• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Sifat Anak yang Tumbuh di Lingkungan Orang Tua Bercerai, Menurut Psikologi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Sifat Anak yang Tumbuh di Lingkungan Orang Tua Bercerai, Menurut Psikologi

Redaktur III Sabtu, 12 Juli 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi anak dengan orang tua yang bercerai / Foto : freepik
Ilustrasi anak dengan orang tua yang bercerai / Foto : freepik

Aktual.co.id – Tumbuh besar dengan orang tua yang bercerai tidak selalu diidentikkan dalam bentuk yang buruk.

Hanya saja menurut penulis dan psikolog Ava Sinclair yang dimuat geediting mengatakan, kepribadian dari orang atau anak yang berkembang dalam rumah tangga bercerai ada perbedaan dibanding anak dalam lingkungan harmonis.

Seringkali, pengalaman-pengalaman ini dapat mengarah pada perkembangan sifat-sifat tertentu meski tidak seluruhnya akan memiliki hal serupa.

Tangguh

Sifat yang paling penting dipahami adalah individu yang tumbuh di lingkungan perceraian tumbuh mengembangkan kekuatan yang luar biasa.

Anak ini telah melewati masa-masa sulit, melihat sisi baik, buruk, dan jelek, dan berhasil melewatinya semua rintangan tersebut.

Perjalanan ini dapat menanamkan dalam dirinya ketahanan dan ketangguhan tertentu yang tidak bisa diremehkan.

Pemahaman Tentang Ketidakkekalan

Perceraian adalah contoh nyata bagaimana segala sesuatu dapat berubah. Pelajaran ini dapat menanamkan pemahaman mendalam kepada anak korban perceraian tentang kefanaan hidup.

Baca Juga:  Kepribadian Orang yang Tidak Pernah Meninggalkan Piring Kotor Semalaman

Anak ini akan menyadari bahwa keadaan bisa berubah dan pernikahan bisa berubah. Meskipun terdengar negatif namun tampaknya belum tentu demikian.

Pemahaman tentang ketidakkekalan ini dapat menumbuhkan rasa ketahanan. Karena telah melihat langsung perubahan dalam bentuk perceraian dan menghadapi pasang surut kehidupan.

Takut Berkomitmen

Harus kuakui, untuk waktu yang lama, gagasan tentang komitmen adalah sesuatu yang membuat anak ini takut dikemudian hari

Anak ini pernah menyaksikan pernikahan orang tuanya berantakan dan hal itu membuat rasa takut untuk menjalin komitme ketika menginjak usia pernikahan.

Untuk mengatasi hal ini maka butuh proses serta pendampingan jika dibutuhkan untuk mengabaikan rasa takut untuk berkomitmen dalam pernikahan.

Nilai Petingnya Komunikasi

Melihat orang tua bercerai dapat menekankan pentingnya komunikasi. Kesalahpahaman, asumsi, dan kurangnya komunikasi dapat berkontribusi pada keretakan hubungan.

Akibatnya, banyak orang yang tumbuh besar dengan orang tua yang bercerai sering kali mementingkan komunikasi dalam hubungannya sendiri.

Baca Juga:  Tanda Seseorang Memikul Beban Hidupnya Sendiri, Menurut Psikologi

Anak ini akan berusaha bersikap jelas, terbuka, dan jujur dalam interaksi untuk menghindari jebakan yang telah disaksikan sendiri dari kedua orang tuanya.

Ini bukan berarti pandai berkomunikasi, tetapi seringkali mengedepankan komunikasi untuk membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan transparan.

Kemampuan Beradaptasi

Kemampuan beradaptasi ini tidak terbatas pada kehidupan pribadi, tetapi dapat meluas ke kehidupan profesionalnya, menjadikan mereka aset berharga di tempat kerja yang menghargai fleksibilitas dan kemampuan menangani perubahan.

Kemampuan beradaptasi bukti ketangguhan dan kemampuan dalam menavigasi tantangan hidup, yang membantu dalam banyak aspek kehidupan.

Empati

Tidak sedikit anak yang tumbuh dalam lingkungan orang tua bercerai berusaha menjadi mediator ketika kedua orang tuanya berkonflik.

Peran ini menanamkan rasa empati dalam diri anak dalam keluarga bercerai. Anak ini bisa merasakan dan memahami tentang pengalaman emosional orang lain sehingga memunculkan empati pada dirinya.

Baca Juga:  Perilaku Beracun yang Dianggap Wajar di Lingkungan Keluarga

Sifat ini merupakan berkah sekaligus kutukan. Di satu sisi, sifat ini memungkinkan membangun hubungan yang mendalam dan bermakna dengan orang lain. Di sisi lain, terasa begitu berat untuk merasa begitu peka terhadap emosi orang lain.

Kemerdekaan

Tumbuh besar dengan orang tua yang bercerai sering kali harus beradaptasi dengan rumah tangga, aturan, dan harapan yang berbeda.

Hal ini memang membingungkan dan menantang, tetapi bisa menghasilkan anak-anak yang lebih mudah beradaptasi dan mandiri di usia muda.

Mereka belajar sejak dini cara menghadapi perubahan dan situasi sulit. Jalannya memang tidak selalu mudah, tetapi dapat membentuk ketahanan dan kemandirian yang dibawa hingga dewasa.

Kemandirian ini bisa menjadi kekuatan yang memungkinkan individu-individu ini menghadapi tantangan hidup secara langsung. (ndi)

SHARE
Tag :jiwa sehatkesehatan jiwaMental healthperceraian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Poster The Legend of Aang: The Last Airbender / Foto: Ist
Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor
Jumat, 17 April 2026
Mekkah / Foto : Ist
Polri Minta Warga Berhati-hati Praktik Penipuan Penyelenggara Haji
Jumat, 17 April 2026
Para pemeran film Salmokji: Whispering Water / Foto: soompi
Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari
Jumat, 17 April 2026
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq/ Foto: capture ANTARA
Wamendikdasmen Sidak Jelang Pelaksanaan TKA Tingkat SD
Jumat, 17 April 2026
Yulia Baltschun dan suami/ Foto: IG
Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh
Jumat, 17 April 2026

Mental Health

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Bocor Secara Online

Jembatan Suramadu Ditutup Sementara untuk Uji Beban Bentang Tengah

Ford Reorganisasi dengan Meninggalkan Doug Field Sosok Dibalik Kesuksesan Kendaraan Listrik

Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang oleh Kejakgung RI

Meski Sempat Pingsan Anwar Usman Mengaku Lega Purna MK

More News

Kebisaan mesetting volume TV pada angka genap memiliki kepribadian unik. / Foto : freepik

Kebiasaan Orang yang Menyetel Volume TV Pada Angka Genap. Berikut Kepribadiannya.

Rabu, 21 Mei 2025
Jenis tipe gangguan obsesif kompulsif / Foto : Ist

Gangguan Obsesif Kompulsif Ditandai Kebersihan dan Kerapihan yang Sangat Ekstrim

Senin, 23 Juni 2025
Ilustrasi tersinggung / Foto : geediting

Baik di Depan Kamera Tapi Kejam Saat Sendiri, Memiliki Perilaku Seperti Ini

Jumat, 11 Juli 2025
Pendidikan masa kecil membentuk kepribadian seseorang ketika dewasa / foto : freepik

Kepribadian Individu Ketika Tidak Mendapatkan Pengakuan Emosional Sejak Kecil

Sabtu, 14 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id