• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Studi Menemukan, ChatGPT Meniru Disonansi Kognitif Manusia Dalam Eksperimen Psikologis
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Studi Menemukan, ChatGPT Meniru Disonansi Kognitif Manusia Dalam Eksperimen Psikologis

Redaktur III Rabu, 4 Juni 2025
Share
4 Min Read

Aktual.co.id – Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa GPT-4o OpenAI, salah satu model bahasa besar yang paling canggih, menunjukkan perilaku yang menyerupai fitur inti psikologi manusia: disonansi kognitif. 

Penelitian menemukan bahwa GPT-4o mengubah pendapatnya setelah menulis esai persuasif tentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

Perubahan ini lebih jelas ketika model tersebut secara halus diberi ilusi memilih jenis esai yang akan ditulis.

Hasil ini mencerminkan penelitian selama beberapa dekade yang menunjukkan bahwa manusia cenderung mengubah sikap perilaku masa lalu.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan penting terutama model bahasa. Apakah bahasa tersebut hanya meniru respons seperti manusia atau menunjukkan pola yang  kompleks berakar dari struktur bahasa itu sendiri.

Model bahasa besar seperti GPT-4o menghasilkan teks dengan memprediksi kata berikutnya yang paling mungkin berdasarkan sejumlah besar data yang dikumpulkan dari buku, situs web, dan sumber tertulis lainnya. Meskipun tidak sadar dan tidak memiliki keinginan, ingatan, atau perasaan, namun Chat GPT sering kali mengejutkan seperti manusia. 

Baca Juga:  Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Kesehatan Seseorang

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa model-model ini dapat melakukan tugas yang membutuhkan penalaran logis dan pengetahuan umum. 

Tetapi bisakah ChatGPT meniru kecenderungan psikologis yang tidak rasional atau mencerminkan diri. Misalnya dorongan manusia mempertahankan konsistensi internal?

Disonansi kognitif mengacu pada ketidaknyamanan yang dirasakan orang ketika tindakannya bertentangan dengan keyakinan dirinya.

Misalnya, seseorang yang menentang pemimpin politik mungkin merasa tidak nyaman jika diminta menulis esai yang memuji pemimpin itu. 

Ketidaknyamanan ini membuat orang merevisi sikapnya agar lebih cocok dengan perilaku yang dinginkan 

Eksperimen psikologi klasik telah menunjukkan bahwa orang mengubah pendapat ketika bebas memilih untuk terlibat dalam perilaku yang diinginkan walaupun pilihan tersebut kategori pilihan manipulasi.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Mahzarin Banaji di Universitas Harvard dan Steve Lehr di Cangrade, Inc., ingin tahu apakah GPT-4o akan menunjukkan sensitivitas terhadap konsistensi perilaku dan pilihan yang dirasakan.

Untuk menguji ini, para peneliti menggunakan metode klasik dari psikologi sosial yang dikenal sebagai “paradigma kepatuhan yang diinduksi.” 

Baca Juga:  Kebiasaan Orang yang Akan Dijauhi oleh Masyarakat Sosial

GPT-4o diminta untuk menulis esai positif atau negatif tentang Vladimir Putin. Kelompok interaksi ketiga berfungsi sebagai kontrol, dengan GPT menulis esai tentang topik netral.

GPT diberitahu bahwa dapat “dengan bebas memilih” jenis esai mana yang akan ditulis tetapi diberitahu lebih dari satu jenis (misalnya, anti-Putin) telah dikumpulkan, dan jenis yang berlawanan (misalnya, pro-Putin). 

Pengaturan ini mencerminkan taktik dalam penelitian disonansi kognitif yang memberi ilusi pilihan.

Setelah menulis esai, GPT diminta mengevaluasi Putin berdasarkan empat sifat: kepemimpinan keseluruhan, dampak pada Rusia, efektivitas ekonomi, dan pemikiran visioner. 

Untuk mengurangi kemungkinan GPT akan menyesuaikan jawaban berdasarkan esai sebelumnya atau preferensi pengguna yang dirasakan. 

