Ini

Bangun Relasi Berdasarkan Kekaguman, Bukan Kedekatan

Dia pilih teman atau pasangan yang terus memuji dan mengagumi. Kalau orang itu mulai kritis atau tidak kagum, hubungan dingin atau diputus.

Relasi sehat butuh keseimbangan memberi dan menerima. Dia hanya butuh supply kekaguman konstan, tanpa itu, dia merasa kosong.

Mengenali ciri-ciri ini bukan buat menghakimi orang, tapi buat melindungi diri sendiri dari perilaku manipulatif. Kalau sering merasa kecil, capek, atau ragu diri setelah bergaul dengan seseorang, itu adalah sinyal.

Percaya diri sejati bikin orang di sekitar ikut tumbuh, bukan merasa dikerdilkan. Yang paling penting bukan menjauhi semua orang yang kelihatan pede, tapi belajar bedain mana yang sehat dan mana yang topeng. (fb)

SHARE
Tag :gangguan kepribadianMental healthpsikologi

Berita Aktual

Kantor BNPB/ Foto: Ist
KPK Menggeledah Ruang Kepala BNPB Terkait Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
Jumat, 16 Oktober 2026
Lokasi gempa bumi di Kota Bogor/ Foto: BMKG
Gempa Bumi 4,1 Mag Terjadi di Barat Daya Kota Bogor Jawa Barat
Kamis, 15 Oktober 2026
Doddy Katamsi/ Foto: Ist
Vokalis Elpamas Doddy Katamsi Meninggal Dunia
Kamis, 15 Oktober 2026
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak/ Foto: youtube setpres
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Menjabat Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPPDT
Kamis, 15 Oktober 2026
Ahmad Hidayat/ Foto: dok AHa
Ahmad Hidayat Gabung PSI Sesuai Semangat Soekarnoisme dan Marhaenisme
Kamis, 15 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Dampak Polusi Udara Karhutla Terhadap Kesehatan Respirasi

KPK Menahan Lima Orang Tersangka Hasil OTT di Lingkungan BNPB

Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

More News

Ilustrasi ayah mengambil raport anak/ Foto: Gemini AI

Mengambil Rapot oleh Ayah Menunjukkan Kepedulian Terhadap Anak

Jumat, 19 Desember 2025
Dalam hubungan sosial narsisistik dikaitkan dengan kesombongan dan merendahkan orang lain / Foto : Freepik

Penelitian : Orang Narsisistik Sering Dikucilkan dan Salah Membaca Isyarat Sosial

Kamis, 24 April 2025
Ilustrasi introvert ketika di tengah keramaian / Foto : Freepik

Perilaku Introvert Ketika di Tempat Umum Berdasarkan Analisa Psikologi

Sabtu, 16 Agustus 2025
Tetap aktif di masa pensiun bisa menyehatkan jiwa dan raga. / Foto : Freepik

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Masa Pensiun

Selasa, 11 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id