• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: KPK Menduga Yaqut Cholil Qoumas Menerima Uang Percepatan Haji Khusus
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Headline

KPK Menduga Yaqut Cholil Qoumas Menerima Uang Percepatan Haji Khusus

Redaktur III Jumat, 13 Maret 2026
Share
3 Min Read
Yaqut Cholil Qoumas / Foto: Ist
Yaqut Cholil Qoumas / Foto: Ist

Aktual.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga tersangka kasus kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menerima uang percepatan haji khusus untuk dua tahun penyelenggaraan ibadah haji, yakni 2023-2024 Masehi atau 1444-1445 Hijriah.

Mengutip dari ANTARA, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa penerimaan uang percepatan haji khusus pada 2023 diterima Yaqut setelah dikumpulkan oleh Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama Rizky Fisa Abadi (RFA).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim KPK, RFA memberikan fee (imbalan, red.) percepatan tersebut kepada YCQ, IAA (Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku Staf Khusus Yaqut pada saat itu, red.), serta sejumlah pejabat di Kementerian Agama,” ujar Asep dalam konferensi pers yang disaksikan dari Jakarta, Jumat.

Baca Juga:  Riza Chalid Jadi Gunjingan Warganet Pasca Anaknya M Kerry Adrianto Riza Jadi Tersangka BBM Oplos

Untuk 2023, dia menjelaskan biaya percepatan haji khusus per jemaah dipatok hingga 5.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp84 juta bila menggunakan kurs saat ini.

Sementara itu, uang percepatan haji khusus pada 2024 ditentukan sebesar 2.500 dolar AS atau sekitar Rp42 juta bila memakai kurs saat ini. Uang tersebut dikumpulkan oleh M. Agus Syafi’ selaku Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kemenag pada saat itu.

Adapun percepatan haji khusus yang dimaksud adalah biaya agar calon jemaah haji khusus dapat lebih cepat berangkat ketika baru mendaftar, atau tidak sesuai dengan nomor urut antrean.

Baca Juga:  Anak Riza Chalid Akan Menghadapi Sidang Putusan Kasus Korupsi di PN Jakpus

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai menyidik kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023-2024.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah Yaqut, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex selaku staf Yaqut, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut dan Gus Alex.

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Baca Juga:  Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Menyetujui Permintaan Nadiem Makarim

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut dan Gus Alex. Sementara, Fuad tidak diperpanjang.

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji. Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Pada 11 Maret 2026, majelis hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan Yaqut. Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK. (ANTARA/ndi)

SHARE
Tag :korupsiKorupsi HajiKPKYaqut Cholil Qoumas

Berita Aktual

Sarwendah/ Foto: Ist
Sarwendah Bantah Menjadi Dalang Aksi Demonstrasi Boikot Ruben Onsu di TV
Minggu, 8 November 2026
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin/ Foto: ANTARA
Polri Membantah Telah Menangkap Dua Mantan Kapolri
Minggu, 8 November 2026
Petugas mengevakuasi korban penembakan massal di Krakow, Polandia/ Foto: AP
Polandia Menetapkan Masa Berkabung Selama 2 Hari Pasca Penembakan di Krakow
Minggu, 8 November 2026
Bentuk tubuh saat terkena sinar rontgen/ Foto: Alodokter
Teknologi Sinar Rontgen Radiografi Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Minggu, 8 November 2026
Kamera gimbal/ foto: GSM Arena
Oppo Sedang Mempersiapkan Kamera Gimbal Menyaingi Osmo Pocket DJI
Minggu, 8 November 2026

Mental Health

Ilustrasi olahraga/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Olahraga Meningkatkan Metabolisme Kekebalan Tubuh

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pemerintah Memberikan Kesempatan PPPK Penuh Waktu Ikut CPNS Tahun 2027

Erupsi Gunung Bromo Warga Dilarang Mendekat Radius 1 Kilometer Kawah Aktif

ASN PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Penuh Waktu dan Berkesempatan Seleksi CPNS

Mantan Presiden Santiago Pena Menjadi Tahanan Rumah Atas Kasus Perbankan

Negara Arab Mengutuk Upaya Houthi Menargetkan Rudal Balistik ke Madinah, Arab Saudi.

More News

Ilustrasi gempa bumi / Foto: freepik

Sebanyak 40 Orang Menjalani Perawatan Akibat Gempa di Pacitan

Jumat, 6 Februari 2026
Song Young Kyu / Foto : llkpop

Aktor Song Young Kyu Didakwa Kasus Mengemudi Keadaan Mabuk

Jumat, 25 Juli 2025
Polisi Meksiko tiba di lokasi kejadian di mana kendaraan-kendaraan dibakar oleh geng kriminal untuk memblokir jalan di Zapopan menyusul pembunuhan gembong narkoba Nemesio Oseguera/ Foto: The Guardian

Pembunuhan Kartel Narkoba Menyebabkan Kerusuhan di Negara Bagian Meksiko

Senin, 23 Februari 2026
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi Asep Guntur Rahayu / Foto: courtesy ANTARA

Usai Tahan 2 Tersangka KPK Akan Mengusut Komisi XI DPR RI Periode 2019 – 2024

Selasa, 16 Desember 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id