Lumpur yang bercampur banjir ketika menerjang daerah perkotaan maupun pedesaan, akan memberikan dampak pada fase akut maupun fase kronis.
Pada fase akut akibat dari penguapan air yg bercampur debu, penyakit yang timbul dapat berupa ISPA,serangan ashma dan PPOK(Penyakit Paru Obstruktif Kronis), Influenza, Pneumonia, Bronkhitis akut dengan gejala batuk2, sesak nafas, nyeri tenggorokan, bersin bersin hidung tersumbat, demam, badan terasa lemah atau linu – linu dan dapat disertai mual muntah.
Sedangkan pada fase kronis jangka panjang, akibat lumpur menumpuk dan mengering sehingga debu beterbangan maka dapat menimbulkan gangguan pada paru dan pernafasan.
Debu lumpur yang mengandung mineral Silica maupun mineral berbahaya bagi kesehatan lainnya yang terhirup melalui pernafasan dapat menimbulkan penyakit PPOK pada jangka panjang, Kanker Paru, Penyakit Paru Interstitial (ILD), Hypereosinopilic Pneumonia, Ashma exacerbasi akut berulang serta memacu infeksi Tuberkulosis (TB Paru).
Bagaimana antisipasi pencegahannya ?
1.Senantiasa memakai masker bila melakukan aktifitas di luar rumah.
2.Asupan Gizi yang Optimal sesuai standart gizi
3.Tetap melakukan olahraga ringan 20-30 mt didalam rumah,pilih waktu sore untuk menghindari paparan debu
4.Bila memungkinkan pasang penapis debu di pintu/jendela (misal :paranet)
5.Imunisasi Influenza sesuai indikasi umur.
Demikian,semoga bermanfaat.

Dr Agus Hidayat,dr SpP (K)FISR,C.Ht
RSUD Dr Soetomo/RSI Pinatih Gresik/Klinik WAC Surabaya.
