Aktual.co.id – Pria yang merasa tidak memiliki kelebihan apa pun sering kali mempengaruhi sikap perilakunya.
Mengenali perilaku ini dapat mengubah keadaan, tidak hanya bagi para pria tersebut, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.
Mengenali tanda-tanda ini bisa menawarkan bantuan untuk mengubah persepsi agar tidak terjebak dalam kerapuhan
Tidak Memiliki Rencana Masa Depan
Ketika pria merasa tidak punya apa-apa, sering kali kesulitan membayangkan masa depan. Orang ini kesulitan menetapkan tujuan jangka panjang bahkan membayangkan seperti apa kehidupannya.
Inilah masalahnya hidup tidaklah statis. Hidup adalah perjalanan yang penuh liku-liku, naik turun. Semua memiliki potensi untuk tumbuh, berubah, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri.
Kesulitan Menemukan Kegembiraan
Orang ini kesulitan merasa bahagia bahkan dalam situasi yang seharusnya dirasakan. Perayaan terasa hampa, pencapaian tampak tidak penting, dan pengalaman positif dapat dibayangi oleh pola pikir negatif.
Kesulitan dalam merasakan kegembiraan bukan hanya sekadar memiliki pandangan pesimistis. Ini semacam pertanda yang berakar dari perasaan yang tidak berharga.
Maka psikolog Olivia Reid mengatakan, tidak apa-apa merasa gembira meski dalam masa sulit. “Diperbolehkan untuk tersenyum dan tertawa untuk moment terbaik kita,” katanya
Isolasi dari Orang Lain
Kecenderungan untuk mengisolasi diri ini semakin kuat ketika dalam masa sulit dalam hidup. Suasana seperti berputar-putar, seperti tidak ada yang berjalan dengan baik.
Perilaku ini umum terjadi pada pria yang depresi dan merasa tidak memiliki apa-apa. “ia menjauh dari teman dan keluarga, sering kali dengan alasan tidak ingin menjadi beban. Namun, keterasingan ini hanya memperdalam perasaan putus asa,” ujar Olivia Reid.
Tidak apa-apa untuk bersandar pada orang lain saat keadaan menjadi sulit. Beban tidak untuk dipikul sendirian, namun dibagi agar saling memahami.
Pembicaraan Negatif Terhadap Diri Sendiri
Orang ini terus-menerus meremehkan usahanya sendiri, meremehkan pencapaian atau meramalkan kegagalan sebelum mencobanya.
“Penting untuk dipahami bahwa omongan negatif bukanlah representasi dari kenyataan. Itu hanyalah pandangan menyimpang yang dibentuk oleh keraguan dan ketakutan terhadap diri sendiri,” ujar Olivia Reid.
Kurangnya Perawatan Diri
Ketika seseorang merasa tidak memiliki apa-apa dalam hidup, salah satu tanda yang paling kentara adalah mengabaikan perawatan diri.
“Hal ini dapat berupa melewatkan makan hingga tidak meluangkan waktu untuk berolahraga atau mengabaikan kebersihan pribadi,” kata Olivia Reid.
Orang yang melaporkan tingkat pengabaian diri yang lebih tinggi memiliki tekanan psikologis yang lebih berat. Dengan kata lain, mengabaikan kesehatan fisik dapat berdampak pada kesejahteraan mental.
Terlalu Menekankan Kegagalan Masa Lalu
Banyak yang terjebak pada kegagalan masa lalu ketimbanga keberhasilan yang pernah dicapai. Bagi orang yang merasa tidak memiliki kelebihan maka perilaku ini akan semakin memperparah.
“Jika menengok ke belakang, bukan kegagalan yang menghambat seseoran untuk maju. Melainkan obsesi terhadap kegagalan itu,” kata Olivia Reid.
Yang perlu dipahami adalah bahwa kegagalan adalah bagian dari kehidupan, karena semua pernah mengalam kegagalan dan pernah mengalami jatuh.
Menghindari Risiko
Orang yang merasa rapuh sering kali mengembangkan keengganan untuk mengambil risiko. Orang ini merasa berada di dasar tangga, cenderung takut pada risiko apa pun yang berpotensi menjatuhkan lebih jauh lagi.
Ketakutan ini dapat terwujud seperti menghindari pengalaman baru atau serumit bertahan dalam pekerjaan atau hubungan yang tidak memuaskan.
Itu adalah naluri mempertahankan diri untuk menempatkan diri pada posisi aman agar tidak terlalu banyak menghadapi rintangan. (ndi)
