• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Bill Clinton Menyanggupi Menghadap Komite Pengawasan DPR Atas Kasus Jeffrey Epstein
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Bill Clinton Menyanggupi Menghadap Komite Pengawasan DPR Atas Kasus Jeffrey Epstein

Redaktur III Selasa, 3 Februari 2026
Share
4 Min Read
Bill Clinton dan Hillary Clinton/ Foto: The Guardian
Bill Clinton dan Hillary Clinton/ Foto: The Guardian

Aktual.co.id – Bill Clinton dan istrinya Hillary setuju memberikan kesaksian dalam penyelidikan DPR terhadap pelaku kejahatan asusila, Jeffrey Epstein.

Konsesi tersebut menyusul adu argumen yang antara keluarga Clinton dan anggota Partai Republik James Comer, yang mengatakan bersikeras agar Clinton memberikan keterangan di bawah sumpah di hadapan komite.

“Mereka bernegosiasi dengan itikad baik. Anda tidak,” jawab Angel Ureña, juru bicara keluarga Clinton, kepada Comer dalam sebuah unggahan di media sosial.
“Mereka memberi tahu Anda di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, tetapi Anda tidak peduli. Namun, mantan presiden dan mantan menteri luar negeri akan hadir. Mereka berharap dapat menetapkan preseden yang berlaku untuk semua orang,” tambahnya

DPR menuju potensi pemungutan suara minggu ini terkait dakwaan penghinaan terhadap Kongres yang dilakukan oleh keluarga Clinton.

Baca Juga:  Melinda French Lelah dengan Bill Gates Terkait Hubungan dengan Jeffrey Epstein

Jika disahkan, pemungutan suara tersebut bisa mengancam keluarga Clinton dengan denda yang besar dan hukuman penjara jika terbukti bersalah.

Selama berbulan-bulan, keluarga Clinton menolak hadir di hadapan panel yang dipimpin Partai Republik, dengan alasan surat panggilan tidak sah secara hukum.

Clinton juga menuduh Comer menargetkan dirinya sebagai bagian dari kampanye pembalasan Donald Trump terhadap musuh-musuh politiknya.

Surat komite kepada pengacara keluarga Clinton menunjukkan pasangan tersebut menawarkan, agar Bill Clinton melakukan wawancara yang ditranskripsikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan dan penuntutan Jeffrey Epstein agar Hillary Clinton menyerahkan pernyataannya.

Panel pengawas yang dikendalikan Partai Republik telah mengajukan dakwaan penghinaan pidana terhadap Kongres bulan lalu, sebagai tanggapan penolakan keluarga Clinton untuk bersaksi di Kongres .

Baca Juga:  Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah AS, Direspon Positif Pasar Dunia

Sebelumnya tanggal 12 Januari 2026, pengacara keluarga Clinton mengirimkan surat kepada Comer yang menjelaskan mereka tidak akan memberikan kesaksian.

Mereka menyebut surat panggilan tersebut tidak sah dan tidak dapat ditegakkan secara hukum. Karena surat tersebut tidak terkait dengan tujuan legislatif, tidak relevan dengan tujuan parlemen, dan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemisahan kekuasaan.

“Permintaan memberikan kesaksian bertentangan dengan batasan yang jelas terhadap kekuasaan investigasi Kongres yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat,” tulis pengacara Clinton.

Sembilan dari 21 anggota Demokrat di komite tersebut bergabung dengan Partai Republik dalam mendukung dakwaan terhadap Bill Clinton, sambil memperjuangkan transparansi penuh dalam penyelidikan Epstein. Tiga anggota Demokrat lainnya juga mendukung dakwaan terhadap Hillary Clinton.

Hubungan Bill Clinton dengan Epstein kembali menjadi fokus perhatian Partai Republik di tengah desakan menuntut pertanggungjawaban Epstein, yang bunuh diri pada tahun 2019 di sel penjara New York saat menghadapi tuduhan perdagangan seks.

Baca Juga:  #TolakRUUTNI Makin Ramai, Berikut Meme - Memenya

Clinton, dan Trump, memiliki hubungan sosial yang terdokumentasi dengan baik dengan Epstein pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an.

Setelah ada surat pemanggilan terhadap Bill dan Hillary Clinton untuk menghadap komite pengawasan DPR pada bulan Agustus lalu, pengacara mereka membantah keabsahan panggilan tersebut.

Namun, Comer mengancam memulai proses penghinaan terhadap Kongres, maka pihak Clinton mulai bernegosiasi untuk berkompromi.

Keluarga Clinton tetap kritis terhadap keputusan Comer, dengan mengatakan ia membawa unsur politik ke dalam penyelidikan sekaligus gagal meminta pertanggungjawaban pemerintahan Trump atas keterlambatan dalam menghasilkan berkas kasus Departemen Kehakiman tentang Epstein. (ndi/theguardian)

SHARE
Tag :Bill ClintonJames ComerJeffrey Epstein

Berita Aktual

Siswa menerima makan bergizi gratis /Dok.istimewa
Badan Gizi Nasional Uji Coba MBG dengan Cara Prasmanan
Senin, 19 Oktober 2026
Moment saat salib menimpa pastor di Ekuador/ Foto: IG
Seorang Pastor Meninggal Usai Tertimpa Salib saat Khotbah di Gereja
Senin, 19 Oktober 2026
Salah satu adegan You Can See Everything/ Foto: technocrunch
Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya
Senin, 19 Oktober 2026
Kamarudin Simanjuntak/ Foto: ANTARA
Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia
Senin, 19 Oktober 2026
Emas Antam/ Foto: ANTARA
Harga Emas Antam Mengalami Kenaikan Menjadi Rp2,574 Juta/Gram
Senin, 19 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia

Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer

Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka

Samsung Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi

Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia

More News

Bupati Pati Sudewo di atas kendaraan taktis / Foto : capture ANTARA

DPRD Kabupaten Pati Bentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sadewo

Rabu, 13 Agustus 2025
Pengungsi Palestina / Foto: VoA

Para Pengungsi Mulai Kembali Ke Gaza Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

Jumat, 10 Oktober 2025
Markas besar kedutaan besar AS di Riyadh setelah dihantam serangan pesawat tak berawak/ Foto: The Guardian

Drone Iran Menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh

Selasa, 3 Maret 2026
Unjuk rasa kecam penangkapan Global Sumud Flotilla di Italia/ Foto: capture ANTARA

Unjuk Rasa Pro Palestina dan Penangkapan Global Sumud Flotilla Menguat di Italia

Jumat, 3 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id