Aktual.co.id – Kata-kata kasar diarahkan pada anak-anak dapat memiliki dampak seumur hidup.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika kata-kata secara rutin digunakan oleh orang dewasa untuk mempermalukan atau mengendalikan anak dapat mengubah perkembangan otak.
Sebuah studi tahun 2023 terhadap lebih dari 20.500 orang dewasa Inggris menemukan bahwa satu dari lima melaporkan telah dilecehkan secara verbal saat masih kecil.
Definisi pelecehan verbal bervariasi, tetapi umumnya ditandai dengan pola perilaku yang berkelanjutan di mana kritik, ancaman, atau penolakan terhadap anak membuat merasa diremehkan, disalahkan, diancam, ketakutan, atau diejek.
Paparan pelecehan, termasuk pelecehan verbal, menyebabkan peningkatan risiko kecemasan, depresi, upaya bunuh diri dan penggunaan narkoba.
Hal ini memiliki dampak pada pembentukan hubungan saling percaya sebagai orang dewasa. Mencegah pelecehan verbal bukan sekadar keharusan moral, melainkan penting untuk perkembangan otak yang sehat dan kesejahteraan seumur hidup.
Dalam penelitian ahli saraf ditemukan bahwa penciptaan trauma awal akibat kekerasan verbal yang diucapkan oleh orang tua ketika anak masih dalam asuhan.
Menurut penelitian bahwa bahasa yang secara konsisten bermusuhan atau merendahkan dapat secara signifikan mengubah cara otak anak memandang dan bereaksi terhadap dunia.
Beberapa sistem otak utama terpengaruh. Misalnya, sistem ancaman yang biasanya membantu tetap aman karena dalam bahaya terus menerus maka akan posisi melawan atau lari.
Pada anak-anak yang sering mengalami pelecehan, termasuk pelecehan verbal, sistem ini menjadi hiperaktif. Bahkan isyarat sosial yang netral seperti ekspresi wajah, atau lelucon atau komentar yang bermaksud baik dapat disalahartikan sebagai ancaman.
Pelecehan verbal juga mempengaruhi anak-anak membentuk hubungan.
Pelecehan verbal, bersama dengan bentuk penganiayaan masa kecil dapat menumpulkan sistem penghargaan otak. Otak menjadi kurang responsif terhadap pengalaman positif.
Pada masa dewasa, risikonya adalah bahwa siklus berulang dari stres dan pecahnya hubungan interpersonal terbentuk. Hubungan romantis dapat menjadi tidak stabil karena ketakutan yang mendalam akan ditinggalkan atau ditolak.
Luka-luka awal itu terlipat ke dalam rasa diri, menciptakan lensa abadi yang melaluinya dunia dirasakan.
Ini bisa menjadi perjuangan untuk mencapai rasa nyaman dalam pikiran seseorang, atau aman dalam pikiran orang lain.
Pelecehan verbal bukanlah bagian yang tak terelakkan dari tumbuh dewasa. Namun pelecehan verbal bisa dicegah sejak usia dini.
Dengan menghentikan pelecehan verbal lepas anak maka akan meningkatkan kesehatan mental anak bahkan sampai seumur hidup.
Sehingga masyarakat secara luas bisa mendapatkan nilai manfaatnya ketika anak anak mendapatkan pengasuhan secara benar. (ndi)
