• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Studi Menemukan Remaja dengan Cidera Otak Menunjukan Sifat Psikopat Lebih Tinggi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Studi Menemukan Remaja dengan Cidera Otak Menunjukan Sifat Psikopat Lebih Tinggi

Redaktur III Rabu, 16 April 2025
Share
5 Min Read
Remaja yang pernah mengalami cidera otak cenderung memiliki perilaku psikopat kekerasan / Foto : Freepik
Remaja yang pernah mengalami cidera otak cenderung memiliki perilaku psikopat kekerasan / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan Research on Child and Adolescent Psychopathology menemukan bahwa remaja laki-laki di tahanan anak yang mengalami cedera otak traumatis cenderung menunjukkan tingkat psikopat yang lebih tinggi.

Penelitian ini menyoroti tingkat keparahan cedera otak dan jumlah cedera terkait fungsi kognitif yang lebih rendah dengan penggunaan zat yang lebih tinggi di mana faktor ini dikaitkan ciri-ciri psikopat yang menonjol.

Cedera otak traumatis, yang disebabkan pukulan atau sentakan pada kepala, dapat mengganggu fungsi otak. Meskipun gejalanya bervariasi, cidera otak memiliki kesulitan jangka panjang dalam berpikir, mengatur emosi, dan berperilaku.

Remaja yang memiliki cidera otak cenderung terlibat tindak pidana kriminal yang lebih tinggi, serta penggunaan zat terlarang, agresi, dan kesehatan mental yang buruk.

Peneliti juga menemukan perilaku impulsivitas, sikap tidak berperasaan, dan manipulasi, bagi remaja yang mengalami cidera di kepala.

Ciri-ciri ini dikelompokkan menjadi dua domain: ciri-ciri interpersonal dan afektif, seperti kurangnya empati dan emosi yang dangkal. Dan ciri-ciri gaya hidup dan antisosial, seperti impulsivitas dan perilaku kriminal.

Baca Juga:  Mendengarkan Musik Diyakini Bisa Meredam Mabuk di Perjalanan

Masih ada potensi  bertumbuhnya otak  pada remaja, maka peneliti merekomendasikan agar terapi pegobatan tetap dilanjutkan untuk pencegahan tindak kriminal lebih parah.

Tampilan XRay pada otak yang mengalami cidera / Foto : American Health
Tampilan XRay pada otak yang mengalami cidera / Foto : American Health

Studi ini bertujuan untuk mengetahui ciri – ciri psikopat yang berhubungan dengan aspek tingkat keparahan pada cidera otak. Para peneliti juga mengamati keterkaitan cedera otak terkait dengan psikopati melalui  penggunaan zat pengobatan trauma otak.

Peneliti merekrut 263 remaja laki-laki, berusia 14 hingga 21 tahun, dari penahanan remaja dengan keamanan maksimum di New Mexico.

Lebih dari separuh peserta (54%) melaporkan mengalami satu cedera otak traumatis. Beberapa responden mengalami cidera kecil hingga cedera sedang dan berat.

Setiap peserta menyelesaikan beberapa tes. Penilaian meliputi wawancara terstruktur guna mengukur ciri-ciri psikopat, tes memperkirakan kecerdasan, dan evaluasi gangguan suasana hati .

Riwayat cedera otak traumatis dinilai menggunakan kuesioner yang divalidasi yang menanyakan tentang gejala, tingkat keparahan, dan waktu terjadinya cedera.

Para peneliti menggunakan pendekatan statistik yang disebut pemodelan persamaan struktural, yang memungkinkan memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung di antara variabel-variabel penelitian, sambil memperhitungkan kesalahan pengukuran.

Baca Juga:  Ciri Orang yang Sensitif Terhadap Lingkungan Sosial

Penelitian ini juga menguji peserta dengan tidak adanya riwayat cedera otak. Langkah ini untuk membedakan antara kelompok yang tidak cidera dengan remaja yang mengalami trauma di kepala.

