• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Cara Tubuh Bereaksi Saat Jiwa Lelah Secara Mental Karena Hubungan Racun
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Cara Tubuh Bereaksi Saat Jiwa Lelah Secara Mental Karena Hubungan Racun

Redaktur III Kamis, 1 Mei 2025
Share
3 Min Read
Sakit kepala menjadi pertanda fisik menterjemahkan ada gangguan dalam kesehatan mental / Foto : Freepik
Sakit kepala menjadi pertanda fisik menterjemahkan ada gangguan dalam kesehatan mental / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Tubuh akan memberi tahu sesuatu yang belum siap diakui oleh pikiran seseorang. Seolah-olah jiwa menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam hubungan dengan menggunakan tanda-tanda fisik untuk berkomunikasi dengan individu.

Dalam tulisan ini, psikolog Tara Whitmore akan menyelami dunia psikologi cara tubuh bereaksi saat jiwa merasakan bahwa hubungan tidak tepat.

Mati Rasa Secara Emosional

Mati rasa secara emosional merupakan mekanisme pertahanan, suatu cara melindungi diri dari tekanan emosional. Seolah-olah jiwa sedang membangun tembok untuk melindungi dirinya dari rasa sakit yang diantisipasinya.

Hal itu dapat terjadi saat menghadapi gejolak emosi atau stres yang signifikan, seperti yang dapat muncul dalam hubungan yang tidak sehat.

Kecemasan dan Kegelisahan

Baca Juga:  Orang yang Tumbuh Dalam Kehati-hatian Memiliki Kerapuhan Terhadap Konflik

Jiwa yang tidak nyaman dalam hubungan, menyebabkan perasaan cemas dan gelisah. Seolah-olah tubuh menjadi medan perang bagi emosi yang tidak terekspresikan.

Menurut psikologi, disonansi emosional dapat terwujud sebagai gejala fisik kecemasan. Jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, gelisah. Semua perasaan ini merupakan tanda jiwa mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh pikiran seseorang.

Kesulitan Tidur

Dalam dunia psikologi, ada istilah yang disebut ” insomnia psikofisiologis “. Ini adalah jenis insomnia yang disebabkan kekhawatiran atau stres emosional. Jika jiwa tidak bahagia dengan hubungan, hal itu dapat menyebabkan gangguan tidur.

Yang lebih meyakinkan adalah menurut Asosiasi Psikologi Amerika, lebih dari separuh orang dewasa mengatakan stres menyebabkan mereka terjaga di malam hari.

Baca Juga:  Penelitian Memberikan Rekomendasi Melindungi Diri dari Orang dengan Narsisistik

Sering Sakit

Penyakit-penyakit yang muncul ini bisa jadi merupakan cara tubuh mengekspresikan kegelisahan internal. Jika jiwa tidak bahagia, hal itu melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat lebih rentan terhadap penyakit.

Nah, menurut psikologi, ada hubungan kuat antara kesejahteraan emosional dan kesehatan fisik. Stres emosional yang kronis dapat melemahkan respons imun seseorang.

Sakit Kepala yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Dalam beberapa kasus, sakit kepala ini sering terjadi selama hubungan yang bermasalah. Rasanya seperti tubuh berteriak meminta perhatian, mencoba membuat menyadari sesuatu yang belum siap diterima oleh pikiran.

Gangguan emosional dapat terwujud dalam bentuk rasa sakit fisik, termasuk sakit kepala yang mengganggu. Itulah salah satu cara tubuh memberi tahu bahwa jiwa tidak bahagia dengan hubungan.

Baca Juga:  Mengelola Stres Ketika Patah Hati

Kehilangan Nafsu Makan

Hilangnya nafsu makan ini bisa jadi merupakan cara tubuhku memberi sinyal bahwa jiwa tidak bahagia. Stres emosional terkadang dapat menekan nafsu makan dan bisa menjadi salah satu cara tubuh mencoba memperingatkan bahwa ada sesuatu yang salah.

Kelelahan Terus-Menerus

Ketika jiwa tertekan, hal itu dapat terwujud dalam tubuh sebagai kelelahan fisik. Rasanya seperti tubuh memikul beban gejolak emosi  dan itu melelahkan. Kelelahan yang terus-menerus ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan.

Psikologi menunjukkan bahwa stres emosional dapat menyebabkan kelelahan fisik yang signifikan. Jadi,  luangkan waktu untuk mendengarkan tubuh tentang kebenaran yang coba diabaikan oleh hati. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Logo Meta AI / Foto: Engagatged
Meta Sedang Mengerjakan Agen AI untuk Pribadi dan Bisnis.
Kamis, 30 April 2026
Formasi lengkap BTS/ Foto: allkpop
Penjualan Tiket Konser BTS Ludes Terjual yang Rencana Tampil di Busan
Kamis, 30 April 2026
Antrian warga di kantor pajak / Foto : ANTARA
Pelaporan Pajak Tanpa Denda Berakhir Tanggal 30 April 2026
Kamis, 30 April 2026
Ilustrasi Daycare/ Foto: freepik
Kemendukbangga/BKKBN Buka Layanan Aduan dan Konsultasi untuk Daycare di Daerah
Kamis, 30 April 2026
Logo Google/ Foto: Ist
Google Peroleh 25 Juta Pelanggan Baru di Kuartal Pertama.
Kamis, 30 April 2026

Mental Health

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Taksi Green SM Mendukung Proses Investigasi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Google Translate Ulang Tahun ke-20 Dirayakan Penggunaan AI untuk Pengucapan

More News

Empati salah satu trik untuk menadi orang yang dibutuhkan / Foto : Geediting

Trik Halus Dibutuhkan Semua Orang Menurut Psikolog

Kamis, 17 April 2025
Hari Kanker Se Dunia/Foto : National today

4 Februari Hari Kanker Se Dunia Sebagai Kepedulian Terhadap Penderita Kanker

Rabu, 4 Februari 2026
Kepribadian narsissistik lebih banyak menggunakan media sosial untuk aktualisasi diri/ foto : Freepik

Kepribadian Narsissisme Dekat dengan Media Sosial untuk Validasi Diri

Senin, 17 Maret 2025
Cukup mendengarkan untuk memberikan empati kepada orang yang terpuruk

Membangun Empati kepada Teman yang Mengalami Keterpurukan

Sabtu, 15 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id