Para peneliti menekankan bahwa ini tugas terpisah dan menginstruksikan untuk merespons berdasarkan pengetahuan  tentang Putin dan dunia.

Dalam kedua studi tersebut, evaluasi GPT-4o terhadap Vladimir Putin bergeser secara signifikan tergantung pada jenis esai yang ditulisnya. 

Baca Juga:  Tips Meredam Kecemasan Tentang Nasib Masa Depan

Setelah menulis esai pro-Putin, GPT menilai Putin lebih positif. Setelah menulis esai anti-Putin, menilai lebih negatif. 

Pergeseran ini terjadi meskipun diberitahu untuk tidak mendasarkan jawabannya pada esai sebelumnya.

Dalam kedua studi tersebut, evaluasi GPT-4o terhadap Vladimir Putin bergeser secara signifikan tergantung pada jenis esai yang telah ditulisnya. 

Setelah menulis esai pro-Putin, GPT menilai Putin lebih positif. Setelah menulis esai anti-Putin, itu menilainya lebih negatif.

Pergeseran ini terjadi meskipun diberitahu untuk tidak mendasarkan jawabannya pada esai sebelumnya

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya yang berkembang untuk memahami bagaimana sistem kecerdasan buatan berperilaku mirip kognisi manusia. 

Para peneliti menggambarkan tujuannya yang lebih luas sebagai mempelajari “pikiran mesin,” menggunakan metode eksperimental dari psikologi untuk memprediksi lebih baik bagaimana sistem AI dapat bertindak dalam masyarakat. “Pekerjaan disonansi adalah salah satu dari beberapa aliran penelitian yang dikejar untuk mendukung tujuan yang lebih besar ini,” kata Lehr. (ndi)

SHARE
Tag :Chat GPTDisonansi Kognitifkesehatan jiwaPsikologi Kognitif
Ad imageAd image

Berita Aktual

Wali Kota London Sadiq Khan / Foto: anadolu
Walikota London Didakwa Bersalah Karena Tidak Membayar Pajak Mobil
Rabu, 2 September 2026
Kelapa/ Foto: Ist
Konsumsi Air Kelapa untuk Menunjang Kesehatan Badan
Rabu, 2 September 2026
Ilustrasi AI/ Foto: vietnam
Diperkirakan Sebanyak 20 Brangkas Berisi Uang Milik Bank Hanyut Banjir di Nepal
Rabu, 2 September 2026
Rumor pilihan warna iPhone 18 Pro
Beredar Rumor iPhone 18 Pro yang Terdiri Tiga Warna Pilihan
Rabu, 2 September 2026
Suasana siswa keracunan MBG di Sidorajo/ Foto: TikTok
Seluruh Pihak Berkonsentrasi Kejadian Keracunan MBG di Kabupaten Sidoarjo
Rabu, 2 September 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Tim Penyelamat Berupaya Menjangkau 900 Orang Terjebak Terowongan di Banjir Nepal

Grup E’LAST Mengakhiri Aktivitasnya Setelah Enam Tahun Berkarir

Ibrahim Arief Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu Menjadi Rp2,624 Juta Per Gram

Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,3 Terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

More News

Min Hee Jin /foto: allkpop

Polisi Menutup Penyelidikan Terhadap Laporan Pelecehan Terhadap Min Hee Jin

Jumat, 10 Juli 2026
Tangkapan layar potongan cuplikan film Spider Man / Foto: variety

Spiderman Tom Holland Mulai Meluncurkan Trailer Resmi Brand New Day

Kamis, 19 Maret 2026
Kwik Kian Gie / Foto : capture ANTARA

Ekonom Kwik Kian Gie Meninggal Dunia

Selasa, 29 Juli 2025
Petugas polisi berjaga di dekat zona penggemar Zócalo/ Foto: capture The Guardian

Meksiko di Bawah Ancaman Keamanan Jelang Piala Dunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id