Peneliti menemukan fakta bahwa psikopati remaja tanpa trauma otak lebih dapat dikendalikan. Artinya remaja tanpa cedera otak adalah bisa dikendalika emosi serta suasana hatinya.

Kemudian, peneliti mengamati apakah ciri-ciri psikopat berbeda di antara kedua kelompok. Dan diketahui hasilnya, jika remaja dengan riwayat cidera otak traumatis memperoleh skor lebih tinggi pada tiga dari empat domain psikopati.

Peneliti juga mengamati karakteristik khusus dari cedera seperti tingkat keparahan dan jumlah luka di kepala dikaitkan dengan kecerdasan, penggunaan zat, dan sifat psikopat.

Peneliti menemukan fakta bahwa cedera lebih parah memiliki skor kecerdasan lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa cedera otak dapat mengganggu fungsi kognitif, yang kemudian berkontribusi pada masalah perilaku dan emosional.

Remaja dengan cedera kepala lebih banyak cenderung menggunakan lebih dari satu zat. Tingkat penggunaan zat yang lebih tinggi dikaitkan dengan sifat psikopat afektif dan perilaku.

Baca Juga:  Kebiasaan Malam yang Membuat Tidak Segar Sepanjang Hari

Pola ini menunjukkan cedera berulang dapat meningkatkan risiko penggunaan zat, yang kemudian dapat dikaitkan psikopat yang lebih parah.

Temuan tersebut menunjukkan kecerdasan dan penggunaan zat dapat bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan cedera otak traumatis dengan ciri-ciri psikopat pada remaja.

Para peneliti berhati-hati tentang pembuktian cidera otak dengan kasus psikopati, karena data yang dikumpukan bisa terjadi perubahan seiring pertumbuhan usia aremaja yang diteliti.

Studi ini menunjukkan bahwa remaja yang terlibat dalam proses peradilan, terutama yang memiliki riwayat cedera kepala, akan membantu menilai defisit kognitif dan penyalahgunaan zat sebagai perawatan rutin.

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pencegahan dini seperti pencegahan cedera kepala guna membantu remaja keluar dari tindak kriminal.

Penelitian di masa mendatang akan lebih bermanfaat jika diikuti remaja yang sudah dewasa dengan cidera otak. Dan memperluas areal penelitian termasuk kepada remaja perempuan yang mengalami cidera pada otak. (ndi/psypost)

 

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikologsehat mental

Berita Aktual

Ilustrasi konsultasi KPU dan DPR RI/ foto: gemini
Pasal Selundupan PKPU dan Ujian Pengawasan DPR
Senin, 19 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto/ Foto: setneg
Pejabat Negara Ramai Mengucapkan Ultah Kepada Prabowo Subianto
Sabtu, 17 Oktober 2026
Samsung Galaxy/ Foto: gizmochina
Samsung Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi
Sabtu, 17 Oktober 2026
Aktifitas pemandaman kebakaran hutan dan lahan/ Foto: vietnam
Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia
Sabtu, 17 Oktober 2026
Penampakan erupsi Gn Semeru/ Foto: ANTARA
Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer
Sabtu, 17 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menggeledah Ruang Kepala BNPB Terkait Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai

Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia

Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer

Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka

Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia

More News

Ilustrasi orang berbicara dan mengkritik/ Foto: freepik

Tips Menghadapi Kritik dengan Cara yang Elegan

Rabu, 19 November 2025
Ilustrasi ketenangan / Foto: freepik

Hentikan Pola Pikir Ini Akan Memperbaiki Kualitas Hidup

Senin, 23 Februari 2026
Ilustrasi lansia dengan beban kecemasan / Foto : freepik

Hubungan Kecemasan Hari Senin untuk Lansia Terhadap Hormon di Dalam Tubuh

Jumat, 11 Juli 2025
Membuka kulkas dianggap bisa meredakan ketegangan / Foto : geedeting

Perilaku Orang yang Membuka Kulkas Tanpa Mengeluarkan Apa pun Memiliki Kepribadian Berikut Ini

Jumat, 16 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id