• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Menyebutkan Udara Panas Bisa Mempengaruhi Tingkat Depresi pada Remaja
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Menyebutkan Udara Panas Bisa Mempengaruhi Tingkat Depresi pada Remaja

Redaktur III Jumat, 20 Juni 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi depresi pada anak remaja karena cuaca panas / Foto : freepik
Ilustrasi depresi pada anak remaja karena cuaca panas / Foto : freepik

Aktual.co.id  – Sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa remaja yang mengalami gelombang panas yang lebih intens cenderung mengalami gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi.

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dampak perubahan iklim terhadap kesehatan mental. Meskipun penelitian telah menunjukkan suhu panas ekstrem dapat memengaruhi kesehatan fisik, penelitian ini melengkapi sejumlah bukti baru bahwa udara panas bisa mempengaruhi tekanan psikologis.

Para peneliti melakukan penelitian untuk memahami bagaimana stresor lingkungan seperti suhu panas dapat memengaruhi kesejahteraan mental pada remaja.

Depresi dan kecemasan sudah menjadi penyebab utama kalangan remaja di seluruh dunia. Keadaan ini makin diperburuk seiring meningkatnya suhu global.

“Sebagai seorang sarjana Tiongkok, saya telah mengamati gelombang panas yang sering terjadi dan intens di Tiongkok selama dekade terakhir,” kata penulis studi Yizhen Yu, seorang profesor di Tongji Medical College di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

Prof Yizhen Yu mengatakan, dirinya fokus pada kesehatan masyarakat remaja, karena khawatir perubahan iklim bedampak pada kesehatan pada kelompok tersebut.

Selama ini penelitian keterkaitan antara udara panas dengan kesehatan mental orang dewasa sudah dilakukan, sehingga dibutuhkan data tambahan pengaruh terhadap depresi usia remaja.

Baca Juga:  Kebiasaan yang Menjebak Seseorang pada Kelelahan Mental

“Penelitian kami bertujuan untuk membantu menjembatani kesenjangan pengetahuan yang selama ini sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya,” katanya Prof Yizhen Yu.

Para peneliti menganalisis data dari hampir 20.000 remaja di Tiongkok, yang diambil dari survei kesehatan berbasis sekolah nasional yang dilakukan pada tahun 2021.

Para siswa, yang berusia 10 hingga 18 tahun, direkrut melalui proses pengambilan sampel multi-tahap yang dirancang menangkap variasi di seluruh wilayah geografis, jenis sekolah, dan lingkungan perkotaan-pedesaan.

Setelah membuang respons yang tidak lengkap atau tidak konsisten, sampel mencakup 19.852 peserta, dengan jumlah anak laki-laki dan perempuan yang hampir sama.

Untuk mengukur depresi dan kecemasan, para peneliti menggunakan dua alat skrining yang diterima secara luas: Kuesioner Kesehatan Pasien-9 dan skala 7-item Generalized Anxiety Disorder.

Siswa yang memperoleh skor 10 atau lebih tinggi pada skala ini dianggap berisiko mengalami depresi atau kecemasan. Sekitar 19% peserta memenuhi kriteria depresi, dan 16% memenuhi kriteria kecemasan.

Paparan panas dinilai menggunakan tiga definisi gelombang panas yang berbeda. Ukuran utamanya adalah faktor panas berlebih, yang mempertimbangkan lonjakan suhu jangka pendek dan tren jangka panjang, yang memungkinkan tentang intensitas gelombang panas dan aklimatisasi.

Baca Juga:  Hindari Terus Berpikir di Malam Hari Karena Menyebabkan Overthingking

Data suhu udara harian untuk setiap lokasi sekolah diambil dari kumpulan data ERA5-Land, yang menawarkan estimasi suhu beresolusi tinggi.

Dengan melakukan geocoding lokasi sekolah dan menghitung rata-rata besarnya gelombang panas selama 12 bulan sebelumnya, para peneliti dapat memperkirakan paparan setiap siswa terhadap gelombang panas di lingkungan setempat.

Para peneliti menggunakan model regresi logistik untuk menguji hubungan antara paparan gelombang panas dan dampak kesehatan mental, dengan menyesuaikan faktor pengganggu potensial seperti jenis kelamin, tingkat kelas, wilayah, latar belakang sosial ekonomi, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan seperti curah hujan.

