Aktual.co.id – Bill Clinton dan istrinya Hillary setuju memberikan kesaksian dalam penyelidikan DPR terhadap pelaku kejahatan asusila, Jeffrey Epstein.
Konsesi tersebut menyusul adu argumen yang antara keluarga Clinton dan anggota Partai Republik James Comer, yang mengatakan bersikeras agar Clinton memberikan keterangan di bawah sumpah di hadapan komite.
“Mereka bernegosiasi dengan itikad baik. Anda tidak,” jawab Angel Ureña, juru bicara keluarga Clinton, kepada Comer dalam sebuah unggahan di media sosial.
“Mereka memberi tahu Anda di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, tetapi Anda tidak peduli. Namun, mantan presiden dan mantan menteri luar negeri akan hadir. Mereka berharap dapat menetapkan preseden yang berlaku untuk semua orang,” tambahnya
DPR menuju potensi pemungutan suara minggu ini terkait dakwaan penghinaan terhadap Kongres yang dilakukan oleh keluarga Clinton.
Jika disahkan, pemungutan suara tersebut bisa mengancam keluarga Clinton dengan denda yang besar dan hukuman penjara jika terbukti bersalah.
Selama berbulan-bulan, keluarga Clinton menolak hadir di hadapan panel yang dipimpin Partai Republik, dengan alasan surat panggilan tidak sah secara hukum.
Clinton juga menuduh Comer menargetkan dirinya sebagai bagian dari kampanye pembalasan Donald Trump terhadap musuh-musuh politiknya.
Surat komite kepada pengacara keluarga Clinton menunjukkan pasangan tersebut menawarkan, agar Bill Clinton melakukan wawancara yang ditranskripsikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan dan penuntutan Jeffrey Epstein agar Hillary Clinton menyerahkan pernyataannya.
Panel pengawas yang dikendalikan Partai Republik telah mengajukan dakwaan penghinaan pidana terhadap Kongres bulan lalu, sebagai tanggapan penolakan keluarga Clinton untuk bersaksi di Kongres .
Sebelumnya tanggal 12 Januari 2026, pengacara keluarga Clinton mengirimkan surat kepada Comer yang menjelaskan mereka tidak akan memberikan kesaksian.
Mereka menyebut surat panggilan tersebut tidak sah dan tidak dapat ditegakkan secara hukum. Karena surat tersebut tidak terkait dengan tujuan legislatif, tidak relevan dengan tujuan parlemen, dan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemisahan kekuasaan.
“Permintaan memberikan kesaksian bertentangan dengan batasan yang jelas terhadap kekuasaan investigasi Kongres yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat,” tulis pengacara Clinton.
Sembilan dari 21 anggota Demokrat di komite tersebut bergabung dengan Partai Republik dalam mendukung dakwaan terhadap Bill Clinton, sambil memperjuangkan transparansi penuh dalam penyelidikan Epstein. Tiga anggota Demokrat lainnya juga mendukung dakwaan terhadap Hillary Clinton.
Hubungan Bill Clinton dengan Epstein kembali menjadi fokus perhatian Partai Republik di tengah desakan menuntut pertanggungjawaban Epstein, yang bunuh diri pada tahun 2019 di sel penjara New York saat menghadapi tuduhan perdagangan seks.
Clinton, dan Trump, memiliki hubungan sosial yang terdokumentasi dengan baik dengan Epstein pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an.
Setelah ada surat pemanggilan terhadap Bill dan Hillary Clinton untuk menghadap komite pengawasan DPR pada bulan Agustus lalu, pengacara mereka membantah keabsahan panggilan tersebut.
Namun, Comer mengancam memulai proses penghinaan terhadap Kongres, maka pihak Clinton mulai bernegosiasi untuk berkompromi.
Keluarga Clinton tetap kritis terhadap keputusan Comer, dengan mengatakan ia membawa unsur politik ke dalam penyelidikan sekaligus gagal meminta pertanggungjawaban pemerintahan Trump atas keterlambatan dalam menghasilkan berkas kasus Departemen Kehakiman tentang Epstein. (ndi/theguardian)
