• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang yang Tumbuh dalam Keluarga Penuh Emosi, Memiliki Kepribadian Berikut Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang yang Tumbuh dalam Keluarga Penuh Emosi, Memiliki Kepribadian Berikut Ini

Redaktur III Jumat, 23 Mei 2025
Share
4 Min Read
Pendidikan anak akan mempengaruhi ketika dewasa / Foto : freepik
Pendidikan anak akan mempengaruhi ketika dewasa / Foto : freepik

Aktual.co.id – Pengalaman masa kanak-kanak dapat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap jati diri pada saat dewasa.
Ada perilaku umum yang muncul di masa dewasa pada orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan penuh gejolak emosi.
Diharapkan artikelya yang ditulis oleh psikolog Farley Ledgerwood ini memberikan gambaran tentang sifat dalam perkembangan seorang anak hingga dewasa.

Kemandirian yang Menutupi Kerentanan

Beberapa orang yang tumbuh dalam kekacauan belajar bahwa tidak dapat bergantung pada orang lain, kemandirian namun tidak mampu menunjukkan Kerentanan pada dirinya.
Ada perasaan ketika mengandalkan orang lain rasanya seperti risiko yang terlalu besar entah nanti mengecewakan atau merasa berhutang sesuatu sebagai balasan.
Kemandirian ini dapat menjadi kekuatan, tetapi juga dapat menjadi topeng yang menyembunyikan kesepian atau ketakutan akan penolakan.
Jika perasaan ini sesuai maka mulailah melakukan langkah kecil, seperti menerima tawaran teman untuk membantu atau bersikap lebih terbuka dengan perjuangan emosional.

Baca Juga:  Peneliti Menunjukkan Wajah Kesombongan dan Keegoisan pada Narsisistik

Kecenderungan Menyabotase Diri Sendiri dengan Kecemasan

Begitu terbiasa dengan hal-hal yang berjalan keliru, maka ketika semua berjalan baik, akan ditangkap suatu yang kebetulan.
Misalnya ada seorang pebisnis yang mengawali karir bisnisnya sebagai pemula. Di dalam otaknya terbangun kecemasan akan kerugian ketika berjalan bisnisnya.
Daripada menunggu kerugian itu datang, maka dia menutup usaha bisnisnya. Dilakukan hal tersebut supaya tidak sampai kecewa ketika bisnisnya terpuruk nantinya
Jika melihat tanda-tanda ini pertimbangkan untuk bertanya pada diri sendiri, “Apa yang ditakutkan?”
Pertanyaan ini bisa mengikatkan ketika terjebak di dalam kecemasan.

Kesulitan Mengatur Emosi

Keluarga yang dipenuhi bergejolak emosi secara psikologis dapat membuat seseorang mudah meledak dalam sekejap atau menutup diri sepenuhnya.
Orang seperti ini menganggap pengungkapan perasaan itu berbahaya atau tidak ada gunanya. Karena sering menyaksikan pertengkaran yang akhirnya tidak menyelesaikan apa pun
Tumbuh di lingkungan seperti itu mengajari untuk menghindari pembicaraan yang sulit sama sekali.

Baca Juga:  Studi Mengungkap Efek Mengejutkan Berendam di Air Dingin

Bereaksi Berlebihan Terhadap Stres

Ketika tumbuh dikelilingi oleh pasang surut emosi, tubuh akan belajar untuk tetap waspada.
Pemicu terkecil sekalipun dapat membuat respons stres meningkat pesat.
Keadaan ini karena sistem saraf yang dibentuk karena didikan masa kecil.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang tegang sering kali mengembangkan kewaspadaan berlebihan .
Itulah sebabnya rintangan yang skalanya ringan bisa terasa seperti gunung. Kecemasan seperti ini bisa dikontrol dengan mengatur pola nafas beberapa saat sebelum melanjutkan aktifitas.

Menyenangkan Orang Lain karena Takut Konflik

Jika tumbuh dalam keluarga yang suka bertengkar wajar saat dewasa orang tersebut mendambakan perdamaian.
Keadaan ini membuat seseorang kehilangan kontak dengan kebutuhan untuk diri sendiri karena berusaha membuat orang lain bahagia.
Padahal menurut psikologi, orang yang tidak menetapkan batasan yang sehat dapat merasa kelelahan secara mental.
Maka kendalikan kebutuhan orang lain serta kondisikan untuk kebutuhan diri demi kesehatan mental. Karena kesehatan mental bisa berpengaruh pada kesehatan fisik.

Baca Juga:  Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Berjuang untuk Percaya dan Terbuka

Bila tumbuh dalam rumah tangga yang tidak stabil maka akan memunculkan sikap selalu waspada pada saat dewasa.
Kewaspadaan berlebihan ini dapat terbawa ke dalam hubungan ketika menjalin komunikasi pada saat dewasa.
Tiba-tiba, perubahan sekecil apa pun seperti nada suara atau penundaan dalam pesan teksnya dapat memicu kekhawatiran yang berlebih.
Keintiman menjadi sebuah teka-teki karena dianggap bertentangan dengan naluri yang selama ini dalam didikan orang tua, sehingga untuk mengamankan diri memilih menjaga jarak kepada semua orang. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikologPsikologi perkembangan
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Hari Santri Nasional/dok.istimewa
Refleksi Hari Tani: Menanam Masa Depan Indonesia
Kamis, 24 September 2026
Aktifitas bandara di Timur Tengah/ Foto: vietnam
Irak dan Oman Menangguhkan Penerimaan Penerbangan dari Iran
Rabu, 23 September 2026
RedMagic 11Pro+ / Foto: GSM Arena
Jelang Peluncuran Desain RedMagic 11Pro+ Mulai Dibocorkan
Rabu, 23 September 2026
Sejumlah barang bukti hasil tes DNA temuan Jenazah di Bengkulu/ Foto: ANTARA
Jenazah di Bengkulu Adalah Sukarman ABK KM Arupadatu I yang Membawa 5 Jurnalis
Rabu, 23 September 2026
Steve Witkoff dan Abbas Araghchi / Foto: worldview
Menlu Iran Bertemu Utusan Khusus AS Membahas Syarat Pembukaan Selat Hormuz di PBB
Rabu, 23 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pasangan Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Menyambut Anak Kedua

Presiden Donald Trump Membantah Kehabisan Amunisi

Sirajudin Meminta Maaf Kepada Warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Menlu Iran Bertemu Utusan Khusus AS Membahas Syarat Pembukaan Selat Hormuz di PBB

Jenazah di Bengkulu Adalah Sukarman ABK KM Arupadatu I yang Membawa 5 Jurnalis

More News

Ilustrasi peringatan anti bully/ Foto: national today

Hari Internasional Melawan Perundungan Mengingatkan Bahaya Bully

Jumat, 27 Februari 2026
Ilusi permusuhan yang menghancurkan organisasi

Teori Konspirasi yang Bisa Menghancurkan Organisasi Karena Ilusi Pribadi

Rabu, 19 Februari 2025
Kemalasan bisa akibat kurang istirahat/ Foto : freepik

Hal yang Menyebabkan Kurang Motivasi Saat Berkarya Menurut Psikolog

Selasa, 25 Maret 2025
Muncul dysmorphia zoom di kalangan pelajar./ foto : freepik

Fenomena Dysmorphia Zoom di Kalangan Pelajar Pasca Covid-19

Minggu, 16 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id