Peneliti menemukan bahwa paparan gelombang panas yang lebih besar, secara signifikan berpengaruh pada depresi, kecemasan, dan kemunculan kedua kondisi tersebut secara bersamaan.

Untuk setiap peningkatan satuan dalam besarnya gelombang panas, kemungkinan depresi meningkat sebesar 13%, dan kecemasan meningkat sebesar 12%.

Metrik yang sama juga dikaitkan dengan depresi dan kecemasan yang terjadi bersamaan, serta kasus-kasus di mana depresi atau kecemasan terjadi secara terpisah.

“Temuan kami menunjukkan paparan gelombang panas berkaitan dengan risiko depresi dan gejala kecemasan di kalangan remaja Tiongkok,” kata Yu kepada PsyPost.

Hal ini menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai bagian integral dari ketahanan iklim. Maka sekolah, keluarga, dan pembuat kebijakan agar memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan psikologis remaja selama peristiwa cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Siswa laki-laki tampak lebih rentan terhadap kesehatan mental akibat paparan panas, terutama kecemasan. Di antara anak laki-laki, paparan gelombang panas yang lebih besar dikaitkan dengan peningkatan 22% dalam mengalami kecemasan.

Sementara peningkatannya lebih kecil dan tidak signifikan secara statistik di antara anak perempuan. Temuan ini bertentangan dengan tren umum dalam penelitian kesehatan mental, di mana anak perempuan sering ditemukan lebih mungkin melaporkan gejala internalisasi seperti kecemasan dan depresi.

“Perubahan iklim merupakan ancaman yang meningkat terhadap kesehatan mental, khususnya bagi populasi yang rentan seperti remaja,” imbuh Yu.

Sangat penting meningkatkan kesadaran akan isu-isu ini sekaligus memberdayakan kaum muda dengan strategi penanggulangan dan mengadvokasi agar ikut dalam diskusi kebijakan iklim.

Para pembuat kebijakan harus mengintegrasikan ketahanan panas ke dalam strategi kesehatan masyarakat, misalnya, dengan merevisi protokol keselamatan sekolah selama gelombang panas.

Kolaborasi di seluruh sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sangat penting melindungi dan meningkatkan kesehatan mental kaum muda dalam menghadapi tantangan iklim. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :depresiGangguan Depresigangguan kepribadiankesehatan jiwaMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ju Haknyeon / Foto: allkpop
Seorang Jurnalis Didakwa Bersalah Karena Pencemaran Nama Baik Ju Haknyeon
Selasa, 2 Juni 2026
Dadan Hindayana / Foto: Ist
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
Selasa, 2 Juni 2026
Petugas kesehatan sedang mengukur suhu badan warga/ Foto: anadolu
Jumlah Kasus Ebola Melampaui 300 di Republik Demokratik Kongo
Selasa, 2 Juni 2026
Athropic AI/ Foto: engagatged
Claude AI Down: Anthropic Konfirmasi Gangguan Layanan
Selasa, 2 Juni 2026
Nadhiem Makarim / Foto : courtesy iNews
Nadiem Mengaku Sedih Dianggap Koruptor Padahal Tidak Ada Buktinya
Selasa, 2 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ilustrasi makan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

BTS Rilis Jadwal FIESTA 2026 di Media Sosial Resminya

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Nadiem Makarim Akan Membacakan Pledoi Pembelaan Atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

Sebuah Meteor Meledak Setelah Menabrak Atmosfer Bumi di Amerika Serikat

Kue Hazelnut Diyakini Memiliki Kekuatan untuk Menyembuhkan

More News

Ilustrasi kecanduan melihat video pendek di media sosial / Foto : freepik

Kecanduan Video Pendek Menunjukkan Perubahan Respons Otak Saat Mengambil Keputusan

Rabu, 9 Juli 2025
Ilustrasi sosok manipulasi/ Foto: freepik

Ini Alasan Orang Manipulasi Jarang Meminta Secara Langsung

Rabu, 25 Februari 2026
Ilustrasi kontrol gula darah/ Foto: freepik

Banyak Orang Usia 15 Tahun Tidak Mengetahui Menderita Diabetes

Selasa, 9 September 2025
Orang sukses akan meninggalkan hasrat dalam hati / Foto : Freepik

Kalimat “Ikuti Hasrat Anda” Dianggap Mantra Keliru untuk Menuju Kesuksesan

Sabtu, 26 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id